Carlo Ancelotti mengungkap sebuah pujian terbaik. Pujian itu ia terima sepanjang kariernya sebagai pelatih. Pujian tersebut datang dari legenda AC Milan, Paolo Maldini. Ancelotti mengenal Maldini dengan sangat baik.
Ia melatih Maldini selama periode emasnya di Milan dari tahun 2001 hingga 2009.
Pujian Terbaik dari Sang Kapten
Ancelotti memberikan wawancara panjang kepada surat kabar Prancis, L’Equipe. Ia ditanya tentang sesuatu yang ditulis Maldini dalam bukunya. Maldini menulis: “Bersama Carlo, saya menikmati bermain sepak bola, tetapi saya juga menikmati hidup.” Ancelotti merespons pujian itu dengan hangat.
“Jika Maldini yang mengatakannya, ya. Saya pikir pada akhirnya semua pemain yang saya latih telah mendapatkan manfaat dari dan menghargai cara kerja saya. Karena gaya manajemen saya fleksibel. Saya bukan seorang diktator,” katanya (via MilanPress).
“Saya orang biasa yang suka hidup dalam suasana tenang. Kita bisa mendapatkan yang terbaik dari orang lain saat kita tenang.”

Filosofi dan Kehidupan Baru di Brasil
Don Carlo saat ini menjalani pengalaman baru. Ia melatih tim nasional Brasil. Ia menjelaskan perasaannya setelah lama tidak melatih klub setiap hari.
“Bagi saya, ya. Temponya berbeda. Saya perlu membenamkan diri dalam budaya negara ini, itulah sebabnya saya pindah ke Rio. Di sini saya menemukan Federasi yang sangat terorganisir dengan baik. Dari presiden CBF hingga direkturnya.”
“Semua orang fantastis dan antusias. Kami bekerja dalam suasana yang luar biasa, dengan keseriusan. Saya datang bersama asisten saya, tetapi saya tidak membutuhkan yang lain. Strukturnya sempurna.”
Era Emas di San Siro
Wawancara ini kembali mengingatkan para penggemar I Rossoneri pada era emas. Ancelotti memenangkan delapan trofi selama di Milan. Ia membawa Il Diavolo Rosso menjuarai Liga Champions sebanyak dua kali. Duetnya bersama kapten Paolo Maldini menjadi salah satu periode tersukses dalam sejarah panjang klub.
Kutipan dari Paolo Maldini ini secara sempurna merangkum filosofi kepelatihan Carlo Ancelotti. Ia tidak hanya dikenal sebagai seorang jenius taktik, tetapi juga sebagai seorang ‘Bapak’ yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan manusiawi.
Anekdot tentang bagaimana ia mengelola ruang ganti yang penuh bintang di Milan dengan ketenangan telah menjadi legenda. Kemampuannya menyeimbangkan antara tuntutan tinggi dan hubungan personal inilah yang membuatnya dihormati oleh semua pemainnya, termasuk sang kapten legendaris.
Terus ikuti perkembangan dan berita AC Milan terbaru hanya di Beritamilan.com.





