Istilah “transfer gratis” seringkali menipu dalam dunia sepak bola modern, dan kasus Divock Origi di AC Milan adalah contoh paling nyata dari jebakan tersebut. Setelah kesepakatan pemutusan kontrak dicapai beberapa hari lalu, kini terungkap betapa besarnya biaya yang harus ditanggung Rossoneri untuk kontribusi yang sangat minim dari pemain Belgia itu.
Didatangkan pasca-Scudetto 2022 oleh Paolo Maldini sebagai pelapis Olivier Giroud, Origi diharapkan membawa pengalaman mental juara. Namun, realitasnya jauh dari harapan. Masalah fisik dan performa buruk membuatnya menjadi beban skuad, bahkan setelah sempat dipinjamkan ke Nottingham Forest yang juga berakhir mengecewakan.
Rincian Biaya yang “Mengerikan”
Menurut analisis dari Calcio e Finanza, meskipun Origi datang tanpa biaya transfer, paket gaji yang disepakati sangatlah membebani neraca keuangan klub.
- Gaji Tahunan: Milan menyetujui gaji bersih €4 juta per tahun. Berkat Dekret Pertumbuhan, biaya kotornya menjadi €5,24 juta per tahun.
- Total Pengeluaran: Milan membayar gajinya penuh untuk musim 2022-23, musim 2024-25 (meski ia dibekukan dari skuad), dan setengah dari musim ini sebelum pemutusan kontrak. Ditambah komisi agen €700 ribu, total uang yang keluar mencapai sekitar €13,8 juta.
Harga Per Gol: €6,88 Juta!
Jika total biaya tersebut dibagi dengan kontribusi di lapangan (hanya 2 gol dalam 36 penampilan), hasilnya sangat mencengangkan.
“Jika Anda menghitungnya, Origi menghabiskan biaya €382,2 ribu per pertandingan untuk Milan, €11,5 ribu (sekitar Rp190 juta) per menit, dan €6,88 juta (sekitar Rp113 miliar) per gol!”
Angka-angka ini menvalidasi label “kegagalan besar” yang disematkan pada Origi. Keputusan untuk mengakhiri kontraknya, meskipun terlambat, setidaknya menghentikan pendarahan finansial klub lebih lanjut.
Ingin mentraktir penulis secangkir kopi? Silakan KLIK DISINI.





