Berita

BONGKAR SEMUANYA! Intrik Transfer Moncada, Skandal VAR, dan Skuad Milan yang Suka Telat Kick-off

×

BONGKAR SEMUANYA! Intrik Transfer Moncada, Skandal VAR, dan Skuad Milan yang Suka Telat Kick-off

Sebarkan artikel ini
Massimiliano Allegri, pers

Kekalahan dari Parma dan hasil imbang melawan Como telah membawa AC Milan ke dalam pusaran badai yang kompleks. Kali ini, sorotan tidak hanya tertuju pada apa yang terjadi di atas lapangan hijau, tetapi juga merembet ke urusan bursa transfer, politik perwasitan, hingga kedisiplinan ruang ganti.

Waspada Pukulan Mental di Cremona

Fabio Capello, sosok yang sangat memahami dinamika sepak bola, benar. Ada risiko besar bahwa pukulan balik secara psikis dan fisik dapat mengancam perjalanan Milan ke markas Cremonese akhir pekan ini. Massimiliano Allegri sangat paham bagaimana roda sepak bola berputar.

Sejak awal turnamen, Allegri selalu mengulang-ulang bahwa ia lebih memilih “melihat ke belakang” (mengamankan 4 besar) daripada mengejar mimpi muluk-muluk bernama Scudetto. Dan dia benar. Mereka yang memancingnya bicara soal Scudetto sebenarnya hanya memasang jebakan. Milan kini harus kembali membumi dan fokus penuh melawan skuad asuhan Davide Nicola di Cremona.

Intrik Transfer: Allegri dan Tare vs Manajemen

Massimiliano Allegri, Igli Tare
Massimiliano Allegri, Igli Tare

Terkait masa depan Allegri dan bocoran rumor pengunduran dirinya ke SportItalia, ada dinamika menarik yang harus dibongkar. Sejak kedatangannya, Allegri dan Igli Tare awalnya diajak berkonsultasi secara rutin (berhasil mendatangkan Mike Maignan dan Luka Modric). Namun, setelah itu klub (manajemen) tampaknya bergerak sendiri.

Klub bergerak lambat hingga harus mendatangkan Adrien Rabiot di hari terakhir bursa transfer (tanpanya, Milan mungkin sekarang ada di papan tengah). Klub juga mengejar Christopher Nkunku setelah sebelumnya gagal total saat mendatangkan Victor Boniface yang ternyata bermasalah dan nyaris tidak bermain.

“Skenario itu terulang pada bulan Januari saat Jean-Philippe Mateta sudah berseragam Rossoneri: jika Tare dan Allegri tidak memberi peringatan keras soal masalah fisik penyerang Prancis itu (yang entah laporan pandu bakatnya dari siapa—mungkinkah Moncada?), entah apa jadinya tim kita sekarang.

Allegri dan Tare telah membuktikan bahwa mereka mengutamakan kepentingan klub dan skuad, menunjukkan bahwa mereka tidak hanya setia, tetapi juga bisa diandalkan. Jika Milan lolos ke Liga Champions musim depan, manajemen wajib memercayai sepenuhnya kedua tokoh teknis ini untuk merancang strategi pasar transfer.

Front Persatuan Melawan Gianluca Rocchi

Gianluca Rocchi,
Gianluca Rocchi,

Beralih ke masalah wasit. Untuk pertama kalinya, ada konvergensi pendapat yang sangat menarik antar klub. Kesalahan wasit dan petugas VAR sudah terlalu banyak. Invasi wewenang sering terjadi, terbukti dari dua insiden fatal yang menimpa Milan.

  1. Milan-Lazio: Petugas VAR (Di Paolo) mencoba mengkondisikan wasit minim pengalaman (Collu) dengan mengulang-ulang kalimat “Kamu yang putuskan ya!”, seolah memberinya beban tanggung jawab yang berlebihan.
  2. Milan-Parma: Asisten VAR (Pairetto) mengintervensi dari ruang Lissone berkali-kali, memberi tekanan pada petugas VAR (Camplone) dan wasit utama (Piccinini) untuk mengubah keputusan soal gol Parma.

Napoli sudah mulai menyerang wasit secara terbuka, dan Juventus bahkan sampai menurunkan John Elkann secara langsung. Strateginya jelas: Milan harus membangun front bersama (aliansi) untuk menuntut pergantian Kepala Wasit (Gianluca Rocchi). Siapa pun yang nantinya berpihak untuk mempertahankan Rocchi, maka di situlah kita akan melihat bukti utama adanya aliansi politik kotor di Serie A.

Hentikan Kebiasaan Buruk: Denda Telat Kick-off!

Satu catatan terakhir yang memalukan: untuk keempat kalinya, Milan mendapat denda finansial karena terlambat memulai pertandingan (telat masuk ke lapangan). Ini sangat tidak bisa diterima untuk klub sebesar AC Milan.

Ya, kita tahu grup pemain ini terbiasa dengan manajemen era Sergio Conceicao di masa lalu yang kurang menghormati disiplin waktu pertandingan. Namun, Allegri—yang sebenarnya sudah memangkas banyak kebiasaan buruk masa lalu—wajib memberantas kebiasaan telat ini mulai hari Minggu besok di Cremona!

Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang butuh semangat baru dan ingin terus mendukung tim kebanggaan kita, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori tetap jadi pilihan paling pas buat nobar akhir pekan ini.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee

Analisis Redaksi

Editorial ini membongkar banyak kebobrokan yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik di warung kopi Milanisti. Friksi antara tim teknis (Allegri dan Tare) dengan tim scouting/data (pimpinan Geoffrey Moncada) ternyata cukup tajam. Jika Allegri dan Tare tidak memveto kedatangan Mateta yang rentan cedera di bulan Januari, Milan mungkin akan memiliki “Boniface jilid dua”. Manajemen wajib mengevaluasi cara kerja tim pencari bakat mereka.

Di luar lapangan, Milan dituntut untuk lebih vokal berpolitik bersama Napoli dan Juventus untuk menggulingkan Rocchi yang gagal mengontrol ruang VAR. Dan hal terkecil namun memalukan—denda akibat telat kick-off—menunjukkan bahwa masih ada sisa-sisa mentalitas tidak disiplin di ruang ganti peninggalan era pelatih sebelumnya.

Allegri punya banyak PR yang harus diselesaikan, dan laga melawan Cremonese adalah garis start untuk memperbaiki segalanya.

Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.