Beberapa hari terakhir ini menjadi momen yang sangat positif bagi Francesco Camarda, dan pelatih Ruben Amorim telah memiliki rencana matang untuk memastikan tren positif tersebut terus berlanjut.
Pada hari Kamis, Camarda menandatangani perpanjangan kontraknya bersama Milan hingga tahun 2031. Sehari kemudian, pengumuman resmi dari klub pun dirilis ke publik.
Puncaknya terjadi pada hari Sabtu, di mana ia sukses mencetak dua gol hanya dalam waktu beberapa menit pada laga persahabatan melawan Celtic, yang langsung disusul oleh konfirmasi Amorim pasca-pertandingan bahwa sang striker muda akan bertahan di tim utama.
Seperti yang ditulis oleh La Gazzetta dello Sport, sulit membayangkan 72 jam yang lebih emosional bagi Camarda, seorang produk asli akademi muda Milan dan penggemar masa kecil klub.
Masa peminjamannya musim lalu di Lecce memang tidak berjalan sesuai harapan, sebagian besar karena cedera bahu yang membuatnya harus menepi selama lebih dari tiga bulan, namun musim 2026-27 ini telah dimulai dengan sangat baik baginya.
Mengikuti Jejak Pio Esposito

Camarda sadar betul bahwa ia belum benar-benar ‘tiba’ di puncak dan masih ada banyak hal yang harus dibuktikan di setiap sesi latihan dan pertandingan. Namun, ia juga tahu bahwa saat ini ia memiliki kesempatan emas yang harus dimanfaatkan.
Statusnya kini bukan lagi sekadar pemain muda yang baru belajar. Berikut adalah beberapa faktor yang membuatnya pantas berada di skuad senior:
- Pengalaman Berharga: Ia telah mengantongi 33 penampilan di Serie A bersama Milan dan Lecce, ditambah empat pertandingan di ajang Liga Champions.
- Kepercayaan Amorim: Hanya dalam beberapa sesi latihan, Amorim telah menyadari bahwa Camarda tampak sudah benar-benar siap secara fisik dan mental.
- Keuntungan Regulasi: Ia dapat dimasukkan ke dalam Daftar B saat pendaftaran skuad UEFA karena ia berusia di bawah 21 tahun dan telah menghabiskan dua musim di sistem pembinaan pemain muda klub.
- Kebutuhan Rotasi: Rotasi wajib akibat partisipasi di kompetisi antarklub Eropa bisa sangat membantu Camarda mendapatkan menit bermain reguler.
Meski penyerang tengah utama musim ini secara alami adalah Goncalo Ramos, Camarda tetap berambisi untuk mengukir tempatnya sendiri di starting XI.
“Situasinya bisa disamakan dengan ‘Francesco’ lainnya: Pio Esposito, yang memulai dari bawah namun kemudian memainkan peran krusial dalam keberhasilan Inter meraih Scudetto.”
Ambisi Rekor Baru dan Tim Nasional

Pemegang rekor debutan termuda dalam sejarah Serie A (15 tahun, 8 bulan, dan 15 hari) ini memang selalu terbiasa bermain dengan kelompok usia yang lebih tua selama di akademi.
Secara alami, ia telah melewati berbagai tingkatan tim nasional usia muda Italia, dan statistiknya bersama Azzurri sangatlah mengesankan: 6 gol dalam 9 penampilan untuk U-15, 3 gol untuk U-16, 11 gol untuk U-17, 6 gol untuk U-19, dan 4 gol dari 4 laga untuk tim U-21.
Hebatnya lagi, Camarda juga telah melakoni debutnya untuk tim nasional senior pada pertandingan persahabatan melawan Liechtenstein dan Yunani di bulan Juni lalu di bawah asuhan Silvio Baldini.
Kini ia berharap bisa mendapatkan panggilan konsisten dari pelatih timnas berikutnya dan menjadi andalan di Kejuaraan Eropa 2028 serta Piala Dunia 2030. Namun sebelum mencapai mimpi besar tersebut, ada satu tempat di lini depan AC Milan yang harus ia menangkan.





