Penulis: Evan Widjaja

  • Diburu Tim Raksasa Eropa, RB Leipzig Coba Lindungi Benjamin Sesko dengan Tawaran Kontrak Baru

    Diburu Tim Raksasa Eropa, RB Leipzig Coba Lindungi Benjamin Sesko dengan Tawaran Kontrak Baru

    Berita AC Milan – Benjamin Sesko telah menjadi sorotan musim ini setelah penampilan impresifnya bersama RB Leipzig. Striker muda asal Slovenia ini berhasil mencetak 18 gol, menarik minat beberapa klub besar Eropa, termasuk AC Milan. Namun, Leipzig tidak ingin kehilangan talenta mudanya dan telah mengajukan tawaran perpanjangan kontrak yang menguntungkan.

    Menurut laporan Fabrizio Romano, Leipzig telah menetapkan klausul pelepasan sebesar €65 juta untuk Sesko, sebuah angka yang cukup tinggi bagi klub yang ingin merekrutnya. Klub Jerman ini juga telah menawarkan perpanjangan kontrak dengan syarat-syarat yang sangat menguntungkan untuk mempertahankan Sesko setidaknya untuk satu tahun lagi.

    Leipzig melihat Sesko sebagai pemain kunci dalam proyek masa depan mereka dan berharap tawaran perpanjangan ini cukup menarik bagi striker muda tersebut. Meskipun demikian, minat dari klub-klub besar lainnya tetap ada, dan keputusan akhir akan bergantung pada bagaimana Sesko menanggapi tawaran tersebut.

    Minat dari AC Milan dan Alternatif Lain

    AC Milan, yang sedang mencari striker nomor 9 baru, telah mengamati Sesko sebagai salah satu kandidat potensial. Namun, dengan klausul pelepasan yang tinggi dan tawaran perpanjangan dari Leipzig, Milan tampaknya harus mundur dari persaingan untuk mendapatkan jasa pemain berusia 20 tahun itu.

    Sebagai gantinya, Rossoneri kini lebih fokus pada target lain, seperti Joshua Zirkzee dari Bologna. Dengan Zirkzee, Milan melihat peluang yang lebih realistis untuk memperkuat lini depannya tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar yang diperlukan untuk merekrut Sesko.

    Penghormatan untuk Olivier Giroud

    Sementara itu, AC Milan bersiap untuk mengucapkan terima kasih kepada Olivier Giroud atas kontribusinya selama bermain untuk klub. Pertandingan terakhir Giroud dengan seragam Milan dijadwalkan berlangsung akhir pekan depan di San Siro.

    Fans Milan akan memberikan penghormatan yang pantas bagi striker veteran ini, yang telah menjadi andalan di lini depan selama masa baktinya di klub.

    Penutup

    Benjamin Sesko masih memiliki beberapa opsi untuk masa depannya, baik itu tetap bersama Leipzig atau pindah ke klub lain yang tertarik padanya. Keputusan akhir Sesko akan sangat dinantikan oleh banyak pihak, termasuk AC Milan, yang saat ini tengah mencari pengganti yang tepat untuk memperkuat skuadnya musim depan.

  • Laga Melawan Salernitana akan Jadi Momen Perpisahan Stefano Pioli dan 4 Pemain AC Milan

    Laga Melawan Salernitana akan Jadi Momen Perpisahan Stefano Pioli dan 4 Pemain AC Milan

    Berita AC Milan – Akhir pekan depan, AC Milan akan menghadapi Salernitana dalam pertandingan yang sarat dengan momen emosional. Selain menjadi laga terakhir bagi manajer Stefano Pioli, empat pemain Rossoneri juga akan mengakhiri masa baktinya bersama klub.

    Perpisahan dengan Stefano Pioli

    Musim ini cukup mengecewakan bagi AC Milan, dan manajemen klub telah memutuskan untuk berpisah dengan Stefano Pioli. Pengumuman resmi mengenai kepergian Pioli diperkirakan akan dilakukan sebelum pertandingan melawan Salernitana, sehingga para pendukung dapat memberikan perpisahan yang layak bagi manajer yang telah berjasa membawa Milan kembali ke Liga Champions dan meraih Scudetto.

