Kemenangan 3-1 atas Como bukan hanya soal tiga poin bagi Massimiliano Allegri, tetapi bukti ketangguhan mental skuadnya. Pelatih AC Milan itu mengakui timnya sempat kehilangan arah di babak pertama dan berhutang budi pada Mike Maignan.
Berbicara kepada DAZN dan Football Italia usai laga, Allegri membedah taktiknya yang berubah-ubah, insiden penalti, dan semangat juang Niclas Füllkrug.
Maignan Menjaga Milan Tetap Hidup
Allegri tidak segan mengakui bahwa strategi awalnya sempat berantakan karena tekanan Como.
“Kami kehilangan kesatuan setelah tertinggal dan mengambil cukup banyak risiko… jadi Maignan membuat kami tetap hidup.”
Ia menjelaskan perubahan taktiknya: dari 4 gelandang, berubah menjadi 3 penyerang saat mengejar gol, lalu kembali ke formasi awal untuk mengamankan kemenangan.
Drama Penalti: Leao vs Nkunku
Ada momen menarik saat penalti diberikan. Rafael Leao terlihat ingin mengambilnya, namun akhirnya Christopher Nkunku yang maju sebagai eksekutor. Allegri menjelaskan situasinya dengan sedikit humor.
- Keputusan Pelatih: “Memang benar dia (Leao) ingin mengambil penalti, dia juga spesialis, tetapi pada saat itu saya merasa Nkunku yang harus mengambilnya.”
- Tak Berani Lihat: “Saya mendengar separuh penonton di tribun bersorak (suara fans Como) dan saya takut dia gagal, tetapi kemudian saya melihat orang-orang di bangku cadangan saya merayakannya.”
Pujian untuk Leao dan Füllkrug
Meski tidak mengambil penalti, Leao dipuji karena assist briliannya untuk gol Rabiot. “Dia luar biasa pada gol kedua dengan sentuhan pertama untuk mengontrol umpan silang dan memberikan assist kepada Rabiot,” puji Allegri.
Selain itu, Allegri juga mengapresiasi Niclas Füllkrug yang rela bermain meski jari kakinya retak. “Dia masuk dengan semangat yang tepat… Kami bermain bagus dan juga beruntung bisa menyamakan kedudukan lewat penalti, tapi kemudian permainan berubah total setelah jeda,” tutupnya.
Suka dengan tulisan admin? Yuk, belikan mimin secangkir kopi dengan cara Klik Disini.





