Pengumuman resmi kedatangan Niclas Füllkrug ke AC Milan tinggal menunggu waktu setelah sang pemain menyelesaikan tes medisnya hari Selasa lalu. Di balik transfer pinjaman ini, terdapat kebutuhan taktis mendesak yang ingin diselesaikan oleh Massimiliano Allegri, yakni lemahnya ancaman bola udara Rossoneri.
Musim ini, Milan memang cukup produktif dengan mencetak 24 gol di Serie A (terbanyak kedua di liga). Namun, ketergantungan pada kecepatan kaki Rafael Leao dan Christian Pulisic menyisakan satu lubang besar: ketiadaan penyerang tengah yang dominan dalam duel udara.
Krisis Gol Sundulan
Statistik menunjukkan fakta yang cukup mengejutkan mengenai cara Milan mencetak gol musim ini. Meskipun memiliki banyak pemain sayap yang jago mengirim umpan silang, konversinya sangat minim.
- Hanya 1 Gol di Liga: Dari 24 gol di Serie A, hanya SATU yang berasal dari sundulan. Itu pun terjadi di pekan ke-2 saat Ruben Loftus-Cheek memanfaatkan umpan Luka Modric.
- Total Musim Ini: Jika ditambah Coppa Italia, hanya ada satu tambahan gol sundulan dari Rafael Leao saat melawan Bari. Total 2 gol sundulan jelas angka yang sangat rendah untuk tim pemburu Scudetto.
Füllkrug: Senjata Udara Baru
Kedatangan Füllkrug diharapkan mengubah dinamika tersebut secara instan. Striker Jerman ini memiliki rekam jejak yang membuktikan bahwa kepalanya adalah senjata mematikan.
- Statistik Dortmund (2023-24): Saat mencetak 16 gol untuk Dortmund, 4 di antaranya lahir dari sundulan kepala.
- Statistik West Ham: Bersama The Hammers, 2 dari 3 golnya juga dicetak melalui sundulan.
“Dengan Füllkrug di lini depan, Allegri diharapkan memiliki senjata lain… Dua gol sundulan (Milan) masih jauh dari cukup, terutama jika Anda mempertimbangkan bahwa Milan memiliki beberapa pemain kuat dalam hal umpan silang.”
Füllkrug tidak hanya akan menjadi target man, tetapi juga predator yang siap menyambut umpan-umpan silang dari Pulisic, Leao, maupun Theo Hernandez yang selama ini sering terbuang percuma.
Ingin mentraktir penulis secangkir kopi? Silakan KLIK DISINI.