    Pioli, yang mengambil alih jabatan pada Oktober 2019, telah menjadi figur penting dalam kebangkitan Milan di kancah domestik dan Eropa. Namun, masa jabatan sang manajer akan segera berakhir, menandai era baru bagi klub.

    Empat Pemain yang Akan Pergi

    Selain Pioli, empat pemain juga akan mengakhiri masa kontraknya dengan AC Milan. Mereka adalah Antonio Mirante, Simon Kjaer, Mattia Caldara, dan Olivier Giroud. Tidak ada dari keempat pemain ini yang kontraknya akan diperpanjang, seperti yang telah dikonfirmasi beberapa bulan terakhir.

    1. Antonio Mirante: Kiper veteran ini baru-baru ini pulih dari cedera dan mungkin mendapatkan waktu bermain dalam pertandingan perpisahannya. Mirante telah menjadi sosok penting di ruang ganti, meski jarang tampil di lapangan.
    2. Simon Kjaer: Bek tengah ini berjuang melawan cedera sepanjang musim ini dan gagal tampil melawan Torino. Kjaer menjadi andalan di lini belakang AC Milan dan perpisahan dengannya akan meninggalkan lubang besar di pertahanan.
    3. Mattia Caldara: Setelah mengalami berbagai masalah cedera dan sulit bersaing untuk tempat di tim utama, Caldara akan mengakhiri masa baktinya dengan Milan. Dia diharapkan tetap berada di bangku cadangan dalam pertandingan terakhirnya. Bek Italia ini baru 2 kali tampil membela AC Milan, yakni di Piala Italia dan Liga Europa pada musim 2018/19 silam.
    4. Olivier Giroud: Striker veteran ini telah mencapai kesepakatan dengan LAFC dan mengumumkan kepergiannya awal pekan ini. Giroud, yang telah menjadi andalan di lini depan, akan bermain di Amerika Serikat setelah meninggalkan AC Milan.

    Harapan di Pertandingan Terakhir

    Pertandingan melawan Salernitana akan menjadi momen spesial bagi para pemain dan penggemar untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mereka yang telah memberikan kontribusi besar bagi klub.

    Meskipun musim ini tidak sesuai harapan, momen perpisahan ini memberikan kesempatan untuk menghargai jasa-jasa mereka dan berharap yang terbaik untuk masa depan mereka.

    Dengan perubahan besar yang akan terjadi, AC Milan diharapkan dapat memulai era baru yang lebih sukses dan terus berkompetisi di level tertinggi. Para penggemar akan menantikan pengumuman manajer baru dan langkah-langkah yang akan diambil klub dalam menyongsong musim depan.

  • AC Milan Primavera Amankan Tempat di Play-off Liga Setelah Hasil Imbang Dramatis Melawan Torino

    AC Milan Primavera Amankan Tempat di Play-off Liga Setelah Hasil Imbang Dramatis Melawan Torino

    Berita AC Milan – Dalam pertandingan yang penuh emosi dan ketegangan, AC Milan Primavera berhasil mengamankan tempat di fase terakhir liga, juga dikenal sebagai play-off, setelah bermain imbang 3-3 melawan Torino. Pertandingan yang berlangsung dramatis ini membuat pelatih kepala Ignazio Abate merasa bangga dan memuji penampilan timnya.

    Jalannya Pertandingan

    Pasukan Abate memulai babak kedua dengan penuh semangat, mencetak tiga gol cepat dan unggul dengan selisih tiga gol. Namun, Torino tidak tinggal diam dan berhasil bangkit dengan mencetak gol penyeimbang di akhir masa tambahan waktu.

    Torino memerlukan kemenangan untuk melompati Rossoneri dalam klasemen, namun hasil imbang ini cukup bagi Milan untuk mengamankan tempatnya di play-off.

    Komentar Pelatih

    Berbicara kepada MilanTV usai pertandingan, seperti dilansir MilanNews, Abate menyampaikan kebanggaannya terhadap pencapaian timnya. Ia memuji semangat juang dan solidaritas para pemainnya.

