Hasil imbang 1-1 melawan Fiorentina menyisakan banyak bahan evaluasi bagi AC Milan. Analisis taktis dari Rohit Rajeev menyoroti beberapa poin krusial, mulai dari pergerakan cerdas Niclas Füllkrug hingga kesalahan fatal dalam sistem pertahanan bola mati.
Berikut adalah bedah taktik mengapa Milan gagal menang dan bagaimana Christopher Nkunku menyelamatkan hari.
1. Pergerakan Füllkrug dan Ruang Pulisic
Di babak pertama, Milan menciptakan peluang emas melalui skema yang jelas. Füllkrug sering turun jauh ke lini tengah, menarik bek lawan keluar dari posisinya.
- Mekanisme Serangan: Saat Füllkrug turun (drop deep), ia menciptakan ruang kosong di belakang garis pertahanan Fiorentina. Ruang inilah yang dieksploitasi oleh Ruben Loftus-Cheek dan Christian Pulisic lewat lari cepat (darting runs).
- Hasilnya: Tiga peluang emas Pulisic lahir dari skema ini, namun sayangnya gagal dikonversi menjadi gol.
2. Masalah ‘Zonal Marking’
Gol Fiorentina yang dicetak Pietro Comuzzo mengekspos kelemahan sistem penjagaan zona (Zonal Marking) yang diterapkan Milan saat sepak pojok.
- Tanpa Pengawal: Masalah terbesar penjagaan zona adalah pemain lawan bisa bergerak bebas tanpa diikuti. Comuzzo berlari dari tiang jauh ke tiang dekat tanpa ada pemain Milan yang menempelnya, sehingga ia bisa menyundul bola dengan leluasa.
3. Teknik Finishing: Pulisic vs Nkunku
Mengapa Pulisic gagal dan Nkunku berhasil? Analisis teknis menunjukkan perbedaan pada cara mereka menembak.
“Pulisic menggunakan tembakan kaki bagian dalam (side foot) yang berfokus pada penempatan (placement) daripada kekuatan. Sementara Nkunku menembak dengan punggung kaki (laces) yang menghasilkan kekuatan penuh, membuat De Gea terkejut dan tak sempat bereaksi.”
4. Data Fisik & Mentalitas Mengkhawatirkan
Secara statistik, Fiorentina mendominasi penguasaan bola dan memenangkan lebih banyak duel fisik. Namun, hal yang paling mengkhawatirkan terjadi di masa injury time.
Pada menit ke-92, data menunjukkan pemain Milan terlihat “santai” dan tidak menunjukkan urgensi untuk membangun serangan cepat demi mencari gol kemenangan. Masalah mentalitas dan urgensi ini menjadi PR besar bagi Allegri jelang laga berikutnya.
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.





