Kebutuhan AC Milan akan bek tengah baru sudah mencapai tahap kritis. Tanpa tambahan tenaga di lini belakang, ambisi Rossoneri untuk mengamankan posisi empat besar—apalagi mengejar Scudetto—bisa terancam. Namun, solusi yang muncul di meja perundingan justru berpotensi menimbulkan masalah baru.
Massimiliano Allegri sangat menginginkan Federico Gatti, mantan anak asuhnya di Juventus. Sayangnya, tawaran peminjaman awal Milan telah ditolak mentah-mentah oleh Bianconeri. Kini, muncul wacana pertukaran pemain yang melibatkan Koni De Winter, sebuah langkah yang secara strategis patut dipertanyakan.
Juventus Pegang Kendali
Menurut laporan Mirko Di Natale dari TuttoJuve, posisi tawar Juventus sangat kuat. Mereka tidak dalam kondisi mendesak untuk menjual Gatti.
- Tawaran Harus Menarik: Juventus hanya akan melepas Gatti jika ada proposal yang “jauh lebih baik” dari sekadar pinjaman.
- Opsi Barter: Karena Milan tidak memiliki dana tunai berlimpah, menyertakan pemain dalam kesepakatan adalah satu-satunya jalan. Nama Koni De Winter pun mencuat sebagai kandidat yang diminati Juve.
Mengapa Tukar Guling Adalah Kesalahan?
Meskipun De Winter sedang dalam sorotan karena performa buruknya (termasuk saat melawan Napoli), menukarnya dengan Gatti secara head-to-head (satu lawan satu) dianggap bukan langkah bijak.
“Melepasnya (De Winter) untuk mendapatkan Gatti sama saja dengan merugikan diri sendiri… Milan perlu meningkatkan kedalaman lini belakang – baik dari segi kualitas maupun jumlah – jadi menukar satu bek dengan bek lain bukanlah pilihan ideal.”
Logikanya sederhana: Jika Milan menukar De Winter dengan Gatti, jumlah bek tengah mereka tetap sama. Padahal, masalah utama Milan saat ini adalah kurangnya kedalaman skuad (kuantitas) untuk menghadapi badai cedera.
Manajemen Milan kini dihadapkan pada pilihan sulit: memaksakan kualitas dengan mengorbankan aset muda, atau mencari target lain yang benar-benar menambah jumlah personel di lini pertahanan.
Ingin mentraktir penulis secangkir kopi? Silakan KLIK DISINI.