    “Kata-kata saja tidak cukup. Saya melatih sekelompok orang dengan hati yang besar. Kami sangat bersatu, mereka memainkan pertandingan hebat hari ini di lapangan yang sulit. Kami bangga bisa mencapai babak play-off bersama tim termuda di liga bersama Juventus,” ujar Abate.

    Skuad AC Milan Primavera
    Photo: acmilan.com

    Abate juga menyoroti tantangan yang dihadapi timnya, termasuk cedera beberapa pemain kunci seperti Victor, Cuenca, dan Jimenez. Meski begitu, para pemain menunjukkan dedikasi dan keberanian untuk tetap bertanding.

    “Simic tidak datang dari momen yang brilian, kami bahkan mendiskusikannya, tapi dia adalah orang yang hebat dan memainkan permainan yang hebat. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepadanya secara terbuka,” tambah Abate.

    Milan kini akan menghadapi Lazio di babak pertama play-off, dengan tempat di semifinal dipertaruhkan. Tantangan berikutnya akan semakin berat karena beberapa pemain kunci, termasuk Emanuele Sala, Mattia Liberali, dan Francesco Camarda, akan absen karena mengikuti Euro U17 bersama Italia.

    “Fase terakhir terjadi pada saat energi rendah. Aspek teknis-taktis menempati urutan kedua, kami perlu memulihkan energi mental kami. Kami perlu mendapatkan kembali kekuatan kami dan memanfaatkan peluang kami.

    “Kami yang termuda, kami harus bermain tanpa beban. Tim lain lebih terstruktur secara fisik, itu tidak akan mudah, tapi kami tetap bertahan, kami telah melakukan sesuatu yang unik,” ujar Abate.

    Meskipun tantangan besar menanti, semangat juang dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh Milan Primavera memberikan harapan besar bagi masa depan tim.

    Pertandingan melawan Lazio akan menjadi ujian besar berikutnya bagi pasukan muda Abate, dan para penggemar Rossoneri akan berharap untuk melihat tim mereka melaju lebih jauh di kompetisi ini.

    Berikut adalah klasemen liga Primavera Italia :

    Klasemen Primavera

  • Pro dan Kontra Jika AC Milan Menunjuk Paulo Fonseca Sebagai Pelatih Musim Depan

    Pro dan Kontra Jika AC Milan Menunjuk Paulo Fonseca Sebagai Pelatih Musim Depan

    Berita AC Milan – AC Milan sedang mencari pelatih kepala baru untuk menggantikan Stefano Pioli yang akan meninggalkan klub pada akhir musim ini. Paulo Fonseca, mantan manajer AS Roma dan saat ini memimpin Lille, telah muncul sebagai kandidat utama untuk posisi tersebut.

    Namun, keputusan ini menimbulkan pro dan kontra yang perlu dipertimbangkan. Dalam artikel kali ini, tim Beritamilan.com akan mengulas pro dan kontra jika I Rossoneri akhirnya menunjuk Fonseca sebagai pelatih baru AC Milan musim depan.

    Pro: Kesinambungan dan Pengalaman

    Marco Parolo, mantan gelandang Lazio dan pakar sepak bola saat ini, berbagi pemikirannya tentang Fonseca dalam siaran langsung di DAZN, seperti dikutip oleh PianetaMilan. Parolo menyoroti beberapa kelebihan dari kemungkinan penunjukan Fonseca:

    1. Kesinambungan Teknis: Fonseca menggunakan formasi yang mirip dengan yang digunakan oleh Pioli, yang dapat memastikan kesinambungan dalam taktik tim dan meminimalisir periode adaptasi yang panjang.
    2. Pengalaman dengan Pemain Muda: Fonseca dikenal memiliki kemampuan untuk bekerja dengan pemain muda, sesuatu yang sangat dihargai oleh Milan yang memiliki banyak talenta muda dalam skuadnya.
    3. Pengalaman Eropa dan Pengetahuan Serie A: Dengan latar belakang melatih di berbagai liga Eropa dan pernah menangani AS Roma, Fonseca memiliki pemahaman mendalam tentang tuntutan Serie A dan kompetisi Eropa.

