Berita

Analisis Taktik AC Milan: Allegri Masih Simpan Misteri Jelang Musim Baru

×

Analisis Taktik AC Milan: Allegri Masih Simpan Misteri Jelang Musim Baru

Sebarkan artikel ini
Photo: www.acmilan.com

Dengan berakhirnya lima pertandingan pramusim, formasi inti yang akan dipilih oleh Massimiliano Allegri untuk AC Milan masih menjadi sebuah teka-teki. Pelatih asal Italia itu telah menunjukkan pendekatan taktik yang sangat fleksibel dan sulit ditebak.

Menurut MilanNews, Rossoneri telah tampil dengan sistem yang ‘bunglon’, bervariasi antara 3-5-1-1 dan 4-3-3 yang lebih konvensional.

Fondasi Lini Tengah yang Kokoh

Satu-satunya area yang tampaknya sudah pasti adalah lini tengah. Allegri secara konsisten menggunakan formasi tiga gelandang, di mana ia kini memiliki kedalaman yang melimpah.

Nama-nama seperti Luka Modric, Samuele Ricci, Youssouf Fofana, Ardon Jashari, dan Ruben Loftus-Cheek akan saling bergantian mengisi tiga posisi sentral tersebut.

Photo: www.acmilan.com

Keraguan di Lini Pertahanan

Pertanyaan besar pertama muncul di lini belakang. Jika Allegri berkomitmen pada formasi tiga bek, maka memiliki hanya empat bek tengah (Koni De Winter, Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, dan Strahinja Pavlovic) akan sangat berisiko.

Selain itu, posisi bek sayap kanan juga masih menimbulkan keraguan. Jika Zachary Athekame datang, Milan hanya akan memiliki dua opsi muda di posisi tersebut, yang dinilai kurang memberikan jaminan dari segi fisik dan pertahanan.

Leao, Pulisic
Photo: acmilan.com

Teka-teki Lini Serang

Di lini depan, satu-satunya pemain yang posisinya tak tergoyahkan adalah Rafael Leao. Namun, di mana Christian Pulisic akan bermain masih menjadi dilema.

Jika Pulisic bermain sebagai penyerang kedua bersama Leao, maka Santi Gimenez dan striker baru yang akan datang berisiko berakhir di bangku cadangan. Jika Milan memakai formasi 4-3-3, Pulisic bisa kembali ke posisi sayap kanan favoritnya, namun itu berarti mengubah sistem utama.

Sebagai penutup, ketidakpastian taktik ini mungkin justru adalah senjata utama Allegri. Filosofi “corto muso” miliknya tidak hanya tentang memenangkan laga dengan skor tipis, tapi juga tentang kemampuan beradaptasi dan membuat lawan terus menebak-nebak hingga akhir musim.

Mau mentraktir admin secangkir kopi? Silakan klik link berikut ini: https://trakteer.id/beritamilan. Forza Milan!