Ada paradoks yang membingungkan di tubuh skuad AC Milan musim ini. Mereka kehilangan terlalu banyak poin melawan tim di paruh bawah klasemen, dan statistik pertahanan menunjukkan alasan utamanya.
Laporan dari MilanNews mengungkapkan data yang mengejutkan: Rossoneri memiliki pertahanan sekuat baja saat menghadapi sesama tim besar, namun berubah menjadi rapuh saat bertemu tim yang di atas kertas lebih lemah.
Statistik: 13 vs 2
Mari kita lihat angkanya. Sejauh musim ini berjalan, Milan telah kebobolan total 15 gol di Serie A.
- Lawan Tim Top 10: Milan hanya kebobolan 2 gol (melawan Napoli dan Atalanta, salah satunya penalti). Luar biasa solid.
- Lawan Tim Bottom 10: Milan kebobolan 13 gol. Sangat kontras.
Masalah Mental dan Taktis
Mengapa ini terjadi? Ada dua diagnosa utama:
- Masalah Mental: Tim cenderung masuk ke lapangan dengan konsentrasi yang sedikit berkurang saat melawan tim kecil. Banyak gol yang seharusnya bisa dihindari dengan sedikit lebih banyak fokus.
- Masalah Taktis: Tak bisa dipungkiri Milan asuhan Allegri lebih baik saat bermain counter-attack (biasanya saat lawan tim besar). Namun, ketika harus mendominasi penguasaan bola (lawan tim kecil), mereka sering meninggalkan celah untuk serangan balik lawan.
Allegri: Lihat Gelas Setengah Penuh
Dalam konferensi pers jelang laga melawan Como, Massimiliano Allegri menanggapi isu kebobolan ini dengan filosofi “gelas setengah penuh”. Ia mengakui timnya sering tertinggal lebih dulu, namun memuji daya juang mereka.
“Saya setuju bahwa kami tertinggal delapan kali, tetapi kami juga bangkit (recovered) delapan kali: itu tergantung pada apakah Anda melihat gelas setengah penuh atau setengah kosong.”
Allegri menekankan bahwa sepak bola penuh dengan kejadian tak terduga. Namun, untuk laga melawan Como besok, konsentrasi penuh mutlak diperlukan agar statistik buruk “13 gol” tersebut tidak bertambah.
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.





