Tonali cinta Milan, dan gelandang Italia itu kembali menegaskannya kepada para Milanisti.
Pernyataan itu muncul dari cuplikan wawancara panjang Sandro Tonali bersama Sky Italia yang baru terbit dalam beberapa hari ke depan.
Tonali Cinta Milan, Klub yang Ia Dukung Sejak Kecil
Sandro Tonali kembali menegaskan kecintaannya pada Milan, klub yang ia dukung sejak kecil dan akhirnya sempat ia bela. Wawancara panjangnya akan dirilis dalam beberapa hari, tetapi salah satu cuplikannya sudah terungkap hari ini lewat siaran langsung Peppe Di Stefano dari Milanello. Isinya jelas menggambarkan keterikatan dan kasih sayangnya pada Milan dan warna Rossoneri.
Sebagai suporter Milan sejak kecil, Tonali mewujudkan mimpinya bermain untuk klub itu dengan mengenakan nomor delapan yang legendaris selama tiga musim. Ia meraih Scudetto bersejarah dan memimpin tim ke semifinal Liga Champions 2023. MilanVibes mengutip cuplikan itu, dan masih ada kelanjutan wawancara dalam beberapa hari ke depan.
Berikut rangkuman fakta pentingnya:
- Pemain: Sandro Tonali, gelandang Italia, kini di Tottenham.
- Masa di Milan: tiga musim dengan nomor delapan.
- Prestasi: Scudetto bersejarah dan semifinal Liga Champions 2023.
- Biaya transfer ke Spurs: mendekati €116 juta, musim panas ini.
- Wawancara: Sky Italia, cuplikan pertamanya sudah keluar.
Pernyataan Tonali: Selalu Jadi Milanista

Dalam cuplikan itu, Tonali menegaskan perasaannya dengan lugas:
“Selalu, setelah satu atau dua tahun, bahkan dalam dua puluh tahun pun. Saya akan selalu jadi Milanista, itu tidak akan pernah berubah. Saya selalu mengikuti mereka kalau ada waktu, dan itu akan selalu begitu sepanjang hidup saya.”
Awal Sulit di Tottenham dan Kabar Kepulangan
Setelah pindah ke Spurs pada musim panas dengan biaya mendekati €116 juta, sang gelandang belum memulai musim dengan gemilang. Timnya baru meraih kemenangan pertama di Premier League Senin lalu, saat mengalahkan juru kunci Coventry City.
Isu kepulangan ke Milan suatu hari nanti juga terus beredar. Mantan bintang Brescia itu bahkan mengaku pernah memutuskan kembali ke Italia di musim panas, sebelum Spurs datang menawarnya.
Tonali cinta Milan sepenuh hati, dan pintu kepulangan ke Rossoneri belum tertutup.




