Sorotan terhadap performa AC Milan di bawah asuhan Massimiliano Allegri terus berdatangan dari berbagai pengamat dan mantan pemain Serie A.
Kali ini, giliran mantan penjaga gawang Emiliano Viviano yang memberikan pandangannya dalam episode terbaru program Elastici yang disiarkan oleh saluran Cronache di Spogliatoio.
Pernyataan Viviano ini semakin memperpanjang perdebatan publik yang sebelumnya juga telah dipanaskan oleh kolom editorial tajam dari jurnalis senior Franco Ordine di portal MilanNews.it.
Kutipan Langsung Emiliano Viviano
Dalam wawancaranya, Viviano mengaku sangat terkejut melihat perolehan poin Iblis Merah yang justru menurun dibandingkan musim lalu, mengingat mereka hanya fokus pada satu pertandingan setiap pekannya.
Berikut adalah seluruh terjemahan kutipan langsung dari sang mantan kiper mengenai kebingungannya terhadap anomali performa tim dan ketakutannya akan musim depan.
“Milan ini memiliki enam poin lebih sedikit dari Milan asuhan Pioli yang terakhir yang melaju sepanjang tahun dengan (tagar) Pioli out.”
“Ini adalah sesuatu yang mengejutkan saya untuk sebuah tim yang memiliki nilai individu dengan para pemainnya, yang tidak bermain di kompetisi piala sejak tersingkir dari Coppa Italia, memiliki satu pertandingan seminggu, jadi saya berharap untuk menemukannya setidaknya di tempatnya saat ini.”
“Adalah hal yang wajar untuk merasa puas karena tahun lalu adalah musim yang seperti itu, lingkungannya telah dibangun kembali, beberapa pemain telah diregenerasi, sebuah pembelian yang bagus telah dilakukan yaitu Rabiot, Pavlovic adalah pemain yang telah membuktikan dirinya kuat, Bartesaghi telah dipertaruhkan, tetapi apa yang saya lihat hari ini dan saya katakan ‘Apa prospek untuk tahun depan?'”
“Dengan kompetisi lain untuk dimainkan.”
“Allegri kemudian sangat hebat dalam melakukan metamorfosis dalam kariernya, jadi mungkin dia akan menemukan solusinya, tetapi hari ini saya sama sekali tidak akan bersikap positif jika saya adalah seorang penggemar Milan.”
Sambil mengevaluasi masa depan cerah para rekrutan anyar kita musim ini, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini, segera sikat promo menariknya dengan ๐ Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Kutipan Langsung Editorial Franco Ordine
Keresahan Viviano ini sejalan dengan realita yang coba dipaparkan oleh Franco Ordine, yang menyadari bahwa posisi tim saat ini memang sudah mencerminkan kualitas aslinya.

Berikut adalah penggalan ulang kutipan langsung dari jurnalis senior tersebut yang secara logis membela keputusan taktik Allegri di tengah mandulnya lini serang.
“Saya sangat memahami depresi yang melanda dunia Milan setelah kekalahan di Napoli.”
“Kekalahan tersebut lebih menentukan konfirmasi posisi kedua daripada pengejaran posisi pertama yang tidak mungkin, terjadi setelah kekalahan di Roma melawan Lazio, dan secara terbuka mengungkap masalah nomor satu Rossoneri.”
“Yang mana itu adalah lini serang.”
“Mengenai topik ini, saya ingin mengutip beberapa data yang dapat membantu untuk memahami apa tema sebenarnya.”
“Keyakinan pribadi saya dalam hal ini adalah sebagai berikut: 1) angka teknis keseluruhan Milan jelas lebih rendah dari Inter dan Napoli dan sebagai konsekuensinya peringkat ketiga saat ini bukanlah sebuah skandal melainkan posisi yang pantas di lapangan.”
“2) perubahan sistem permainan, beralih dari 3-5-2 hibrida saat ini (tergantung pada posisi Saelemaekers) ke 4-3-3 yang terlihat di lapangan di Napoli pada akhir laga dan diantisipasi pada bulan Juni oleh direktur olahraga Tare pada hari presentasi, tidak mewakili sebuah solusi.”
“Dan saya juga mencoba untuk menjelaskan alasannya.”
“Performa dari beberapa pemain inti yang tampil di luar ekspektasi pada bulan-bulan pertama musim ini, baru-baru ini, telah menurun.”
“Setiap referensi terhadap Bartesaghi (pada tingkat pertahanan), De Winter, Saelemaekers adalah disengaja.”
“Kemudian saya menambahkan masalah utamanya: berpikir untuk mengubah registrasi taktik pada hari Sabtu depan melawan Udinese yang merupakan tim yang sangat fisik ditambah kembalinya Davis di lini serang yang sejauh ini telah menjadi pencetak gol terbanyak Friulani (9 gol), bisa menjadi risiko yang berlebihan.”
- Defisit Poin Mengejutkan: Viviano menyoroti fakta bahwa tim saat ini tertinggal enam poin dari era kelam Stefano Pioli musim lalu, meskipun musim ini beban pertandingan Eropa lebih sedikit.
- Apresiasi Bursa Transfer: Di tengah kritik, langkah manajemen dalam mendatangkan Adrien Rabiot dan Strahinja Pavlovic diakui sebagai sebuah keputusan brilian yang memperkuat tulang punggung tim.
- Kecemasan Musim Depan: Keikutsertaan di ajang Liga Champions musim depan menjadi tanda tanya besar jika skuad saat ini masih kesulitan tampil konsisten hanya dengan jadwal satu pertandingan per minggu.
Analisis Redaksi
Komentar dari para pengamat ini menegaskan bahwa masalah di dalam skuad kita tidak bisa disederhanakan hanya dengan mengganti formasi atau menyalahkan satu individu semata.
Menurunnya performa pemain inti secara drastis di paruh kedua musim ini membuktikan bahwa ada celah yang sangat besar dalam konsistensi mentalitas bertanding skuad racikan Allegri.
Pihak manajemen harus segera menyadari peringatan ini dan mulai merancang strategi bursa transfer musim panas yang cerdas agar kita tidak menjadi lumbung gol saat kembali berlaga di panggung Eropa.





