Tidak butuh waktu lama bagi AC Milan untuk mengumumkan rekrutan pertama mereka di jendela transfer Januari. Niclas Füllkrug resmi tiba dengan status pinjaman dari West Ham United, dan bahkan sudah melakukan debut cameo yang menjanjikan saat melawan Cagliari.
Namun, pertanyaan besar tetap ada: Apa yang bisa diharapkan fans dari pemain berusia 32 tahun yang sempat kesulitan di Inggris ini? Berikut adalah analisis mendalam mengenai profil, gaya main, dan statistik sang striker.
Latar Belakang: Karier yang Terhambat Cedera
Lahir di Hanover, karier Füllkrug diwarnai oleh ketajaman di depan gawang sekaligus riwayat cedera yang panjang.
- Awal Karier: Bersinar di akademi Werder Bremen, namun sering diganggu cedera ligamen dan lutut (termasuk kerusakan tulang rawan).
- Ledakan di Bundesliga: Namanya mulai diperhitungkan saat membela Hannover 96 dan periode keduanya di Werder Bremen. Ia bahkan menjadi top skor Bundesliga musim 2022/23 dengan 16 gol (setara dengan Nkunku).
- Dortmund & Timnas: Pindah ke Dortmund, ia mencetak gol di Liga Champions (vs PSG, Atletico). Di Timnas Jerman, ia punya rekor impresif 14 gol dalam 24 laga, termasuk gol di Piala Dunia 2022.
- Masa Sulit West Ham: Pindah ke Inggris dengan biaya €30 juta, ia hanya mencetak 3 gol dalam 18 bulan akibat masalah kebugaran.
Analisis Taktikal: Kekuatan dan Kelemahan

Berdasarkan analisis profil, Füllkrug menawarkan dimensi yang sangat spesifik yang dibutuhkan Massimiliano Allegri.
1. Fisik dan Psikologis
Füllkrug memiliki postur mesomorph (kekar). Ia tidak memiliki kecepatan lari jarak jauh, tetapi akselerasinya dalam jarak pendek sangat solid, membuatnya berbahaya di dalam kotak penalti. Secara mental, ia adalah pemimpin vokal di lapangan—berbeda dengan gaya kepemimpinan Pulisic yang lebih tenang.
2. Kemampuan Menahan Bola (Hold-up Play)
Ini adalah senjata utamanya. Füllkrug sering memulai posisi lebih dalam, membelakangi gawang lawan. Ia menggunakan tubuh besarnya untuk melindungi bola, memungkinkan gelandang lain untuk naik. Ini sangat mirip dengan peran Olivier Giroud saat membawa Milan meraih Scudetto.
3. Naluri Striker dan Duel Udara
Kekuatan terbesarnya adalah sundulan. Di Dortmund, ia secara rutin menyerang tiang jauh untuk memenangkan duel udara. Ia bukan penyerang yang banyak menggiring bola, melainkan referensi statis yang memantulkan bola ke rekan setim.
4. Tanpa Bola (Off the Ball)
Di Dortmund, ia terbiasa melakukan counter-pressing. Ia bereaksi cepat setelah kehilangan bola untuk menutup jalur operan lawan. Ini sangat berguna bagi Milan yang secara statistik merupakan salah satu tim dengan pressing terburuk di liga saat ini.
Perbandingan Statistik: Füllkrug vs Leao vs Giroud

Menggunakan data FBref dari musim 2023/24 (sampel terbaiknya di Dortmund), mari kita bandingkan dia dengan striker Milan lainnya.
- Gol per 90 Menit: Füllkrug (0,45) berada di bawah Giroud dan Leao, tetapi di atas Vlahovic.
- Link-up Play: Statistik Progressive Distance (jarak operan ke arah gawang lawan) Füllkrug adalah yang tertinggi (53,2 yard per laga). Ini membuktikan ia adalah pemantul bola terbaik di antara opsi yang ada.
- Efisiensi Tembakan: Ia paling sedikit menembak (2,07 per laga), tetapi memiliki persentase Shots on Target tertinggi (43,6%). Artinya, ia tidak boros peluang.
Kesimpulan dan Rating Transfer
Kesepakatan ini berisiko rendah secara finansial (pinjaman), namun berisiko tinggi secara medis mengingat riwayat cederanya. Jika ia tetap fit, Füllkrug adalah “Olivier Giroud 2.0” yang dibutuhkan Allegri. Namun jika cederanya kambuh, ia bisa berakhir seperti Mario Mandzukic.
Rating Transfer: 7/10
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.





