Alessandro Florenzi, yang memutuskan untuk pensiun dari sepak bola profesional musim panas lalu pada usia 34 tahun, kembali berbagi pemikirannya mengenai salah satu pencapaian termanis dalam kariernya. Dalam sebuah wawancara terbaru dengan kanal resmi Serie A, mantan bek sayap AC Milan ini mengenang kembali musim 2021-22 yang bersejarah.
Bagi Florenzi, musim tersebut bukan hanya tentang kembalinya Milan ke puncak sepak bola Italia, tetapi juga tentang pelajaran berharga mengenai arti sebuah tim. Ia menegaskan bahwa gelar tersebut tidak dimenangkan oleh satu atau dua bintang saja, melainkan oleh kesatuan grup yang utuh.
Rahasia Scudetto: Bukan Tentang Bintang
Florenzi menolak anggapan bahwa kesuksesan tersebut bergantung pada individu tertentu. Baginya, “kekompakan tim secara keseluruhan” adalah satu-satunya kunci.
“Seperti yang sering saya katakan, pemain terbaik yang membantu kami memenangkan Scudetto adalah tim secara keseluruhan. Bukan Leao, bukan Hernandez, bukan Ibrahimovic, bukan Kjaer. Itu adalah tim yang bekerja ke arah yang sama dan saya pikir itulah rahasia untuk benar-benar memenangkan sesuatu yang penting.”
Titik Balik Musim Itu
Florenzi juga menyoroti momen krusial yang mengubah nasib Milan musim itu. Tersingkirnya Rossoneri dari fase grup Liga Champions ternyata menjadi berkah tersembunyi.
- Fokus Penuh: “Semuanya dimulai dengan tersingkirnya kami dari Liga Champions… Kami mengerahkan seluruh energi kami ke liga.”
- Pengejaran Inter: Saat itu, Milan tertinggal beberapa poin dari Inter di bulan Januari/Februari, namun fokus tunggal pada liga memungkinkan mereka melakukan perjalanan yang luar biasa hingga akhir musim.
Akhir Karier yang Manis
Keputusan Florenzi untuk pensiun setelah kontraknya habis di Milan menutup lembaran karier yang impresif. Ia meninggalkan lapangan hijau dengan kepala tegak, membawa kenangan indah dari berbagai pencapaian:
- Scudetto 2021-22: Puncak karier klubnya bersama AC Milan.
- Juara Euro 2020: Meraih trofi internasional bersama Timnas Italia pada tahun 2021.
- Ikon Roma: Menjalani banyak musim hebat sebagai pemimpin di AS Roma.
Ingin mentraktir penulis secangkir kopi? Silakan KLIK DISINI.




