Jurnalis senior Sandro Sabatini melontarkan pertanyaan menarik di saluran YouTube pribadinya pasca kemenangan susah payah AC Milan atas Pisa. Ia menyoroti dampak dari jeda 10 hari tanpa pertandingan yang dialami Rossoneri sebelumnya.
Menurut Sabatini, alih-alih tampil segar, Milan justru terlihat kehilangan ritme permainan, terutama setelah menit ke-60. Performa dominan yang ditunjukkan saat melawan Bologna seolah menguap begitu saja.
“Setelah menit ke-60, Milan kembali ke mode yang terlihat di banyak pertandingan lain, terutama melawan tim kecil, yaitu tidak bisa lagi mencapai penyelesaian akhir.”
“Rasanya seperti melihat kembali Milan yang sempat hilang dalam beberapa penampilan terakhir, pertandingan Bologna sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini.”
– Sandro Sabatini, YouTube
Seperti Laga Usai Liburan
Sabatini menilai penampilan Milan di Arena Garibaldi terasa lambat dan kaku, mirip dengan pertandingan pertama setelah jeda kompetisi atau jeda internasional. Hal ini memicu perdebatan apakah istirahat kT 10 hari benar-benar positif bagi skuad asuhan Massimiliano Allegri.
“Dalam hal ini, tidak aneh, karena Milan menghabiskan 10 hari tanpa aktivitas, yang masih harus dibuktikan apakah itu hal yang positif atau tidak,” tambahnya.
Milan Baru Bangun di 15 Menit Akhir
Masuknya pemain pengganti seperti Christian Pulisic, Samuele Ricci, dan Rafael Leao awalnya tidak langsung berdampak, bahkan Pisa sempat menyamakan kedudukan. Milan baru benar-benar “bermain” di 15 menit terakhir setelah terdesak.
“Pada saat itu (skor 1-1) Milan kembali bermain. Dalam seperempat jam terakhir Milan kembali bermain meski baru berhasil mencetak gol pada menit ke-85 lewat Modric.”
Meski demikian, Sabatini juga memberikan konteks bahwa Pisa memang tim yang merepotkan. Tim-tim besar lain seperti AS Roma, Inter Milan, dan Juventus juga pernah menderita di kandang mereka.
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Analisis Redaksi
Poin yang diangkat Sabatini sangat valid. Dalam sepak bola, ritme pertandingan sering kali lebih penting daripada kesegaran fisik semata. Jeda 10 hari tampaknya membuat mesin Milan sedikit “dingin” dan butuh waktu lama untuk panas.
Beruntung, Milan memiliki individu bermental juara seperti Luka Modric yang bisa menutupi kekurangan kolektif tersebut. Pelajaran berharga bagi Allegri untuk menjaga intensitas latihan jika jadwal kembali longgar di masa depan.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.





