Pasca hasil imbang 1-1 yang mengecewakan melawan Como di San Siro, Massimiliano Allegri memberikan pandangannya secara mendalam kepada Sky Sport. Pelatih AC Milan itu menyoroti berbagai aspek, mulai dari target realistis tim, kendala taktik tanpa beberapa pilar utama, hingga akhir dari drama dengan Cesc Fabregas.
Fokus Amankan Zona Liga Champions
Ketika ditanya mengenai target klasemen setelah tertinggal makin jauh dari Inter, Allegri menunjukkan sisi pragmatisnya. Ia lebih memilih melihat ke bawah untuk mengamankan tiket Liga Champions daripada bermimpi muluk mengejar Scudetto musim ini.
“Saya melihat keunggulan +8 poin dari posisi kelima. Kita harus mengambil satu langkah pada satu waktu, juga karena Inter melaju dengan angka-angka yang mengesankan.”
“Malam ini adalah pertandingan yang rumit. Babak pertama membosankan, anak-anak bermain bagus untuk bangkit di babak kedua… tetapi kami terlalu panik (gugup) di 15 menit terakhir.”
– Massimiliano Allegri
Evaluasi Taktik: Rindu Penetrasi Rabiot
Allegri secara terbuka mengakui bahwa timnya kurang maksimal dalam mengeksploitasi ruang kosong di belakang garis pertahanan lawan (profondità). Ia menyebut absennya pemain dengan karakteristik merangsek ke kotak penalti sangat terasa.
“Mengingat kami kehilangan dua gelandang (mezzali) dengan karakteristik seperti Loftus-Cheek dan Rabiot, yang pandai melakukan penetrasi… kami membutuhkan lebih banyak pergerakan masuk dari lini kedua. Kami salah mengambil keputusan di umpan terakhir pada saat kedudukan 0-0,” ulasnya.
Allegri juga membandingkan laga ini dengan leg pertama. Jika di Como timnya bermain tidak teratur dan memberi banyak ruang, malam ini Como bermain dengan gaya ala Napoli—garis pertahanan tinggi namun sangat rapat dengan lima bek di belakang, yang membuat babak pertama sangat membosankan.
Drama Fabregas? Sudah Selesai!
Mengenai insiden pengusirannya dari lapangan yang dipicu oleh tindakan tidak sportif Cesc Fabregas terhadap Alexis Saelemaekers, Allegri memilih untuk mendinginkan suasana dan tidak ingin memperpanjang polemik.
“Saya ke sana karena Saelemaekers ditahan oleh Fabregas. Kemudian orang lain memasuki lapangan, jadi saya harus ke sana. Lalu wasit mengusir saya. Hal itu terjadi begitu saja dan selesai di sana (di lapangan),” tegasnya singkat.
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Analisis Redaksi
Pernyataan Allegri kepada Sky Sport sangat rasional. Mengakui dominasi Inter saat ini adalah langkah realistis agar para pemain tidak terbebani secara psikologis. Menjaga jarak +8 poin dari peringkat kelima adalah target wajib agar fondasi finansial klub dari Liga Champions musim depan tetap aman.
Secara taktik, Allegri benar bahwa Milan merindukan gelandang yang rajin memecah kebuntuan dari lini kedua seperti Rabiot. Evaluasi ini harus segera diperbaiki jelang laga akhir pekan nanti melawan Parma.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.




