Di tengah perjuangan AC Milan memperebutkan Scudetto, Fabio Capello memberikan pandangannya yang tajam mengenai situasi terkini Rossoneri. Berbicara kepada Marca, pelatih legendaris ini membahas tiga topik panas: gaya main Rafael Leao, kondisi Luka Modric, dan minimnya pemain lokal.
1. Pembelaan untuk Rafael Leao
Seringkali Leao dikritik karena dianggap “malas” melakukan pressing saat kehilangan bola. Namun, Capello justru membela bintang Portugal itu dengan membandingkannya dengan para pemain Real Madrid.
- Bukan Tugasnya: “Para pemain Real Madrid saat ini tidak pernah melakukan pressing… Mereka tidak memiliki kemampuan itu. Sama halnya dengan Leao di Milan.”
- Fokus Menyerang: Capello menegaskan, “Kita berbicara tentang pemain yang, ketika mereka menguasai bola, membahayakan lawan.” Meminta Leao melakukan pressing ketat justru akan membuang energi yang dibutuhkan untuk serangan balik mematikan.
2. Peringatan Soal Luka Modric
Capello juga menyoroti kondisi maestro lini tengah Milan, Luka Modric. Meski tampil brilian, faktor usia dan jadwal padat mulai terlihat.
- Faktor Kelelahan: “Luka lelah, sedikit lelah, meskipun ia bermain sangat baik.”
- Kehilangan Besar Madrid: Capello menambahkan bahwa Real Madrid kini merindukan kualitas hebat yang dibawa Modric, yang kini dinikmati oleh Milan.
3. Krisis Identitas Italia
Topik terakhir dan paling kritis adalah minimnya pemain Italia di skuad utama Milan. Hal ini, menurut Capello, adalah cerminan kegagalan sistem sepak bola Italia secara keseluruhan.
“Milan memiliki satu pemain Italia di starting eleven (kemungkinan Gabbia/Calabria); Juventus hanya memiliki dua; Inter empat atau lima… Sistem pelatihannya gagal; terlalu banyak taktik dan terlalu sedikit sepak bola.”
Komentar Capello ini menjadi “alarm” bagi manajemen. Di satu sisi, Milan sukses dengan bintang asing, namun di sisi lain, identitas Italiano yang dulu kental di era Capello kini semakin pudar.
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.





