Setelah laga tandang melawan Cagliari, skuad AC Milan akan dihadapkan pada ujian fisik yang sangat berat. Jadwal pertandingan melawan Genoa dan Fiorentina yang sangat berdekatan telah memicu kebingungan dan protes di kalangan penggemar, namun secara regulasi, Rossoneri tidak bisa berbuat banyak.
Milan dijadwalkan menjamu Genoa di San Siro pada Kamis, 8 Januari (20:45 CET), dan kemudian harus bertandang ke Florence untuk melawan Fiorentina pada Minggu, 11 Januari (15:00 CET). Jarak antara peluit akhir laga pertama dan peluit awal laga kedua kurang dari 72 jam.
Apa Kata Aturan Resmi?
Banyak yang beranggapan bahwa harus ada jeda minimal 72 jam antar pertandingan, namun MilanNews meluruskan bahwa aturan Serie A saat ini sedikit berbeda.
- Dua Hari Kalender: Peraturan menyebutkan harus ada setidaknya “dua hari kalender” tanpa pertandingan di antara dua laga. Bukan durasi jam secara spesifik.
- Aturan Main Kamis-Minggu: “Jika pertandingan dijadwalkan pada hari Kamis, Klub dapat memainkan pertandingan berikutnya paling cepat pukul 15.00 pada hari Minggu.”
Legal Tapi Melelahkan
Meskipun FIFA sedang membahas proposal untuk mewajibkan jeda minimal 72 jam demi kesehatan pemain, saat ini aturan tersebut belum berlaku mutlak di Italia.
“Oleh karena itu, seperti yang telah terjadi dalam kasus lain dengan Bologna dan Roma – tim yang berkompetisi di Liga Europa – tidak ada pengecualian terhadap aturan bagi tim Allegri untuk memainkan Milan-Genoa dan Fiorentina-Milan dalam waktu 72 jam satu sama lain.”
Artinya, Massimiliano Allegri harus memutar otak untuk melakukan rotasi pemain. Dengan jadwal yang sangat padat ini, kedalaman skuad Milan akan benar-benar diuji, dan peran pemain pelapis menjadi sangat krusial untuk menghindari cedera dan kelelahan.
Ingin mentraktir penulis secangkir kopi? Silakan KLIK DISINI.