    Kontra: Ketidakpastian dalam Meraih Trofi

    Namun, Parolo juga menyoroti beberapa kekurangan yang mungkin muncul dengan penunjukan Fonseca:

    1. Tidak Menimbulkan Gebrakan Besar: Fonseca tidak dianggap sebagai pelatih yang akan membawa perubahan besar atau memberikan dampak yang dramatis. Dia lebih terlihat sebagai pelatih yang stabil dan mungkin hanya bisa membawa hasil yang baik tanpa jaminan meraih trofi besar.
    2. Konsistensi dalam Meraih Kesuksesan: Meski memiliki pengalaman yang cukup, masih ada keraguan apakah Fonseca bisa membawa Milan meraih kejayaan seperti yang diharapkan oleh para penggemar dan manajemen klub.

    Situasi Terkini

    Menurut laporan terbaru, keputusan tentang pengganti Pioli akan segera diumumkan. Hal ini menjadi sangat penting bagi Milan untuk segera fokus pada persiapan musim depan dan melakukan transfer yang diperlukan untuk memperkuat tim.

    Fonseca, dengan rekam jejaknya, tampaknya menjadi pilihan yang masuk akal, meskipun mungkin tidak menjanjikan kegembiraan yang luar biasa.

    Kesimpulan

    Penunjukan Paulo Fonseca sebagai pelatih kepala AC Milan dapat membawa sejumlah keuntungan, terutama dalam hal kesinambungan taktis dan pengembangan pemain muda. Namun, ada kekhawatiran bahwa dia mungkin tidak mampu membawa klub meraih trofi besar.

    Dengan keputusan yang akan segera diumumkan, penggemar Milan harus bersiap untuk era baru yang mungkin akan lebih stabil daripada revolusioner.

  • AC Milan akan Umumkan Perpisahan dengan Stefano Pioli Sebelum Laga Terakhir Musim Ini

    AC Milan akan Umumkan Perpisahan dengan Stefano Pioli Sebelum Laga Terakhir Musim Ini

    Berita AC Milan – Milan diperkirakan akan mengumumkan bahwa Stefano Pioli akan berpisah dengan klub sebelum pertandingan terakhir musim ini, yang dijadwalkan pada akhir pekan depan. Pengumuman ini akan memberikan kesempatan bagi para penggemar untuk memberikan perpisahan yang layak kepada sang manajer.

    Pioli telah memimpin Milan sejak Oktober 2019, menggantikan Marco Giampaolo. Selama masa jabatannya, ia berhasil mengembalikan klub ke Liga Champions, memenangkan Scudetto, dan mencapai semifinal Liga Champions.

    Namun, perjalanan Pioli bersama AC Milan akan segera berakhir. Menurut laporan dari Gianluca Di Marzio (via MilanNews), pengumuman resmi mengenai kepergiannya akan dibuat pada Senin atau Selasa. Hal ini akan memungkinkan para penggemar untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Pioli saat Milan menghadapi Salernitana di San Siro.

    Pencarian Manajer Baru

    Milan belum memutuskan siapa yang akan menggantikan Pioli, meskipun manajemen telah memiliki beberapa kandidat dalam daftarnya. Keputusan tersebut diharapkan akan diambil dalam minggu depan, sehingga para penggemar tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengetahui siapa yang akan menjadi manajer baru Rossoneri.

    Menyelesaikan Musim dengan Baik

    Setelah kekalahan yang mengecewakan di pertandingan terakhir, Pioli bertekad untuk mengakhiri musim ini dengan baik. Pertandingan melawan Salernitana di San Siro akan menjadi kesempatan terakhir bagi Pioli untuk memimpin AC Milan di depan para pendukungnya.

    Para penggemar Milan diharapkan akan memberikan dukungan penuh kepada tim dan Pioli dalam pertandingan terakhir ini, mengingat kontribusi besar sang manajer selama beberapa tahun terakhir.

