Mantan bintang Belgia Eden Hazard mengungkap fakta menarik tentang masa kecilnya. Dalam sebuah wawancara, ia mengaku pernah menjadi penggemar AC Milan dan memiliki hubungan spesial dengan Maurizio Sarri, meski ia menilai José Mourinho sebagai pelatih terbaik yang pernah menanganinya.
Hazard berbicara kepada La Gazzetta dello Sport dalam sebuah wawancara yang dilakukan bersamaan dengan peluncuran lini wine miliknya, hasil kolaborasi dengan seorang pengusaha asal Italia.
Ikatan Hazard dengan Sepak Bola Italia
Meski tak pernah bermain di Serie A, Hazard memiliki kedekatan dengan sepak bola Italia. Selama membela Chelsea, ia sempat bekerja sama dengan beberapa pelatih Italia seperti Maurizio Sarri, Carlo Ancelotti, dan Antonio Conte.
Namun, Hazard memastikan bahwa dirinya tak pernah benar-benar dekat dengan kepindahan ke Serie A sepanjang karier profesionalnya.
“Sejujurnya, tidak. Moratti memang pernah memuji saya, tapi saya selalu bermimpi bermain di Premier League dan Real Madrid. Untungnya, saya berhasil mewujudkannya,” ujar Hazard.
Rahasia: Fans Milan Sejak Kecil
Dalam wawancara tersebut, Hazard juga mengungkap sebuah rahasia yang cukup mengejutkan.
“Saya akan membocorkan sebuah rahasia. Saat kecil, saya mendukung Milan. Beberapa jam lalu saya bahkan berbicara dengan Galliani. Ia bilang saya cocok bermain di Milan era Berlusconi, tapi mereka tak pernah benar-benar mendekati saya,” ungkapnya.
Hubungan Spesial dengan Maurizio Sarri
Hazard mengenang masa-masanya bekerja di bawah arahan Maurizio Sarri di Chelsea. Menurutnya, filosofi sepak bola Sarri sangat dekat dengan cara bermainnya.
“Saya punya hubungan spesial dengan Sarri. Ide sepak bolanya sangat dekat dengan saya. Kadang saya bilang latihannya membosankan, tapi itu bukan kritik, karena hasilnya membuktikan dia benar,” jelas Hazard.
Sarri bahkan sempat menyarankan Hazard untuk meniru gaya hidup Cristiano Ronaldo, sesuatu yang ditolak sang winger.
“Cristiano adalah Cristiano, saya adalah Hazard. Saya ingin tetap menjadi diri sendiri, di dalam dan di luar lapangan,” tambahnya.
Conte Hebat, Mourinho yang Terbaik
Selain Sarri, Hazard juga memuji Antonio Conte atas intensitas dan disiplin latihannya.
“Conte luar biasa, latihannya penuh repetisi dan sangat menuntut,” ujarnya.
Namun, ketika ditanya tentang pelatih terbaik dalam kariernya, Hazard tak ragu menyebut satu nama.
“Dia bukan orang Italia, tapi kalian tahu siapa dia: José Mourinho. Seorang komunikator luar biasa. Cara berpikir dan menyampaikan idenya benar-benar spesial,” tegas Hazard.
Pandangan Hazard soal Serie A Saat Ini
Hazard juga menyinggung kondisi Serie A saat ini, terutama setelah kompatriotnya Kevin De Bruyne bermain untuk Napoli.
“Dulu saya sering menonton Serie A, saya tak ingin melewatkan pemain seperti Mertens atau Nainggolan. Sekarang sedikit berkurang, tapi saya penasaran melihat Kevin lagi setelah pulih dari cedera,” katanya.
Ia pun menutup dengan pujian terhadap Inter.
“Dengan Conte, Napoli bisa bersenang-senang, tapi dalam lima tahun terakhir Inter telah menunjukkan bahwa mereka adalah tim terkuat di Italia,” tutup Hazard.
BeritaMilan.com dikelola secara independen dan bergantung pada dukungan pembaca untuk biaya operasional serta perawatan website.
Jika Anda ingin membantu menjaga keberlangsungan situs ini, silakan
klik di sini.
