Dua hasil imbang berturut-turut melawan tim papan bawah (Genoa dan Fiorentina) menyalakan alarm tanda bahaya di AC Milan. Meski rekor tak terkalahkan masih terjaga berkat gol-gol di menit akhir, performa Rossoneri jelas terlihat menurun.
MilanNews merilis analisis mendalam mengenai situasi ini. Apakah adil menyebut Milan sedang mengalami kemunduran? Jika ya, apa penyebabnya? Berikut adalah tiga faktor utama yang menjadi biang keladi kesulitan Milan belakangan ini.
1. Kondisi Fisik Pemain Kunci (Leao & Pulisic Cedera?)
Penyebab utama adalah kelelahan dan cedera ringan yang menimpa pilar utama Massimiliano Allegri. Mereka dipaksa bermain meski tidak dalam kondisi 100%.
- Alexis Saelemaekers: Selalu menjadi starter karena tidak ada pelapis yang sepadan. Perannya sangat menuntut fisik, dan ia sangat butuh istirahat.
- Rafael Leao: Mengalami masalah pada otot adduktor. Ini menjelaskan mengapa ia terlihat tidak bisa melakukan sprint eksplosif seperti biasanya.
- Christian Pulisic: Sedang berjuang dengan masalah hamstring ringan. Cedera ini menghambat performa pemain No. 11 tersebut untuk tampil di level terbaiknya.
- Adrien Rabiot: Baru sembuh dari cedera betis panjang, langsung digeber sebagai starter, dan sempat mengalami benturan sebelum laga Fiorentina.
2. Rotasi yang Tidak Efektif
Allegri enggan melakukan rotasi kecuali terpaksa. Alasannya sederhana: kualitas pemain pelapis dianggap belum memberikan jaminan.
- Kualitas Tim B: “Samuele Ricci dan Ardon Jashari bukanlah Modric dan Rabiot. Ruben Loftus-Cheek kembali ke performa buruk. Pervis Estupinan dan Zachary Athekame saat ini tidak dapat diandalkan.”
Kesenjangan kualitas ini membuat Allegri ragu untuk mengistirahatkan pemain utamanya, yang pada akhirnya memperburuk masalah poin pertama (kelelahan).
3. Kurangnya Agresivitas & Intensitas
Poin ketiga adalah dampak dari dua poin sebelumnya. Karena pemain kunci kelelahan atau sakit, permainan tim menjadi lambat.
“Jika pemain kunci tidak dalam kondisi terbaiknya, hasilnya adalah tim bermain lambat dan kurang intensitas… Dalam beberapa pertandingan, Milan praktis membuang babak pertama begitu saja.”
Ini menjelaskan mengapa Milan sering tertinggal atau buntu di babak pertama, dan baru panik mencari gol di menit-menit akhir. Jelang laga melawan Como, Allegri harus segera memutar otak untuk mengatasi lingkaran setan antara kelelahan dan kebutuhan rotasi ini.
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.