    Pertandingan melawan Salernitana tidak hanya akan menjadi penutup musim, tetapi juga akan menjadi momen emosional bagi klub, pemain, dan para penggemar untuk mengucapkan terima kasih kepada Stefano Pioli atas semua yang telah ia capai bersama AC Milan.

  • Mercato Musim Panas: AC Milan Evaluasi Penjualan Pemain

    Mercato Musim Panas: AC Milan Evaluasi Penjualan Pemain

    Berita AC Milan – Dengan mercato musim panas yang semakin mendekat, AC Milan bersiap untuk memperkuat tim sambil mempertimbangkan penjualan sejumlah pemain. Meskipun Rafael Leao diperkirakan akan bertahan, beberapa pemain lain mungkin akan meninggalkan klub untuk membantu mendanai transfer baru.

    Penjualan untuk Dana Tambahan

    Meskipun Milan finis di posisi kedua musim ini, ada rasa kekecewaan yang signifikan dan manajemen bertekad untuk memperkuat skuadnya. Untuk mencapai ini, Milan kemungkinan akan menjual beberapa pemain. Beberapa penjualan ini sudah jelas, namun ada beberapa nama lain yang sedang dipertimbangkan.

    Pemain yang Dievaluasi

    Menurut Daniele Longo dari Calciomercato.com, Milan sedang mengevaluasi situasi beberapa pemain kunci, termasuk Yacine Adli dan Ismael Bennacer.

    • Ismael Bennacer: Pemain ini menarik minat dari klub-klub Arab Saudi dan memiliki klausul pelepasan sebesar €50 juta. AC Milan mungkin mempertimbangkan penjualan jika ada tawaran yang sesuai.
    • Yacine Adli: Pemain Prancis ini telah menunjukkan performa yang cukup baik musim ini dan mungkin menarik minat dari beberapa klub lain.

    Selain itu, Milan juga ingin memahami keinginan Mike Maignan dan Fikayo Tomori. Kedua pemain ini dinilai memiliki nilai jual tinggi dan bisa saja dijual jika ada tawaran yang tepat.

    Situasi Rafael Leao

    Berbeda dengan pemain lainnya, Rafael Leao telah menyatakan keinginannya untuk tetap bertahan di AC Milan setidaknya untuk satu musim lagi. Rossoneri juga bertekad untuk mempertahankannya sebagai bagian dari rencana jangka panjang klub.

    Penutup

    Singkatnya, banyak hal yang bisa terjadi selama mercato musim panas ini di Casa Milan. Manajemen akan memutuskan berdasarkan tawaran yang masuk dan kebutuhan untuk memperkuat tim. Dengan sejumlah pemain yang dievaluasi untuk dijual, musim panas ini bisa menjadi periode yang sibuk bagi Rossoneri dalam upaya untuk kembali ke puncak sepakbola Italia dan Eropa.

  • Stefano Pioli: Kekalahan dari Torino Adalah Simbol Musim Kami!

    Stefano Pioli: Kekalahan dari Torino Adalah Simbol Musim Kami!

    Berita AC Milan – Menyusul kekalahan mengecewakan melawan Torino, pelatih kepala AC Milan, Stefano Pioli, berbicara kepada media dan berbagi pandangannya mengenai penampilan tim. Pioli mengakui bahwa performa tersebut menjadi ‘simbol’ dari apa yang salah sepanjang musim ini.

    Pioli memutuskan untuk memberikan kesempatan kepada beberapa pemain cadangan sejak awal pertandingan melawan Torino, seperti Filippo Terracciano. Meskipun Milan tampak mengendalikan permainan di babak pertama, I Rossoneri kenyataannya harus kebobolan dua gol akibat pertahanan yang sangat buruk.

    Berbicara kepada Sky Italia, Pioli membahas apa yang salah dengan Rossoneri dan menyatakan akan bertemu dengan manajemen klub, meskipun belum diputuskan apakah sebelum atau setelah pertandingan berikutnya.

    Tentang Pertandingan:

    “Meski hasilnya terlalu berlebihan, kami ceroboh di babak pertama dan mereka menghukum kami. Mereka memenangkan lebih banyak duel, mereka lebih bertekad dan penuh perhatian dalam situasi tertentu yang mengarahkan pertandingan.”

