Hari ini, sang pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, secara terbuka membahas kedatangan pelatih baru Ruben Amorim dan memaparkan cetak biru bagaimana klub akan melangkah maju di masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Cardinale memang bukanlah sosok yang paling populer di kalangan pendukung Milan. Namun, belakangan ini ia mulai menunjukkan kedekatan yang lebih intens dengan klub, dan terjadi pergeseran momentum yang sangat nyata di kubu Rossoneri dalam beberapa minggu terakhir.
Manajemen tercatat telah menggelontorkan dana sebesar 100 juta Euro pada bursa transfer musim panas ini. Sang miliarder asal Amerika Serikat tersebut ingin membuktikan bahwa ia menginginkan yang terbaik untuk Il Diavolo—sebuah niat yang mungkin sebelumnya tidak terlalu terlihat atau tidak berjalan sesuai harapan para penggemar.
Kendali Penuh dan Visi Kebangkitan
Kini, Cardinale telah menempatkan orang-orang kepercayaannya di posisi strategis, dan era baru AC Milan dapat benar-benar dimulai. Ia kini memegang kendali yang nyaris mutlak atas operasional klub, dan ini akan menjadi momen pembuktian sesungguhnya.

Sore ini, saat mendampingi Ruben Amorim, Cardinale berbicara langsung kepada media mengenai arah baru klub. Berikut adalah pernyataan pembukanya:
“Selamat siang, terima kasih banyak telah hadir di sini. Seperti yang Anda ketahui, ini adalah hari yang sangat penting bagi AC Milan, berada di sini bersama Anda untuk memperkenalkan pelatih baru. Anda telah melihat betapa banyak yang berubah sejak akhir musim lalu. Untuk pertama kalinya sejak saya menjadi pemilik, akan ada banyak hal baru.”
Menyoroti restrukturisasi dan hubungan kerja di dalam tubuh manajemen yang baru, bos RedBird tersebut menambahkan:
“Apa yang sering terjadi dalam banyak keadaan? Pertama Anda pergi ke direktur olahraga, lalu bos, lalu pelatih. Dalam satu bulan kami mengadakan pertemuan setara dengan enam bulan. Semua ini untuk meninjau kembali hubungan antara pelatih dan klub.”
Budaya Baru dan Manuver Transfer

Lebih jauh, Cardinale menegaskan ambisinya untuk mengubah mentalitas tim agar kembali menjadi kekuatan yang menakutkan, bukan sekadar tim yang bermain aman.
“Kami ingin membawa Milan kembali ke masa lalunya yang hebat dan gemilang, dan itu penting bagi semua orang: kami bermain untuk menang. Bukan berarti kami bermain untuk menghindari kekalahan. Ini harus menjadi gaya baru kami. Itu harus menjadi sepak bola yang menarik, indah untuk ditonton. Saya ingin menciptakan budaya baru. Cukup dengan masa lalu. Saya di sini sekarang, saya adalah manajer garis depan. Namun di belakang saya ada seluruh tim. Kami telah bekerja keras untuk menjadikan Ruben sebagai landasan tim kami, yang memiliki kedalaman luar biasa.”
“Sangat penting untuk membicarakan orang-orang ini. Saya telah mengambil orang-orang terbaik saya dan membawa mereka ke AC Milan. Kami akan memastikan bahwa tindakan yang kami ambil akan berbicara dengan sendirinya.”

Terkait pergerakan agresif klub di bursa transfer yang telah mendatangkan Goncalo Ramos dan Mario Gila, Cardinale berjanji akan mempercepat proses pembentukan skuad demi mendukung taktik sang pelatih baru:
“Ramos luar biasa, kemudian Gila akan tiba. Bursa transfer? Saya ingin merakit tim untuk Ruben sesegera mungkin.”
Sikap asertif dan keterlibatan langsung dari Gerry Cardinale ini tentu menjadi sinyal positif. Kini, publik San Siro berharap agar segala ambisi besar tersebut dapat segera diterjemahkan menjadi prestasi nyata di atas lapangan.





