Berita

Antonio Vitiello: “Milan Telah Kembali ke Era 2010-an!”

×

Antonio Vitiello: “Milan Telah Kembali ke Era 2010-an!”

Sebarkan artikel ini
Photo: acmilan.com

AC Milan tengah menghadapi salah satu periode terburuk dalam sejarah modern mereka, dengan performa buruk di Serie A dan kegagalan mengejutkan di Liga Champions yang memaksa klub mempertimbangkan perombakan besar di semua level.

Jurnalis Antonio Vitiello dari MilanNews mengungkapkan bahwa perubahan signifikan akan segera dilakukan untuk membalikkan keadaan dan mengembalikan Rossoneri ke jalur kemenangan.


Musim Penuh Kegagalan

Posisi kesembilan di klasemen Serie A, tersingkirnya Milan dari Liga Champions di babak play-off oleh Feyenoord, dan tiga kekalahan beruntun dari Torino, Bologna, dan Lazio telah menciptakan krisis besar di San Siro. Menurut Vitiello, ini adalah musim yang cukup untuk dicap sebagai kegagalan total.

“Ketika Anda menjalani musim seperti ini, Anda selalu mempertanyakan pilihan yang dibuat selama ini, dan terbukti banyak yang salah. Milan tampaknya telah kembali ke era 2010-an, dengan kesalahan pemrograman serius yang terjadi musim semi lalu.”

 

Photo: acmilan.com

Langkah Awal Revolusi

Milan telah memulai proses perombakan dengan perubahan di sektor komunikasi, menunjuk Francesca Montini sebagai Chief Communications Officer. Namun, ini baru awal dari serangkaian langkah penting lainnya yang akan mencakup:

  1. Penunjukan Direktur Olahraga Baru
    Dua kandidat utama untuk posisi ini adalah Igli Tare (mantan direktur olahraga Lazio) dan Fabio Paratici (mantan direktur Juventus dan Tottenham). Kedua kandidat memiliki karakteristik berbeda:

    • Tare: Fokus pada aspek kelembagaan dan strategi jangka panjang.
    • Paratici: Lebih aktif di lapangan dengan hubungan dekat dengan pemain dan pelatih.

    “Terlepas dari pilihannya, direktur olahraga berikutnya harus memiliki kebebasan penuh untuk bermanuver. Jika ada gangguan dalam pekerjaan sehari-hari, tidak ada yang akan berubah.”

  2. Penunjukan Pelatih Baru
    Milan membutuhkan pelatih dengan kepribadian kuat, pengalaman, dan mentalitas juara untuk mengelola ruang ganti yang penuh tantangan. Pilihan ini akan menjadi kunci untuk membangun kembali identitas tim.

    “Pelatih yang tepat harus dipilih dengan hati-hati, dan filosofi permainan yang diusungnya harus menjadi dasar dari strategi transfer klub.”

  3. Evaluasi dan Perombakan Skuad
    Banyak pemain saat ini dianggap berada di akhir siklus mereka. Klub akan melakukan wawancara individual untuk menentukan siapa yang masih termotivasi untuk bertahan dan siapa yang harus dilepas.

    “Kami membutuhkan pemain yang berjuang dan berkeringat demi seragam. Pelatih dan direktur olahraga harus bekerja bersama untuk memutuskan siapa yang dipertahankan dan departemen mana yang diperkuat.”

     

Photo: acmilan.com

Kesalahan Masa Lalu yang Harus Diperbaiki

Vitiello menyoroti bahwa salah satu kesalahan terbesar Milan musim lalu adalah memaksakan strategi transfer tanpa mempertimbangkan kebutuhan pelatih. Akibatnya, banyak pemain baru yang tidak cocok dengan filosofi permainan yang diterapkan, yang berdampak langsung pada performa tim.

“Kesalahan dibuat dengan mengadaptasi pelatih ke mercato yang telah diputuskan di meja tanpa memandang pelatih. Hasilnya terlihat jelas.”


Harapan untuk Masa Depan

Revolusi ini diharapkan dapat membawa Milan kembali ke jalur yang benar. Dengan direktur olahraga yang kompeten, pelatih yang kuat, dan skuad yang termotivasi, Milan dapat memulai siklus baru yang lebih sukses. Namun, semua keputusan harus diambil dengan hati-hati dan berdasarkan visi yang jelas.

“Cukup dengan visi yang berbeda. Milan harus menyerahkan kunci kepada manajer baru dan mendukungnya sepenuhnya.”

Photo: acmilan.com

Kesimpulan:
AC Milan menghadapi momen krusial dalam sejarah mereka, dengan perubahan besar yang akan menentukan arah klub di masa depan.

Revolusi di semua level—dari manajemen hingga skuad—adalah langkah yang diperlukan untuk mengembalikan kejayaan Rossoneri. Dengan pengambilan keputusan yang tepat, Milan dapat bangkit kembali dan kembali bersaing di level tertinggi, baik di Italia maupun Eropa. Forza Milan!