    Di Level Skuad:

    “Kami adalah yang terbaik dari tim ‘normal’ tahun ini karena ada tim yang melakukan sesuatu yang luar biasa [Inter]. Kami melakukannya lebih baik dari yang lain. Hari ini kami bisa berbuat lebih banyak, tapi ini bukan soal pemain cadangan, hari ini Torino memberikan sesuatu yang lebih di lapangan daripada kami.”

    Tentang Emosinya:

    “Laga berikutnya akan menjadi pertandingan liga terakhir dan kita lihat saja nanti. Kami telah membicarakan masa depan saya selama berbulan-bulan, tim ini bagus karena tidak mudah mengikuti pelatih dalam situasi ini.”

    Tentang Kesulitannya:

    “Grup ini selalu kompak dan kohesif. Kami mengalami kesulitan, Inter melakukan sesuatu yang luar biasa, kami menjalani musim yang bagus. Penyesalannya adalah Eropa, pertama tersingkir dari Liga Champions dan kemudian tersingkir melawan Roma di Liga Europa. Saya mengalami segalanya dengan keseimbangan dan perhatian yang besar. Beberapa hal tidak membebani saya, saya melanjutkan perjalanan saya.”

    Saat Menyerang dan Bertahan:

    “Pertandingan malam ini, dari sudut pandang pertahanan, adalah simbol musim kami: kami memberi mereka empat peluang dan kebobolan tiga gol. Kami kebobolan terlalu banyak gol tahun ini.”

    Tentang Kritik dan Masa Depan:

    “Kami menghadapi situasi sulit, menyelesaikan liga di posisi kedua. Saya tidak punya janji temu dengan klub. Kami selalu bertemu di akhir musim, saya tidak tahu apakah kami akan bertemu sebelum atau sesudah Salernitana.

    “Saya belum berbicara dengan tim lain, saya terlalu menghormati Milan dan para penggemar. Saya tidak memikirkan masa depan, saya akan memikirkannya ketika saatnya tiba.”

    Pertandingan terakhir AC Milan musim ini akan berlangsung di San Siro dengan Salernitana sebagai lawannya. Belum ada konfirmasi apakah pertandingan tersebut akan dimainkan pada hari Sabtu atau Minggu.

    Bagaimanapun, Milan berharap dapat menutup musim dengan kemenangan, meskipun hasil tersebut tidak akan banyak mempengaruhi posisi akhir klub di klasemen Serie A.

  • Rating Pemain AC Milan vs Torino [Serie A]

    Rating Pemain AC Milan vs Torino [Serie A]

    Berita AC Milan –  AC Milan mengalami kekalahan tandang yang mengecewakan melawan Torino setelah penampilan pertahanan yang buruk, yang sering kali terlihat musim ini.

    Beberapa pemain tampil di bawah standar, sementara yang lain tampil cukup baik. Berikut adalah rating penilaian pemain untuk Rossoneri.

    Penilaian Pemain Starting XI:

