Menjelang bergulirnya tirai kompetisi Serie A musim 2026/2027, atmosfer di markas AC Milan justru semakin dipenuhi ketegangan akibat lambatnya pergerakan di bursa transfer.
Keputusan berani pelatih baru Ruben Amorim untuk mengevaluasi ulang pilar-pilar lawas telah menciptakan efek domino yang mengubah sisa hari di jendela transfer musim panas ini menjadi arena pertaruhan krusial bagi kedalaman skuad Il Diavolo Rosso.
Berangkat dari situasi tersebut, hari Kamis tanggal 13 Agustus akhirnya ditandai sebagai momen penentuan atau ‘D-Day’ bagi manuver bisnis klub.
Keputusan besar harus segera diambil jika manajemen tidak ingin terperosok lebih dalam pada krisis komposisi tim menjelang laga perdana.
Jika kita menengok ke belakang pada awal Juli lalu, manajemen sebenarnya sukses menggebrak pasar dengan memboyong Mario Gila dari Lazio yang menyusul rekor transfer memukau Goncalo Ramos dari PSG.
Pengeluaran raksasa tersebut seketika menembus angka 100 juta Euro hanya dalam beberapa hari pertama dibukanya jendela transfer.
Saat itu sang pemilik, Gerry Cardinale, seolah memberi sinyal kuat bahwa RedBird Capital siap menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mendukung penuh proyek sang pelatih baru.
Namun seiring berjalannya waktu, situasi justru mendingin secara drastis tanpa adanya gebrakan lanjutan.
Kini menjelang 10 hari sebelum bergulirnya laga perdana, hanya pemain muda Sankhoun Diawara yang tercatat merapat ke San Siro sejak periode sibuk tersebut.
Kebuntuan pergerakan ini tak lepas dari rentetan kegagalan Rossoneri dalam mendepak deretan pemain yang tak lagi terpakai.
Selain itu, proses evaluasi Amorim yang memakan waktu cukup panjang juga turut memicu rasa frustrasi di kalangan para pendukung setia.
Dilema Evaluasi Taktik Ruben Amorim

Secara logika, keinginan seorang juru taktik baru untuk meninjau kualitas skuadnya secara langsung di lapangan adalah hal yang wajar dan bisa dimaklumi.
Transisi dari skema 3-5-2 ala Massimiliano Allegri menuju filosofi 3-4-2-1 racikan Amorim jelas membutuhkan penyesuaian gaya bermain yang sangat mendasar.
Alih-alih langsung membuang pemain di awal kedatangannya, pelatih asal Portugal itu memilih untuk mengerem operasi penjualan demi melakukan observasi mendalam selama pramusim.
Akan tetapi, langkah hati-hati ini justru memunculkan polemik baru terkait ketepatan pemilihan personel yang sedang dievaluasi.
Sang pelatih dirasa justru menghabiskan waktu berharga di pramusim untuk menilai ulang sederet pemain yang faktanya secara konsisten tampil mengecewakan dalam beberapa waktu terakhir.
Setelah merotasi tim eksperimental di laga uji coba melawan Celtic, Inter, dan Chelsea, Amorim akhirnya sampai pada kesimpulan evaluasi yang sangat tegas.
Melansir dari laporan terbaru Sky, terdapat sejumlah pilar yang resmi didepak dari proyeksi skuad utama dan berstatus siap diobral pada sisa waktu ini:
- Tujuh pilar resmi masuk daftar jual, yang meliputi nama-nama seperti Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, David Odogu, Christopher Nkunku, Filippo Terracciano, Santiago Gimenez, dan Pervis Estupinan.
- Kasus blunder Pervis Estupinan menjadi sorotan utama: Sang pelatih sempat membatalkan tawaran konkret dari Aston Villa beberapa pekan lalu demi evaluasi, namun kini pemain Ekuador itu justru dinilai tidak cocok sehingga potensi pemasukan uang menguap begitu saja.
- Pencoretan Christopher Nkunku sungguh memicu tanda tanya besar. Padahal secara hitung-hitungan taktik, eks bintang RB Leipzig ini seharusnya sangat ideal untuk menjalankan skema permainan high-pressing racikan Amorim.
- Saga Rafael Leao masih belum menemukan ujungnya, di mana nasib sang bintang terus berubah-ubah dari dipastikan hengkang menjadi upaya perbaikan hubungan meskipun secara teknis gayanya dinilai lebih tidak cocok ketimbang Nkunku.
Berpacu Melawan Waktu

Ujian pramusim terakhir melawan Manchester United akhir pekan ini di Polandia akan menjadi panggung pamungkas di mana Amorim dituntut menurunkan komposisi skuad inti yang benar-benar matang.
Di sisi lain, para pemain buangan yang telah masuk daftar jual mungkin hanya bisa memantau ponsel mereka demi menanti kejelasan nasib dari perwakilan agen.
Target manajemen untuk merekrut bek tengah tambahan, bek sayap, dan gelandang baru akan sangat bergantung pada seberapa cepat mereka bisa mengosongkan slot di ruang ganti.
Menjual pemain yang sudah terlanjur diketahui publik sebagai tenaga tak terpakai tentu bukan perkara mudah.
Milan bahkan mungkin terpaksa menggunakan formula pinjaman yang merugikan klub secara finansial hanya demi menyingkirkan mereka.
Dengan jam pasir yang terus berjalan dan kurang dari tiga pekan tersisa di bursa transfer, AC Milan kini benar-benar berisiko besar memasuki medan pertempuran Serie A dalam kondisi skuad yang terlampau bengkak namun belum sepenuhnya lengkap.





