BERITAMILAN.COM – Sorotan tajam berita AC Milan hari ini membahas penampilan gemilang Luka Modric AC Milan. Gelandang veteran tersebut selalu menjadi sosok yang sangat esensial saat menghadapi Inter Milan, dan ia kembali membuktikan kualitas kelas dunianya di San Siro.
Pada pertengahan pekan lalu, sang pemain sempat mendapat sorotan tajam dari pelatih lawan, Raffaele Palladino. Sang pelatih merasa bahwa arah pertandingan justru berbalik menguntungkan Bologna ketika sang gelandang masuk ke lapangan. Pernyataan tersebut terasa sedikit aneh mengingat segudang pengalamannya, tetapi pada laga tersebut hal itu merupakan sebuah fakta.
Bagaimanapun juga, pada usia 41 tahun, tidak semua pertandingan dirancang khusus untuknya. Oleh karena itu, pelatih Ruben Amorim harus dengan sangat cermat memilih momen yang tepat untuk memainkannya di lapangan.
- Usia Sang Maestro: Memasuki usia 41 tahun namun tetap menjadi pilar sentral di lini tengah
- Peran Taktis: Tampil sebagai starter utama untuk mengendalikan tempo permainan sejak menit pertama
- Respons Sempurna: Membungkam kritik pascakekalahan menyakitkan dari Bologna pada pertengahan pekan
- Alasan Bertahan: Menolak pindah karena merasa sangat dicintai dan dihargai oleh seluruh elemen klub
Wawancara Penuh Emosi dan Komitmen Tanpa Batas

Menjadi starter melawan Inter berarti ia mampu mengendalikan permainan sejak awal dan mengatur tempo pertandingan, alih-alih berusaha keras menyesuaikan ritme dari bangku cadangan. Berkat kejeniusannya tersebut, Milan sukses mengklaim tiga poin penuh atas rival sekotanya.
Berbicara setelah peluit panjang berbunyi kepada CBS Golazo, yang pernyataannya diteruskan oleh MilanNews, sang maestro menjelaskan bagaimana timnya bangkit dan alasan kuat di balik keputusannya untuk bertahan. Berikut adalah transkrip lengkap dan utuh dari seluruh kutipan wawancaranya tanpa ada satu pun bagian yang disingkat.
Ketika ditanya mengenai penilaiannya terhadap kemenangan krusial tersebut, ia menjawab dengan penuh kebanggaan.
“Sebuah kemenangan yang luar biasa, sebuah penampilan yang luar biasa sejak menit pertama. Saya pikir ini mungkin adalah pertandingan terbaik kami musim ini. Secara keseluruhan, kami pantas menang dan kami benar-benar bahagia setelah hasil mengecewakan melawan Bologna pada pertengahan pekan.”
Awak media kemudian menanyakan bagaimana timnya sukses memulihkan mental bertanding usai kekalahan dari Bologna sebelumnya.
“Kami harus tetap positif. Kami tidak bisa terlalu banyak mengeluh tentang pertandingan terakhir karena kami tahu pertandingan berikutnya akan datang. Ini adalah pertandingan yang penting dan tidak ada kesempatan yang lebih baik untuk menguji diri kami sendiri melawan Inter, dan kami melakukan hal itu. Sayangnya, jika kami ingin mencapai sesuatu yang penting, kami tidak boleh kalah dalam pertandingan seperti saat di Bologna.”
Membahas soal perjalanan pertumbuhan taktis di bawah asuhan pelatih kepala yang baru, ia memberikan pandangan yang sangat realistis.
“Kami berkembang sebagai sebuah tim, dan kami memiliki ide-ide baru. Kadang-kadang akan ada pasang surut, tetapi kami harus mencoba meminimalkannya jika kami ingin memenangkan gelar.”

Ia juga menyempatkan diri memuji atmosfer magis yang diciptakan oleh publik San Siro sepanjang jalannya pertandingan.
“Itu sungguh luar biasa. Sejak saya tiba di sini, suasananya selalu fantastis, di setiap pertandingan, tetapi terutama di pertandingan seperti derby. Malam ini, sejak pemanasan, mereka sungguh luar biasa, dan atmosfer seperti itu membantu Anda untuk menang lebih banyak lagi.”
Sebagai penutup, ia ditanya mengenai alasan utamanya memilih bertahan di Milan setelah kekecewaan gagal lolos ke ajang Liga Champions musim lalu.
“Saya bahagia di Milan; saya merasa dicintai dan dihargai di sini. Saya berbicara dengan pihak klub dan pelatih baru dan saya ingin bertahan karena saya bahagia di sini; saya menyukai permainan ini dan saya menikmatinya. Saya bertahan untuk membantu tim dan para pemain muda berkembang.”
Pengakuan jujur dari sang gelandang veteran ini menegaskan komitmen mutlak yang ia miliki untuk panji Rossoneri. Kehadirannya tidak hanya sekadar memberikan kejeniusan teknis yang tak tertandingi di lapangan hijau, tetapi juga menyuntikkan mentalitas juara bagi seluruh skuad yang sedang merajut kembali masa kejayaannya.