    • Sportiello (6): Mengalami momen goyah di awal pertandingan ketika hampir menyentuh bola di luar kotak penalti, namun berhasil bangkit. Tidak bisa berbuat banyak terhadap gol yang terjadi dan kakinya bekerja dengan baik, jadi ia mendapatkan nilai rata-rata.
    • Kalulu (5.5): Penampilan pertahanan yang kurang baik dari pemain Prancis ini dan tidak banyak kontribusi dalam serangan. Ia bisa tampil jauh lebih baik.
    • Thiaw (5): Bertanggung jawab atas gol pertama karena kehilangan jejak Zapata. Meski antisipasi umpan silang sangat bagus, pemain Jerman ini perlu tampil lebih baik dan lebih asertif dalam duel lainnya.
    • Tomori (5): Pertahanan yang sangat buruk pada gol kedua saat mencoba menjaga lawan yang sudah dijaga Kalulu. Tampak terkejut saat tidak ada yang berada di tiang belakang, dimana seharusnya ia berada. Banyak keluhan darinya, namun tidak banyak yang diperlihatkan.
    • Terracciano (5.5): Memulai permainan dengan baik dalam peran terbalik, namun akhirnya tidak terlalu efektif. Nilainya bisa lebih tinggi, namun ekspektasi lebih tinggi terhadapnya.
    • Musah (5.5): Seperti bek sayap lainnya, pemain Amerika ini sering membuat pergerakan yang tepat namun tidak banyak yang dihasilkan saat menguasai bola. Lebih baik dibandingkan permainan lainnya, tapi masih belum cukup.
    • Reijnders (6): Penting dalam menciptakan peluang meski Milan tidak banyak menciptakan peluang. Kemampuannya untuk melewati lawan dalam situasi sulit sangat berguna, namun ia bisa berkontribusi lebih.
    • Bennacer (6.5): Penampilan yang oke dari kapten malam itu, meski kalah dalam duel melawan Pellegri sebelum gol kedua. Namun, mencetak gol penalti yang sangat bagus, gol keduanya musim ini.
    • Pulisic (6.5 – MOTM): Upayanya membentur mistar gawang dan memenangkan penalti. Menciptakan beberapa peluang dan meski gagal memanfaatkan beberapa peluang dengan kepalanya, ia menjadi MOTM berkat usahanya.
    • Jovic (5.5): Meski menunjukkan beberapa umpan bagus, ia tidak cukup tajam malam ini. Terlalu sering berada di posisi yang salah, tidak ideal untuk striker sekelasnya.
    • Okafor (6): Hampir mencetak gol ajaib dengan tendangan melengkung yang bagus dan berhasil mengalahkan pemain lawan lebih dari sekali. Keputusan tepat untuk menariknya keluar saat ia mulai tenang di periode pertandingan tersebut.

    Penilaian Pemain Pengganti:

    • Leao (5.5): Beberapa umpan silang yang sangat buruk langsung dilakukan dan tidak banyak terlihat, meski melakukan serangan balik cepat yang bagus.
    • Florenzi (6): Melakukan beberapa tendangan sudut yang bagus dan memberikan umpan panjang yang bagus kepada Leao untuk peluang serangan balik.
    • Giroud (N/A): Tidak cukup bermain untuk dinilai.
    • Pobega (N/A): Tidak cukup bermain untuk dinilai.

    Manajer:

    • Pioli (4.5): Banyak eksperimen dengan bek sayap terbalik dan taktik aneh dari Milan yang menambah kebingungan. Kebobolan gol yang sama juga terus terjadi, jauh dari ideal. Meski demikian, senang melihatnya memberi kesempatan kepada pemain cadangan.

    Kekalahan ini menunjukkan perlunya evaluasi lebih mendalam terhadap pertahanan AC Milan dan penyesuaian strategi agar bisa kembali ke jalur kemenangan.

  • Pelatih Incaran AC Milan Roberto De Zerbi Resmi Tinggalkan Brighton

    Pelatih Incaran AC Milan Roberto De Zerbi Resmi Tinggalkan Brighton

    Berita AC Milan – Brighton & Hove Albion telah mengonfirmasi bahwa pelatih kepala mereka, Roberto De Zerbi, akan meninggalkan klub setelah pertandingan terakhir musim ini.

    De Zerbi, yang bergabung dengan Brighton pada September 2022 setelah Graham Potter berangkat ke Chelsea, telah menerima pujian luas atas kontribusinya, termasuk membawa klub ke kompetisi Eropa musim lalu dan mencapai babak 16 besar Liga Eropa UEFA musim ini.

    Alasan Perpisahan

    Chairman Brighton, Tony Bloom, menjelaskan alasan di balik keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan De Zerbi melalui situs resmi klub. “Roberto telah memberikan dua musim pelayanan yang luar biasa, membawa klub ke tingkat yang baru, termasuk kampanye Eropa pertama kami yang akan selalu dikenang oleh para penggemar Albion,” ujar Bloom.

