Berita

Bongkar Taktik Ruben Amorim, Terungkap Alasan Rafael Leao Tak Cocok di AC Milan

×

Bongkar Taktik Ruben Amorim, Terungkap Alasan Rafael Leao Tak Cocok di AC Milan

Sebarkan artikel ini
Rafael Leao, Ruben Amorim
Rafael Leao, Ruben Amorim

Sistem taktik Ruben Amorim sempat disebut-sebut sebagai potensi penyelamat bagi karier Rafael Leao di AC Milan, tetapi benarkah demikian kenyataannya?

Dalam beberapa pekan terakhir sejak Amorim resmi ditunjuk, sejumlah media mengisyaratkan bahwa sang bintang Portugal mungkin akan mengurungkan niatnya untuk meninggalkan klub.

Jika kita hanya melihat murni dari kacamata formasi 3-4-3 yang digunakan, publik tentu bisa memahami mengapa anggapan tersebut sempat muncul ke permukaan.

Namun, sangat mudah bagi seseorang untuk terbuai oleh deretan angka formasi tersebut tanpa menggali lebih dalam mengenai bagaimana sistem itu benar-benar bekerja di atas lapangan.

Mari dukung terus langkah manajemen dengan menggunakan Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee secara langsung.

Posisi dan Profil yang Jauh Berbeda

Rafael Leao, Ruben Amorim
Rafael Leao, Ruben Amorim

Penulis taktik kami, Rohit Rajeev, telah mengamati secara saksama mengapa gaya permainan Leao sebenarnya tidak cocok dengan filosofi sepak bola sang pelatih baru.

Saat memegang kendali penguasaan bola, mantan tim Amorim yakni Sporting Lisbon beroperasi dalam skema 3-2-5 yang sangat cair dengan lima penyerang di depan.

Struktur posisi yang sangat spesifik ini merupakan pilar fundamental bagi prinsip penyerangan sang juru taktik asal Portugal tersebut.

Berikut adalah rincian analisis mengapa profil permainan Leao sangat bertolak belakang dengan kebutuhan taktik dalam sistem ini:

  • Peran Inside Forward: Pemain sayap dalam sistem Amorim cenderung beroperasi jauh lebih ke tengah untuk secara konsisten menempati ruang half-space dan bermain di antara garis pertahanan lawan.
  • Gaya Natural Leao: Sang bintang justru lebih suka tetap berada di sisi luar lapangan serta menerima bola dalam posisi terisolasi sebelum melakukan penetrasi mematikan ke arah bek lawan.
  • Kebutuhan Khusus: Jika Leao dibiarkan tetap melebar, Milan akan sangat membutuhkan bek sayap yang mampu masuk ke area half-space sembari tetap nyaman bermain di ruang tengah yang sempit.

Masalah Taktikal Tanpa Bola

Ruben Amorim
Ruben Amorim

Peran spesifik semacam itu nyatanya menjadi sesuatu yang sangat sulit dieksekusi oleh Milan, bahkan sejak masa jabatan Paulo Fonseca sebagai pelatih kepala.

Itulah sebabnya sekadar beralih ke formasi 3-4-3 tidak akan secara otomatis menyelesaikan masalah kesesuaian peran sang pemain di dalam tim ini.

Masalah terbesarnya justru akan muncul secara nyata ketika tim sedang berada dalam fase bertahan atau tiba-tiba kehilangan penguasaan bola.

Jika Milan mendorong banyak pemain ke depan dan mempertahankan garis pertahanan tinggi, mereka secara alami akan menjadi sangat rentan terhadap serangan balik dari lawan.

Kondisi ini menuntut sang pemain sayap kiri untuk secara konsisten berlari mundur membantu pertahanan, menutupi jarak yang jauh, atau segera menerapkan tekanan balik secara langsung.

Sayangnya, atribut kerja keras tanpa bola sama sekali tidak pernah menjadi kekuatan utama Leao, yang menjadikan perannya ini sangat sulit disesuaikan secara taktis dalam sistem Amorim.

🔴 Terima Kasih untuk Pendukung Setia Beritamilan.com Bulan Ini ⚫

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. I Komang Sidartha Kusuma Rp 10.000

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumber daya finansial yang terbatas, bantu admin untuk mempertahankan situs ini dengan donasi ke nomor DANA:

0816598786

(Jangan lupa untuk menyertakan nama atau inisial pada catatan transfer untuk keperluan pembaruan peringkat donatur secara berkala.)

FORZA MILAN SEMPRE!