Fabio Paratici, salah satu direktur olahraga paling berpengalaman di dunia sepak bola, hampir saja ditunjuk sebagai direktur olahraga baru AC Milan.
Namun, perjalanan kariernya tidaklah mulus, terutama setelah larangan 30 bulan yang dijatuhkan oleh FIGC atas keterlibatannya dalam kasus penggelembungan keuntungan modal selama masa jabatannya di Juventus.
Situasi Fabio Paratici: Larangan dan Batasan
Larangan yang dijatuhkan FIGC, yang kemudian diperluas oleh FIFA ke seluruh dunia, membuat Paratici menghadapi sejumlah batasan yang signifikan dalam menjalankan tugasnya. Larangan ini berlaku hingga 20 Juli 2025, dan selama periode tersebut, Paratici tidak dapat:
- Berpartisipasi dalam pertemuan federasi, Lega Serie A, atau UEFA.
- Duduk di pinggir lapangan selama pertandingan.
- Memasuki ruang ganti pemain.
- Mengadakan pertemuan dengan pemain atau agen terkait strategi transfer.
Batasan ini jelas menjadi tantangan besar bagi seorang direktur olahraga yang tugas utamanya adalah mengelola strategi transfer, negosiasi kontrak, dan membangun hubungan dengan pemain serta agen.
Dampak pada AC Milan
Meskipun larangan ini membatasi peran Paratici, Milan tampaknya tetap yakin bahwa pengalaman dan keahliannya dapat memberikan nilai tambah bagi klub.
CEO Giorgio Furlani dan pemilik Gerry Cardinale telah melakukan serangkaian pertemuan dengan Paratici, menunjukkan bahwa mereka percaya pada kemampuannya untuk membantu Milan berkembang.
Namun, larangan tersebut akan memengaruhi strategi transfer Milan selama musim panas, karena Paratici tidak dapat secara langsung berinteraksi dengan pemain atau agen. Ia hanya dapat bekerja di tempat latihan bersama Furlani dan menonton sesi latihan, tetapi tidak dapat terlibat dalam diskusi langsung dengan para pemain.

Langkah Milan: Solusi dan Antisipasi
Untuk mengatasi tantangan ini, Milan berencana memasukkan klausul pelepasan dalam kontrak Paratici. Klausul ini bertujuan untuk melindungi klub dari potensi masalah hukum di masa depan, mengingat penyelidikan terhadap penggelembungan keuntungan modal masih berlangsung.
Jika kasus ini berlanjut ke pengadilan, Paratici berisiko menghadapi hukuman tambahan, termasuk kemungkinan hukuman penjara.
Selain itu, Milan mungkin harus mengandalkan struktur tim yang lebih kolaboratif, dengan CEO Furlani dan staf lainnya mengambil alih sebagian tugas yang biasanya dilakukan oleh direktur olahraga.
Masa Depan Fabio Paratici di Milan
Meskipun situasi ini kompleks, pengalaman Paratici sebagai direktur olahraga di klub-klub besar seperti Juventus dan Tottenham Hotspur membuatnya tetap menjadi aset berharga bagi Milan. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas dalam merancang strategi transfer dan membangun tim yang kompetitif.
Namun, Milan harus berhati-hati dalam mengelola hubungan ini, mengingat risiko hukum yang masih mengintai. Jika larangan dan penyelidikan hukum dapat diselesaikan dengan baik, Paratici memiliki potensi untuk menjadi salah satu figur kunci dalam membawa Milan kembali ke puncak sepak bola Italia dan Eropa.
Kesimpulan
Penunjukan Fabio Paratici sebagai direktur olahraga Milan adalah langkah yang berani, tetapi penuh risiko. Dengan larangan yang membatasi perannya hingga Juli 2025 dan potensi masalah hukum di masa depan, Milan harus bersiap menghadapi tantangan yang kompleks.
Namun, jika klub mampu mengelola situasi ini dengan baik, pengalaman dan keahlian Paratici dapat menjadi katalisator bagi kesuksesan Rossoneri di masa depan.
Milan kini berada di persimpangan antara risiko dan peluang, dengan keputusan-keputusan penting yang harus diambil untuk memastikan masa depan klub tetap cerah.