Berita

Pedas! Legenda AC Milan Gianni Rivera Semprot RedBird Gara-Gara Tak Diundang Pesta Ultah ke-125

×

Pedas! Legenda AC Milan Gianni Rivera Semprot RedBird Gara-Gara Tak Diundang Pesta Ultah ke-125

Sebarkan artikel ini
Gianni Rivera
Gianni Rivera

Sebuah pilar sejarah yang pernah menopang kebesaran panji Il Diavolo Rosso baru-baru ini meluapkan kekecewaannya terhadap rezim kepemilikan baru klub yang dianggap mulai kehilangan sentuhan humanisnya.

Gianni Rivera, sosok ikonik yang torehan prestasinya begitu melegenda di San Siro, secara terbuka melontarkan sindiran keras kepada RedBird Capital selaku pemilik penuh AC Milan.

Kritik tajam tersebut dipicu oleh kegagalan pihak manajemen klub untuk mengundangnya dalam perayaan meriah hari jadi ke-125 skuad Rossoneri yang sangat bersejarah.

Seperti yang diketahui, pada pertengahan bulan Desember tahun 2024 lalu, Milan menggelar pesta besar-besaran untuk merayakan ulang tahun klub yang diawali dengan sebuah laga kandang melawan Genoa.

Acara penuh nostalgia tersebut dimeriahkan oleh kehadiran deretan legenda abadi klub seperti Franco Baresi, Marco Van Basten, hingga Ruud Gullit yang hadir menghiasi stadion.

Bahkan pada hari berikutnya yang bertepatan dengan tanggal pasti ulang tahun klub, sebuah pesta yang jauh lebih mewah kembali digelar di lokasi berbeda dengan taburan para pahlawan masa lalu tersebut.

Namun, sebuah ironi besar terjadi ketika nama Rivera, sang pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang masa klub sekaligus orang Italia pertama pemenang Ballon d’Or, justru luput dari daftar tamu kehormatan di usianya yang telah menginjak 83 tahun.

Sindiran Menohok untuk RedBird dan Gerry Cardinale

Dalam sebuah sesi wawancara bersama MilanNews seusai menghadiri acara dengan klub Diavoli Etruschi, pria berjuluk ‘The Golden Boy’ ini membagikan keresahannya terkait kondisi terkini skuad Merah Hitam.

Ia sama sekali tidak membuang kesempatan tersebut untuk menembakkan kritik tajam yang diarahkan langsung kepada Gerry Cardinale beserta jajaran petinggi asal Amerika Serikat yang kini berkuasa.

“Saya tidak lagi mengikuti AC Milan sebanyak dulu sejak kedatangan orang-orang Amerika.”

“Saya khawatir dengan kesejahteraan klub, dan saya melihat bahwa segalanya tidak berjalan seperti dulu.”

“Saya mengalami kesulitan untuk mengikuti mereka.”

“Mereka merayakan tanggal yang penting dan mereka lupa mengundang saya karena mereka tidak tahu banyak tentang sepak bola.”

Mengenang Sahabat dan Ironi Industri Sepak Bola

Gianni Rivera
Gianni Rivera

Perbincangan emosional tersebut turut menyinggung duka mendalam yang baru saja ia rasakan usai kehilangan dua kawan seperjuangannya di atas lapangan hijau.

“Sebuah kenangan tentang Franco?”

“Seluruh hidupnya.”

“Ketika dia tiba di Milan, dia sedikit lebih muda dari saya, dan dia sangat baik dalam perannya, terutama karena dia memulainya pada usia yang sangat muda sebagai libero, yang mana tidaklah mudah pada usia tersebut.”

“Adapun Sandro, saya sudah lama tahu bahwa dia tidak sehat, tetapi itu adalah persahabatan yang berlangsung selama bertahun-tahun, sampai tempo hari dia memutuskan untuk meninggalkan kami.”

Menanggapi pertanyaan mengenai apakah dunia sepak bola masa kini masih menyediakan tempat bagi ikon-ikon murni sekelas dirinya atau sekadar entitas bisnis belaka, sang maestro memberikan jawaban yang pasrah.

“Untuk saat ini, sepak bola adalah apa yang Anda katakan…”

“Sampai itu kembali ke model kami, itu akan selalu seperti ini.”

Sebagai pelengkap, berikut adalah dua poin sentral dari kekecewaan sang legenda terhadap fenomena industri sepak bola modern saat ini:

  • Kehilangan Identitas Sejarah: Ketidakhadiran sosok-sosok pembangun fondasi klub dalam perayaan penting menjadi bukti nyata betapa manajemen baru sering kali buta akan nilai sejarah dan tradisi luhur yang telah dibangun berpuluh tahun lamanya.
  • Kapitalisme Olahraga: Pergeseran nilai fundamental dari semangat sportivitas menjadi sekadar ladang bisnis murni membuat para legenda masa lalu merasa terasingkan dari rumah yang dulu mereka bangun dengan tetesan keringat dan air mata.

Pada akhirnya, ratapan kepedihan sang legenda emas ini menjadi tamparan keras bagi para penguasa modal yang dituntut untuk menyadari bahwa roh sejati sebuah klub tidak akan pernah bisa diukur melalui angka di atas neraca, melainkan lewat penghormatan abadi terhadap mereka yang pernah berdarah-darah menjaga martabatnya.

DAFTAR DONATUR BERITAMILAN.COM BULAN INI

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. Hamba Allah (BCA) Rp 50.000
2. DANA AcMilan Rp 50.000
3. Eko Bogor Rp 25.000
4. Hamba Allah (Bank Sumut) Rp 25.000
5. Ditto Rp 10.000

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumber daya finansial yang terbatas, bantu admin untuk mempertahankan situs ini dengan donasi ke nomor DANA:

0816598786

(Jangan lupa untuk menyertakan nama atau inisial pada catatan transfer untuk keperluan pembaruan peringkat donatur secara berkala.)

FORZA MILAN SEMPRE!