Berita

BEDAH DATA: Mengapa Milan 2026 Adalah ‘Copy-Paste’ dari Napoli Juara Asuhan Conte?

×

BEDAH DATA: Mengapa Milan 2026 Adalah ‘Copy-Paste’ dari Napoli Juara Asuhan Conte?

Sebarkan artikel ini
Massimiliano Allegri, Scudetto
Massimiliano Allegri, Scudetto

Meskipun AC Milan saat ini berada di posisi kedua setelah kemenangan Inter atas Bologna, optimisme untuk meraih bintang kedua (Scudetto ke-20) semakin nyata. Tanda-tanda statistik menunjukkan bahwa Rossoneri sedang menapaki jalan yang sama persis dengan Napoli asuhan Antonio Conte musim lalu.

Menurut analisis La Gazzetta dello Sport, Massimiliano Allegri mungkin terus merendah dengan menyebut targetnya hanya “Empat Besar”. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Milan memiliki semua syarat untuk membidik gelar juara.

Keunggulan “Tanpa Eropa”

Faktor terbesar yang dimiliki Milan dibanding Inter dan Napoli saat ini adalah jadwal.

  • Fokus Total: Mike Maignan dan kawan-kawan hanya memiliki 21 pertandingan liga tersisa hingga Mei. Tidak ada Liga Champions, tidak ada Liga Europa.
  • Kebugaran: Sementara rival mereka harus membagi energi di tengah pekan, Milan bisa berlatih penuh selama seminggu untuk mempersiapkan setiap laga Serie A. Ini adalah kemewahan yang dimanfaatkan Conte tahun lalu untuk membawa Napoli juara.

Paralel Conte vs Allegri

Ada kemiripan yang menakutkan antara apa yang dilakukan Allegri musim ini dengan Conte musim lalu.

  • Revolusi Skuad: Manajemen Milan merombak tim dengan mendatangkan 11 wajah baru (termasuk Modric, Rabiot, Saelemaekers), mirip dengan Napoli yang mendatangkan McTominay dan Lukaku.
  • Revitalisasi Pemain Lama: Pemain seperti Tomori, Maignan, dan Loftus-Cheek kembali ke performa terbaik di bawah Allegri. Ini identik dengan kebangkitan Di Lorenzo dan Lobotka di bawah Conte.
  • Loncatan Poin: Setelah 17 laga, Milan memiliki 11 poin lebih banyak dibanding musim lalu. Napoli musim lalu memiliki 13 poin lebih banyak di tahap yang sama.

Seni Menang 1-0 (Corto Muso)

Statistik pertahanan Milan adalah ciri khas tim juara. Filosofi Allegri yang mengutamakan hasil daripada keindahan mulai merasuk ke dalam tim.

  • Pertahanan Besi: Hanya kebobolan 13 gol (rata-rata juara). Napoli musim lalu kebobolan 12 gol di tahap ini.
  • Raja Clean Sheet: Mencatatkan 9 kali nirbobol.
  • Mentalitas Menang: Memenangkan 5 laga dengan skor 1-0. Tak terkalahkan dalam 16 laga terakhir.
  • Efisiensi Tandang: Di laga tandang, Milan tak terkalahkan dan hanya kebobolan 5 gol. Tidak ada tim lain di Italia yang lebih baik saat bermain di luar kandang.

Duet Maut: Leao-Pulisic vs Thula

Meskipun Inter mencetak lebih banyak gol secara total (38 vs 28), efisiensi lini depan Milan tak kalah tajam. Duet Rafael Leao dan Christian Pulisic telah mencetak total 14 gol, hanya terpaut satu gol dari duet maut Inter, Lautaro Martinez dan Marcus Thuram (15 gol).

“Tanpa gangguan kompetisi Eropa, kedua pelatih (Allegri dan Conte) telah menghapus sisa-sisa masa lalu dan membawa kembali mentalitas kemenangan.”

Milan mungkin tidak bermain cantik, tapi mereka bermain untuk menang. Dan dalam sejarah Serie A, pertahanan kuat dan jadwal longgar seringkali menjadi resep ampuh untuk meraih Scudetto.

Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.