Usia acapkali menjadi musuh terbesar bagi seorang atlet profesional, namun pameo tersebut tampaknya sama sekali tidak berlaku bagi maestro lini tengah AC Milan dan tim nasional Kroasia, Luka Modric.
Tepat pada tanggal 9 September kemarin, sang pemenang Ballon d’Or tersebut genap berusia 41 tahun, namun magisnya di atas rumput hijau tak sedikit pun memudar dan ia terus menjadi sosok penentu jalannya pertandingan.
Seperti yang diingatkan oleh MilanNews, pencapaian fantastis terbaru Modric baru saja terukir beberapa hari lalu saat ia sukses mencatatkan namanya di papan skor dalam ajang UEFA Nations League kala Kroasia menumbangkan Republik Ceko.
Berkat torehan sensasional tersebut, ia secara resmi menahbiskan dirinya sebagai pencetak gol tertua sepanjang sejarah tim nasionalnya. Pertanyaan terbesarnya kini adalah: kapan sang maestro akan mampu memecahkan rekor serupa bersama panji Rossoneri?
Hingga detik ini, takhta pencetak gol tertua dalam buku sejarah Il Diavolo Rosso masih diduduki dengan angkuh oleh Zlatan Ibrahimovic.
Penyerang jangkung asal Swedia itu mengukir rekor pada 18 Maret 2023 usai mengeksekusi penalti ke gawang Udinese pada usia 41 tahun, 5 bulan, dan 15 hari.
Tepat di bawah bayang-bayang Zlatan, berdiri sosok legenda pertahanan Alessandro Costacurta yang juga mencetak gol via titik putih ke gawang lawan yang sama (Udinese) pada 19 Mei 2007 saat dirinya berumur 41 tahun 25 hari.
Sementara itu, posisi ketiga di atas podium saat ini sudah ditempati oleh Modric yang menjadi penentu kemenangan tandang ke markas Pisa pada musim lalu dengan lesakan gol di usia 40 tahun, 5 bulan, dan 4 hari.

Menghitung Mundur Menuju Sejarah Baru di San Siro
Melihat performa impresifnya yang tak kunjung meredup, hanya masalah waktu sebelum sang maestro mendobrak tatanan sejarah tersebut.
Berikut adalah peta jalan rute Modric untuk mengambil alih mahkota rekor tersebut dari para pendahulunya:
- Menggeser Costacurta: Untuk merangsek ke posisi kedua dan melampaui mantan bek legendaris Italia tersebut, Modric hanya perlu mencetak sebiji gol pasca berakhirnya jeda internasional kali ini, dimulai dari lawatan krusial ke markas Sassuolo pada tanggal 11 Oktober mendatang.
- Melengserkan Zlatan Ibrahimovic: Dibutuhkan kesabaran dan konsistensi ekstra untuk mengkudeta sang mantan striker dari puncak klasemen. Modric baru bisa menasbihkan diri sebagai pencetak gol tertua di sejarah Milan jika ia sanggup merobek jala lawan setelah tanggal 25 Februari 2027. Kesempatan perdana untuk mewujudkan misi historis tersebut akan tersaji pada laga kontra Como yang dijadwalkan bergulir pada akhir pekan 27-28 Februari.
Kehadiran Modric yang terus memancarkan aura magis di usia senjanya adalah sebuah fenomena langka, menjadi bukti nyata bahwa gairah, kedisiplinan, dan visi bermain tingkat dewa sanggup membungkam kejamnya putaran jarum jam di pentas sepak bola modern.





