Menjelang laga krusial pekan ke-26 Serie A melawan Parma di San Siro, pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, menggelar konferensi pers rutin. Dalam sesi tanya jawab tersebut, sang Mister membahas berbagai topik hangat, mulai dari kondisi kebugaran pemain pilar, perburuan Scudetto, hingga drama kepemimpinan wasit pekan lalu.
Update Medis: Pulisic, Leao, dan Keajaiban Pavlovic
Kabar sangat melegakan datang dari ruang perawatan Milan. Allegri mengonfirmasi bahwa seluruh pemain dalam kondisi baik, termasuk Strahinja Pavlovic yang sempat ditakutkan mengalami cedera parah.
“Pada buletin medis: kami semua baik-baik saja. Termasuk Pavlovic, yang tampaknya berisiko karena kami sempat khawatir dia mengalami patah tulang betis (fibula). Yang lainnya juga baik. Pulisic dan Leao sudah membaik, terutama Pulisic. Kami senang karena memiliki semua pemain yang tersedia sangatlah penting,” ungkap Allegri.
Ia juga menyempatkan diri memberikan pujian setinggi langit untuk Luka Modric. Allegri mengaku selalu sedikit emosional jika berbicara tentang sang maestro Kroasia, menyebutnya sebagai pemain luar biasa yang menjadi teladan bagi semua orang di skuad.
Matematika Scudetto: Menanti Inter Terpeleset

Ketika ditanya apakah rasa gugup tim pasca-laga melawan Como dipicu oleh laju kencang Inter Milan, Allegri membantahnya dengan tegas. Ia memilih bersikap realistis dengan menyajikan perhitungan matematis.
“Inter melaju sangat cepat. Dengan 13 pertandingan tersisa, pada rata-rata 2 poin per laga, mereka bisa melewati angka 90 poin. Bagi kami untuk mencapai 90 poin (dari 54 poin saat ini), kami butuh 36 poin lagi; artinya 12 kemenangan dan 1 kekalahan.”
“Inter adalah favorit mutlak untuk Scudetto. Tetapi jika mereka terpeleset dan kami tidak pintar memanfaatkan kesalahan mereka, maka itu adalah tanggung jawab kami sendiri.”
– Massimiliano Allegri
Pesan Halus Terkait Insiden Fabregas dan Wasit

Menyinggung kartu merah yang diterimanya serta kontroversi wasit (termasuk insiden tarikan baju oleh Cesc Fabregas), Allegri, yang tidak akan bisa mendampingi timnya di bangku cadangan besok, memilih untuk tidak memperkeruh suasana.
“Jika hal-hal ini diambil sebagai kesempatan untuk berkembang, itu penting. Dari kesalahan kita harus memperbaiki diri. Hal-hal yang terjadi harus dilihat sebagai kesempatan untuk tumbuh, jadi kita tidak boleh mengeluh jika kita tertinggal,” tuturnya bijak.
Allegri menutup konferensi pers dengan memuji adaptasi para pemain muda, khususnya Ardon Jashari yang tampil sangat baik akhir-akhir ini. Ia mengapresiasi kerja manajemen di bursa transfer musim panas lalu yang sukses memadukan pemain berpengalaman seperti Modric, Rabiot, Maignan, dan Tomori dengan talenta-talenta muda (Jashari, Odogu, De Winter, Athekame).
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Analisis Redaksi
Pernyataan Allegri menunjukkan kematangan seorang pelatih berpengalaman. Ia tidak ingin membuang energi meratapi wasit atau insiden dengan Fabregas. Fokusnya sepenuhnya pada 13 laga sisa bak partai final. Kabar pulihnya Pulisic dan Leao, serta terhindarnya Pavlovic dari cedera patah tulang, adalah kemenangan besar bagi Milan pekan ini.
Komentar Allegri soal Scudetto juga merupakan “permainan pikiran” (mind games) klasik. Dengan menyebut Inter sebagai “favorit mutlak”, ia secara cerdas memindahkan seluruh tekanan kepada rival sekota. Milan kini hanya perlu bermain tanpa beban, menyapu bersih laga-laga sisa (dimulai dari Parma), dan siap menyergap kapan pun sang pemuncak klasemen melakukan kesalahan.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.





