Menjelang lawatan maha berat ke markas Juventus pada awal pekan depan, pelatih AC Milan, Ruben Amorim, diyakini akan tetap mempertahankan formasi tiga bek andalannya.
Pertandingan krusial yang dijadwalkan bergulir pada hari Senin, 7 September 2026 pukul 01:45 WIB ini bakal menjadi panggung ujian sesungguhnya bagi soliditas pertahanan Rossoneri.
Sejauh ini, Milan dan Amorim telah mencatatkan awal musim yang sangat gemilang dengan menumbangkan Torino 1-2 di laga tandang dan membungkam Venezia 2-0 di hadapan publik San Siro.
Namun, ancaman yang jauh lebih mengerikan kini menanti mereka di tanah Turin mengingat tim Bianconeri juga mencatatkan rekor kemenangan sempurna dengan torehan tiga gol dari dua laga perdana.
Benteng Kokoh Tak Tertembus

Merujuk pada analisis taktik terbaru dari Gazzetta dello Sport, trio lini belakang Milan dipastikan akan diisi oleh komposisi yang sama persis seperti pada dua pertandingan pembuka.
Barisan pertahanan yang beranggotakan Mario Gila, Koni De Winter, dan Strahinja Pavlovic terbukti belum pernah kebobolan satu gol pun saat mereka berada di atas lapangan secara bersamaan.
Meski gawang Milan sempat robek saat bertamu ke markas Torino asuhan Ignazio Abate, gol tersebut baru tercipta sesaat setelah Gila ditarik keluar lapangan akibat kelelahan.
Dengan kata lain, ketiga bek tangguh ini masih menjadi tembok raksasa yang belum sanggup diruntuhkan oleh lawan ketika bermain bersama secara utuh.
Berikut adalah evaluasi singkat mengenai kontribusi vital dari masing-masing pilar di lini pertahanan Milan awal musim ini:
- Mario Gila: Berhasil membawa soliditas yang selama ini hilang, memiliki presisi tinggi dalam penguasaan bola, serta menunjukkan temperamen bertanding yang luar biasa tenang.
- Strahinja Pavlovic: Selalu tampil mengesankan layaknya monster dengan mengandalkan kekuatan fisiknya yang brutal ketika kemampuan teknis saja dirasa belum cukup untuk menghentikan lawan.
- Koni De Winter: Masih terlihat paling ragu-ragu di antara ketiganya sejauh ini, namun laga akbar akhir pekan ini akan menjadi panggung penebusan dosa yang sangat sempurna baginya.
Opsi Cadangan dan Kepercayaan Amorim

Beralih ke bangku cadangan, Amorim kini dapat bernapas lega karena bisa kembali mengandalkan tenaga Fikayo Tomori yang telah diintegrasikan kembali ke dalam skuad.
Selain bek asal Inggris tersebut, sang pelatih juga memiliki opsi pemain muda potensial, Sankhoun Diawara, yang baru mencatatkan 18 pertandingan profesional dalam kariernya tanpa pernah mencicipi kasta tertinggi liga.
Terlepas dari minimnya jam terbang pemain asal Prancis tersebut, Amorim ternyata menaruh kepercayaan penuh kepadanya sehingga ia sama sekali tidak mendesak manajemen untuk mendatangkan bek tengah baru di penghujung mercato.
Sang juru taktik meyakini bahwa ketika Matteo Gabbia kelak pulih dari cederanya, ia akan memiliki pilihan amunisi pertahanan yang lebih dari cukup untuk mengarungi panjangnya musim kompetisi.
Mari kita saksikan bersama apakah strategi tembok berlapis racikan Amorim ini mampu mematikan pergerakan barisan penyerang Juventus di Turin nanti.
Pantau terus pembaruan kabar terhangat seputar AC Milan hanya di situs kesayangan kita ini!