    Bloom menambahkan bahwa keputusan ini diambil setelah diskusi panjang mengenai masa depan. “Kami telah sepakat untuk mengakhiri kontrak Roberto pada waktu yang sesuai bagi kedua belah pihak, memberi kami kesempatan untuk merencanakan musim depan dan memberi Roberto waktu untuk mempertimbangkan langkah berikutnya.”

    De Zerbi Mengungkapkan Rasa Syukur

    De Zerbi sendiri menyampaikan rasa terima kasihnya atas pengalaman yang didapat selama dua tahun bersama Brighton. “Saya sangat sedih harus meninggalkan Brighton, namun saya sangat bangga dengan apa yang telah dicapai para pemain dan staf dengan dukungan semua orang di klub dan para penggemar kami yang luar biasa dalam dua musim bersejarah terakhir,” kata De Zerbi.

    Ia juga menyebut bahwa kesepakatan untuk mengakhiri masa kerja di Brighton memungkinkan klub dan dirinya untuk melanjutkan jalan masing-masing sesuai dengan visi dan nilai-nilai mereka.

    Masa Depan De Zerbi

    Mantan bos Sassuolo itu kini menjadi salah satu nama yang sedang dievaluasi oleh AC Milan sebagai calon penerus Stefano Pioli. Sebelumnya, klausul pelepasan menjadi kendala, namun kini hal tersebut tidak lagi menjadi penghalang.

    De Zerbi, yang berasal dari akademi muda Rossoneri dan memiliki keterikatan kuat dengan klub, mungkin akan kembali menjadi topik pembicaraan di Milan. Pengalamannya yang sukses di Premier League dan reputasinya sebagai pelatih yang inovatif membuatnya menjadi kandidat menarik untuk membawa AC Milan kembali ke jalur kejayaan.

    Dengan perpisahan yang resmi dari Brighton, De Zerbi kini memiliki waktu untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam kariernya. Para penggemar Milan tentu akan menantikan perkembangan lebih lanjut terkait kemungkinan kembalinya De Zerbi ke San Siro.

  • Bursa Pelatih AC Milan: Graham Potter Masih Jadi Salah Satu Kandidat Favorit

    Bursa Pelatih AC Milan: Graham Potter Masih Jadi Salah Satu Kandidat Favorit

    Berita AC Milan – Milan terus melakukan proses identifikasi pelatih kepala baru yang akan menggantikan Stefano Pioli. Menurut laporan dari La Gazzetta dello Sport, Paulo Fonseca saat ini menjadi kandidat utama. Namun, Milan tetap memberikan peluang yang luas dan bahkan telah berbicara dengan agen pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni.

    Keputusan akhir mengenai pelatih baru berada di tangan Giorgio Furlani, Geoffrey Moncada, dan Zlatan Ibrahimovic. Mereka melakukan evaluasi mendalam terhadap semua kandidat, termasuk Marcelo Gallardo yang tengah berusaha membebaskan diri dari kontraknya dengan Al Ittihad di Arab Saudi.

    Gallardo, yang memiliki opsi untuk kembali ke River Plate atau memilih klub lain di Eropa, juga menjadi perhatian Milan.

    Selain Fonseca dan Gallardo, Milan juga mempertimbangkan Graham Potter sebagai kandidat. Potter, yang pernah menghadapi Milan saat menangani Chelsea di Liga Champions 2022-23, memiliki pengalaman melawan tim Rossoneri, meski Milan saat itu dilanda cedera dan kalah di dua pertemuan.

    Potter meninggalkan Chelsea setahun yang lalu dan kini siap untuk memulai babak baru dalam kariernya. Meskipun dia telah dievaluasi oleh Milan, Potter tidak dianggap sebagai favorit utama untuk posisi tersebut.

    Dalam beberapa pekan ke depan, Milan diharapkan dapat membuat keputusan mengenai pelatih barunya. Dengan berbagai opsi yang dipertimbangkan, manajemen Milan bertujuan untuk memilih pemimpin yang mampu membawa klub kembali ke jalur kemenangan dan kejayaan.

    Keputusan ini akan sangat penting bagi masa depan klub dan para penggemar berharap pilihan yang dibuat akan memberikan dampak positif bagi AC Milan di musim-musim mendatang.