Transfer Cisse ke Milan ternyata berawal dari kerja keras manajemen sebelumnya.
Dalam 24 jam terakhir, Alphadjo Cisse jadi buah bibir setelah mencetak hattrick ke gawang Salzburg.
Transfer Cisse ke Milan Berbuah Hattrick di Usia 19 Tahun
Hattrick di panggung besar selalu menyita perhatian, meski terjadi di Europa League dan bukan di Liga Champions. Apalagi pelakunya baru berusia 19 tahun, berkebangsaan Italia, dan mencatat rekor lewat hattrick tersebut. Cisse pasti merasakannya sekarang, setelah tiga kali menjebol gawang Salzburg tadi malam.
Kabar bahwa Milan aktif menyiapkan perpanjangan kontrak menjadi dorongan lain bagi sang pemain muda. Ia direkrut awal tahun ini oleh manajemen sebelumnya. Karena itu, Milanisti sebenarnya patut berterima kasih kepada manajemen lama.
Kronologi Transfer Cisse ke Milan dari Verona hingga PSV

Untuk memahami bagaimana transfer Cisse ke Milan terjadi, kita perlu menengok kembali kapan Rossoneri pertama kali tertarik. Berikut garis waktu peristiwa pentingnya:
- Februari 2024: Milan menyatakan minat pada Cisse yang saat itu membela Hellas Verona, setelah terkesan dengan penampilannya di tim nasional usia muda.
- Agustus 2024: Giorgio Furlani membuka pembicaraan dengan Verona setelah menerima laporan bagus dari departemen pencari bakat Geoffrey Moncada, tetapi Verona meminta 5 juta euro.
- Agustus 2025: Verona mengumumkan peminjaman Cisse selama satu musim ke Catanzaro di Serie B, karena sang pemain butuh menit bermain yang lebih stabil.
- Januari 2026: Milan bergerak cepat setelah mendengar Cisse hampir mengakhiri masa pinjamannya lebih awal untuk bergabung permanen dengan PSV.
- Januari 2026: Milan sepakat dengan Verona membayar 8 juta euro plus bonus, sedikit lebih tinggi dari tawaran PSV, lalu transfer diumumkan.
Moncada Menemukan, Furlani Menuntaskan
Setelah mengetahui latar belakangnya, terlihat bahwa minat Milan pada Cisse sudah lama, bahkan jauh sebelum era Igli Tare dan tentu saja manajemen yang sekarang. Karena itu, wajar jika Cisse disebut sebagai peninggalan berharga dari era Moncada dan Furlani.
Moncada dan para pencari bakatnya yang menemukan Cisse dan mendorong kedatangannya. Sementara itu, Furlani akhirnya menuntaskan kesepakatan, meski butuh waktu dan tekanan besar. Di sisi lain, keduanya juga membuat cukup banyak rekrutan yang kurang berhasil selama di klub.
Transfer Cisse ke Milan membuktikan bahwa kerja sabar para pencari bakat bisa berbuah manis di lapangan.


