Berita

EDITORIAL: Maafkan Blunder Maignan, Temukan Permata Jashari, dan Sindiran Keras untuk Scaroni!

×

EDITORIAL: Maafkan Blunder Maignan, Temukan Permata Jashari, dan Sindiran Keras untuk Scaroni!

Sebarkan artikel ini
Skuad AC Milan
Skuad AC Milan

Dalam sepak bola, hal-hal buruk bisa saja terjadi. Bahkan seorang “raksasa” musim ini seperti Mike Maignan bisa saja mengambil “cuti” sejenak dan memberikan satu-satunya peluang emas malam itu secara cuma-cuma kepada Como.

Kesalahan itu bisa dimaafkan, yang terpenting adalah AC Milan berhasil membatasi kerusakan. Sebuah kekalahan kandang hanya akan memicu guncangan mental yang bisa merusak perburuan tiket Liga Champions.

Era Baru Ardon Jashari: Sang Pewaris Modric

Ardon Jashari
Ardon Jashari

Di luar insiden Maignan dan magis tembakan Luka Modric yang biasa kita lihat, laga dini hari tadi memaksa kita untuk membuka mata terhadap nilai seorang pemain muda. Setelah terlalu lama terbaring di ruang perawatan, ia kini kembali sehat dan mampu masuk ke San Siro dengan otoritas seorang protagonis.

Tentu saja kita berbicara tentang Ardon Jashari. Bukan hanya karena umpan lambungnya yang brilian kepada Rafael Leao—sebuah mahakarya balistik yang membangkitkan insting mematikan Rafa—tetapi karena dominasinya di lapangan. Milan sepertinya telah menemukan pewaris sah Modric di rumah sendiri, memastikan masa depan yang cerah di posisi tersebut.

Kunci Serangan dan Pesan Persatuan Leao

Rafael Leao, Christian Pulisic
Rafael Leao, Christian Pulisic

Masalah mendasar Milan tetap sama: kesehatan Leao dan Pulisic. Merekalah dua sosok yang mengubah keseimbangan penyerangan Milan. Merekalah yang memimpin daftar pencetak gol, dan mereka berdua harus meningkatkan kondisi fisiknya agar Milan bisa mengambil langkah maju saat melawan Parma dan Cremonese nanti.

Sangat disayangkan Strahinja Pavlovic harus cedera, padahal di babak pertama Como praktis tidak pernah menciptakan bahaya dari sisinya. Di sisi lain, Leao melakukan hal yang sangat tepat di akhir laga saat berbicara kepada para penggemar: “Jangan ada siulan sekarang, kita semua harus tetap bersatu.” Dia benar seratus persen.

Masalah Wasit Mariani dan “Politik” Klub

Paolo Scaroni, Beppe Marotta, San Siro
Paolo Scaroni, Beppe Marotta, San Siro

Sekali lagi, wasit Maurizio Mariani menunjukkan sikap yang tampaknya bermusuhan terhadap Milan. Secara khusus, karena sama sekali tidak memahami apa yang terjadi antara Cesc Fabregas dan Alexis Saelemaekers (di mana Fabregas menahan pemain Belgia itu secara ilegal), Mariani justru memberikan kartu merah kepada Massimiliano Allegri tanpa alasan yang jelas.

“Saudara-saudara: ini bukan episode prasangka yang pertama dari Mariani. Ini yang kesekian kalinya. Bagi yang lupa, ingatlah Final Coppa Italia di Roma melawan Bologna, atau laga Milan-Genoa baru-baru ini.”

Namun, masalah sebenarnya bukanlah Mariani, melainkan masalah politik klub. Dan di sinilah kita teringat pada pernyataan Presiden Paolo Scaroni baru-baru ini: “Saya telah menjadi Presiden Milan selama 8 tahun dan terkadang saya melupakannya.”

Sejujurnya, dia memang melupakannya selama 8 tahun terakhir! Buktinya, jika Milan mendapati diri mereka sebagai klub dengan jumlah pemain yang diskors terbanyak dalam 5 tahun terakhir, itu berarti klub ini diperlakukan seperti klub semenjana (provincial)!

Scaroni juga menambahkan bahwa dia mencoba meniru Beppe Marotta. Bagus. Tapi dia sepertinya harus mengambil kursus kilat selama beberapa tahun lagi untuk bisa menyamai pengalaman dan pengaruh politik Presiden Inter tersebut.

Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.