Berita

Dari Hampir Pergi Gratis ke Ikatan 2031: Inilah Kisah Lengkap Rinnovo Maignan

×

Dari Hampir Pergi Gratis ke Ikatan 2031: Inilah Kisah Lengkap Rinnovo Maignan

Sebarkan artikel ini
Mike Maignan
Mike Maignan

Gelombang kebahagiaan menyelimuti dunia AC Milan pada Sabtu malam WIB, setelah perpanjangan kontrak Mike Maignan akhirnya diumumkan secara resmi. Sang penjaga gawang Prancis kini terikat dengan Rossoneri hingga tahun 2031.

Sejak awal pekan, sinyal bahwa Maignan akan menandatangani kontrak baru memang sudah menguat. Namun ketika pengumuman resmi benar-benar tiba, reaksi positif meluas tak terelakkan—sejalan dengan performa luar biasa yang ia tunjukkan sepanjang musim ini.

Padahal, beberapa bulan lalu, skenario yang terbentang terlihat sangat berbeda. Pertanyaannya pun muncul: bagaimana Milan dan Maignan bisa beralih dari kepastian perpisahan menuju komitmen jangka panjang?

Musim Dingin Penuh Ketegangan

Jika ditarik mundur 12 bulan, situasinya jauh dari kata ideal. Pada Desember 2024, ketika Milan masih berjuang di bawah Paulo Fonseca, CEO Giorgio Furlani dan direktur teknis Geoffrey Moncada sebenarnya telah mencapai kesepakatan verbal dengan Maignan untuk memperpanjang kontrak.

Kunci kesepakatan tersebut adalah kenaikan gaji dari 3 juta euro bersih menjadi sekitar 5 juta euro plus bonus. Saat itu, pengumuman resmi terasa hanya tinggal menunggu waktu.

Namun semuanya berubah ketika performa Maignan menurun pada Januari dan Februari, diikuti meningkatnya risiko Milan gagal lolos ke Liga Champions—yang berarti potensi kehilangan pemasukan besar.

Di tengah situasi tersebut, Sergio Conceiçao datang dan menunjuk Maignan sebagai kapten. Meski demikian, kekecewaan sang pemain kian dalam setelah manajemen dinilai mundur dari janji awal.

Setelah penjualan Tijjani Reijnders ke Manchester City, Chelsea mengajukan tawaran senilai 15 juta euro. Maignan ingin pergi, tetapi Milan menilai angka tersebut terlalu rendah dan memilih menahannya, berharap kedatangan Massimiliano Allegri dan Igli Tare bisa memperbaiki hubungan.

Bahkan memasuki musim 2025/26, Milan sempat merasa yakin itu akan menjadi tahun terakhir Maignan. Nama-nama pengganti pun mulai bermunculan, dari Zion Suzuki hingga Alisson Becker.

Es yang Mencair

Allegri, Maignan
Mike Maignan,

Perubahan besar dimulai dengan kedatangan Massimiliano Allegri. Sang pelatih menegaskan bahwa Maignan tidak boleh dijual ke Chelsea dan harus tetap menjadi kapten tim.

Allegri secara terbuka memuji Maignan, memulai pendekatan yang perlahan tapi konsisten. Dukungan juga datang dari rekan setim seperti Matteo Gabbia dan Adrien Rabiot, baik di media maupun di ruang ganti.

Peran pelatih kiper Claudio Filippi juga krusial. Sosok yang sangat dihormati Maignan ini membantu sang kiper kembali ke performa terbaiknya. Kombinasi kebangkitan individu dan kembalinya daya saing tim membuat suasana berubah drastis.

Direktur Milan memilih momen yang tepat untuk kembali membuka dialog. Proposal ketiga diajukan, dengan parameter yang pada dasarnya kembali ke tawaran awal.

  • Gaji 5 juta euro bersih per musim
  • Bonus hingga 2 juta euro
  • Status sebagai pemain dengan bayaran tertinggi bersama Rafael Leao

Upaya ekonomi tersebut akhirnya diapresiasi Maignan dan menjadi titik temu final.

Pernyataan yang Bermakna

Usai menandatangani kontrak baru, Maignan berbicara kepada media resmi klub.

“Saya sangat, sangat bahagia. Ini perpanjangan kontrak yang sudah lama kami tunggu. Butuh kesabaran, tapi akhirnya tercapai. Saya bahagia di Milan, juga bersama keluarga saya.”

“Saya ingin lebih banyak trofi, lebih banyak kesuksesan. Saya akan berada di sini lima tahun ke depan. Untuk semua penggemar Rossoneri: lihat, saya masih di sini! Forza Milan.”

Pernyataan tersebut menegaskan dua hal utama: kebahagiaan personal Maignan dengan kehidupan di Milan dan ambisi kompetitif yang masih membara.

Pernyataan Niat di Era RedBird

Tim, Rafael Leao, Mike Maignan
Tim, Rafael Leao, Mike Maignan

Dengan Allegri dan stafnya, performa Milan meningkat tajam. Maignan jelas merasa ia kini berkomitmen pada proyek yang serius dan ambisius.

Karena itu, perpanjangan kontrak ini menjadi momen penting di era RedBird Capital. Milan berhasil mempertahankan salah satu pemain terbaik dunia di posisinya, dengan bayaran yang mencerminkan nilai sebenarnya.

Mencari pengganti dengan kualitas serupa sudah sulit, namun menggantikan kepemimpinan dan karisma Maignan terasa nyaris mustahil. Dari sudut pandang olahraga maupun finansial, keputusan ini terasa sangat masuk akal.

Meski mempertahankan pemain tidak selalu mencuri perhatian seperti transfer besar, dalam kasus ini, kehilangan Maignan secara gratis justru bisa memicu badai besar.

Sebaliknya, kini yang tersisa adalah ketenangan dan optimisme. Pertanyaan tentang dampak kontrak ini pada struktur gaji ke depan masih terbuka, namun sinyalnya jelas: Milan ingin membangun sesuatu yang serius dan kompetitif.


BeritaMilan.com dikelola secara independen dan bergantung pada dukungan pembaca untuk biaya operasional serta perawatan website.
Jika Anda ingin membantu menjaga keberlangsungan situs ini, silakan
klik di sini.