Berita

Bukan Kebetulan! Ramazzotti Jelaskan Mengapa Milan Kini Sulit Dikalahkan

×

Bukan Kebetulan! Ramazzotti Jelaskan Mengapa Milan Kini Sulit Dikalahkan

Sebarkan artikel ini
Skuad AC Milan
Skuad AC Milan

Andrea Ramazzotti memberikan analisis mendalam soal identitas permainan AC Milan musim ini. Dalam tulisannya di La Gazzetta dello Sport, sang jurnalis menyoroti bagaimana dua “jiwa” Milan hidup berdampingan di bawah arahan Massimiliano Allegri.

Menurut Ramazzotti, soliditas tanpa bola yang disukai Allegri dan fluiditas permainan yang diidamkan pemain berkelas seperti Luka Modric serta Adrien Rabiot tidak saling bertentangan. Keduanya justru berada dalam satu keseimbangan yang masih terus dicari.

Dua Jiwa yang Hidup Berdampingan

“Soliditas dalam fase tanpa bola yang sangat disukai Massimiliano Allegri. Fluiditas permainan yang lebih disukai oleh seorang fuoriklasse seperti Modric, dan juga oleh gelandang seperti Rabiot. Dua puluh tiga giornata pertama musim ini menunjukkan bahwa dua jiwa itu hidup berdampingan di Milan, meski belum sepenuhnya seimbang.”

Ramazzotti menekankan bahwa tidak ada konflik ide, melainkan sebuah koeksistensi yang cerdas.

“Tidak ada pertentangan, justru sebuah ‘hidup berdampingan’ yang tenang berkat kecerdasan pelatih asal Livorno, seorang fuoriklasse sejati dalam membaca lawan dan jalannya pertandingan.”

  • Soliditas defensif tetap menjadi fondasi.
  • Fluiditas permainan hadir saat situasi memungkinkan.
  • Allegri menyesuaikan pendekatan sesuai lawan.


🔴⚫ Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee:

https://s.shopee.co.id/9AJ1hSuueb


Kompak Tanpa Bola Jadi Prioritas

Untuk saat ini, Ramazzotti menilai “jiwa” yang lebih dominan adalah kekompakan saat tidak menguasai bola.

“Jiwa yang sedang mendominasi saat ini adalah kekompakan dalam fase tanpa bola, meski harus menurunkan garis pertahanan dan bertahan dengan garis tiga bek dekat area sendiri.”

Pendekatan tersebut dipilih dengan tujuan jelas: mengurangi jumlah kebobolan dibanding musim 2024-25.

“Kebutuhan untuk kebobolan lebih sedikit adalah tombol yang terus ditekan Max sejak hari pertama kembalinya ke Milanello.”

Hasilnya terlihat pada angka. Hingga lebih dari setengah kompetisi, hanya dua tim yang kebobolan lebih sedikit dibanding Milan: Roma dan Como.

Lebih Substansi, Lebih Praktis

Ramazzotti menutup analisanya dengan konteks musim lalu yang mengecewakan.

“Milan yang sedang mencari kembali jati diri dan kepastiannya setelah musim ditutup di posisi kedelapan tanpa tiket Eropa, membutuhkan lebih banyak substansi dan lebih sedikit penampilan. Lebih praktis, lebih sedikit hiasan.”

Analisis Redaksi

Pandangan Ramazzotti menegaskan arah yang sedang ditempuh Milan. Setelah musim penuh gejolak, Allegri memilih membangun ulang dari fondasi paling dasar: bertahan dengan rapi dan membaca momen. Estetika bisa menyusul, tetapi kestabilan adalah syarat mutlak. Dengan identitas yang kian jelas, Milan tampak lebih siap menghadapi fase krusial musim ini.


Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap ada di tahun 2026 ini, silakan Klik di sini.