Berita

ALLEGRI BUKA SUARA: Puji ‘Assist’ Füllkrug, Bela Jashari, dan Cerita Lucu Luka Modric.

×

ALLEGRI BUKA SUARA: Puji ‘Assist’ Füllkrug, Bela Jashari, dan Cerita Lucu Luka Modric.

Sebarkan artikel ini
Massimiliano Allegri,
Massimiliano Allegri,

Massimiliano Allegri kembali harus menghadapi media setelah AC Milan meraih hasil imbang kedua berturut-turut. Meski kecewa dengan skor 1-1 melawan Fiorentina, sang pelatih melihat banyak hal positif, terutama dari kinerja pemain-pemain yang baru dirotasi.

Berbicara kepada DAZN usai laga, Allegri membahas segala hal mulai dari pemborosan peluang di babak pertama, adaptasi pemain baru, hingga anekdot menarik tentang Luka Modric.

Babak Pertama dan Peluang yang Hilang

Allegri menolak anggapan bahwa timnya bermain buruk sepanjang laga. Baginya, masalah utama adalah kegagalan memanfaatkan momentum di 45 menit pertama.

  • Kurang Presisi: “Katakanlah kami memainkan babak pertama yang bagus; kami memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol, tetapi kami tidak berhasil… Anda tidak bisa memiliki 100 peluang dalam sepak bola. Kami harus lebih presisi.”
  • Peran Füllkrug: Allegri memuji debut starter Niclas Füllkrug. “Füllkrug membuat dua assist di babak pertama (yang gagal dikonversi Pulisic). Dia adalah pemain yang, ketika Anda memasukkannya ke dalam kotak penalti, menjadi pemain penting.”

Tentang Rotasi dan Adaptasi (Jashari & Modric)

Allegri membela keputusannya merotasi skuad dengan menurunkan Ardon Jashari. Ia menggunakan cerita tentang Luka Modric untuk menggambarkan betapa sulitnya taktik sepak bola Italia bagi pemain baru.

  • Pembelaan untuk Jashari: “Sepak bola Italia tampak sederhana dari luar, tetapi ada penyesuaian taktis… Jashari butuh waktu untuk memahami itu.”

“Saya bercanda dengan Modric setelah pertandingan Genoa. Dia bilang dia belum pernah diikuti lawan sepanjang pertandingan (man-marking). Dia sempat bilang ke lawannya, ‘Maaf, bisakah kamu meninggalkanku sendiri sebentar?’ Lawannya menjawab, ‘Tidak, mereka menyuruhku mengikutimu ke mana-mana’. Jadi sepak bola Italia itu sangat sulit.”

Target Realistis: Top 4 Dulu

Ketika ditanya tentang laga Inter vs Napoli malam ini, Allegri memilih bersikap dingin dan realistis.

  • Fokus Diri Sendiri: “Saya tidak memikirkannya (Inter vs Napoli)… Kami masih membutuhkan 34-36 poin untuk lolos ke Liga Champions.”
  • Perkembangan Nkunku: “Nkunku mencetak gol layaknya penyerang tengah murni… Kami harus mencapai 25 Mei dalam performa terbaik untuk masuk empat besar.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun Milan berada di posisi kedua, prioritas utama Allegri tetaplah mengamankan tiket Liga Champions sebelum bermimpi muluk soal Scudetto, mengingat skuadnya yang masih dalam tahap perombakan besar (55% pemain baru).

Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.