Mantan wasit top Italia yang kini menjabat sebagai Kepala Wasit UEFA, Roberto Rosetti, baru saja memberikan pernyataan penting terkait masa depan perwasitan Eropa. Pernyataan ini tentu menjadi perhatian bagi klub-klub besar termasuk AC Milan yang kerap terlibat drama VAR.
Berbicara kepada Gazzetta.it di sela-sela Kongres Brussels, Rosetti menyoroti filosofi penggunaan teknologi video pembantu wasit tersebut. Ia menegaskan bahwa UEFA ingin mengembalikan VAR ke tujuan aslinya.
“Mungkin kita semua lupa mengapa VAR dilahirkan. VAR lahir untuk kesalahan yang jelas dan nyata. UEFA lebih memilih untuk mengurangi intervensi video dan membiarkan keputusan tetap di lapangan.”
“Kita mungkin akan kehilangan satu penalti sesekali, tetapi kita tidak akan mendapatkan penalti yang sebenarnya tidak ada. Kita harus menemukan kembali prinsip-prinsip awal.”
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Menurut Rosetti, VAR bekerja sempurna untuk keputusan faktual seperti offside. Namun, untuk hal-hal yang bersifat interpretasi, UEFA ingin mengurangi ketergantungan wasit pada monitor.
Pilar Utama Perwasitan UEFA
Selain soal VAR, Rosetti juga menjabarkan poin-poin krusial yang menjadi fokus wasit saat ini. Berikut adalah prioritas utama yang harus ditegakkan di lapangan:
- Perlindungan terhadap keselamatan pemain.
- Memerangi tindakan melebih-lebihkan kontak ringan (diving).
- Keseragaman interpretasi handball.
- Melindungi kiper dari gangguan lawan saat memegang bola.
- Komunikasi efektif antara wasit dan kapten tim.
Analisis Redaksi
Pernyataan Rosetti ini membawa angin segar bagi penikmat sepak bola yang lelah dengan terlalu banyaknya interupsi laga. Sepak bola sejatinya adalah olahraga yang mengalir, dan intervensi VAR yang berlebihan memang kerap merusak ritme.
Bagi AC Milan, perubahan pendekatan ini berarti para pemain tidak boleh lagi berharap pada penalti “murah” hasil tinjauan ulang mikro. Fisik dan mentalitas untuk menerima keputusan wasit di lapangan akan menjadi kunci.
Selain itu, apresiasi UEFA terhadap aturan “8 detik” bagi kiper memegang bola menunjukkan bahwa upaya mempercepat waktu efektif permainan mulai membuahkan hasil. Kita berharap konsistensi ini juga diterapkan di Serie A.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan hidup silakan Klik di sini.





