Rival sekota AC Milan, Inter, bersama penyerang andalan mereka Marcus Thuram resmi dijatuhi hukuman denda masing-masing sebesar 5.000 Euro.
Hukuman tersebut dijatuhkan setelah keduanya menerima tawaran tawar-menawar pembelaan (plea bargain) atas penggunaan spanduk bernada hinaan terhadap Milan.
Insiden memalukan ini terjadi saat skuad Nerazzurri menggelar parade bus atap terbuka melintasi jalanan kota untuk merayakan gelar ganda Serie A dan Coppa Italia pada musim lalu.
Sepanjang acara perayaan tersebut, para penggemar memadati jalanan dan kerap menyodorkan spanduk atau syal kepada para pemain di atas bus.
Sayangnya, beberapa pemain termasuk Thuram terbukti tidak cukup bijak dalam menyaring barang-barang yang mereka terima dari para penggemar sebelum memamirkannya.
Mari dukung terus langkah manajemen dengan menggunakan Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee secara langsung.
Dua Spanduk Bernada Hinaan Mutlak
Komisi disiplin secara tegas menilai bahwa terdapat dua spanduk yang dikategorikan sebagai hinaan mutlak dan sangat menyinggung AC Milan beserta para pendukung setianya.
Spanduk pertama yang dipegang dengan sengaja oleh Thuram menggambarkan seekor tikus raksasa yang diwarnai dengan identitas kebesaran Merah-Hitam khas Milan.
Sementara itu, spanduk kedua berisi tulisan kasar yang secara langsung merendahkan sekaligus mengejek kemenangan bersejarah Rossoneri di laga Derby della Madonnina.
Berikut adalah beberapa fakta ironis di balik perayaan berujung sanksi disiplin tersebut:
- Fakta Derby: Inter merayakan gelar meskipun mereka mencatatkan rekor buruk sebagai klub pertama yang memenangkan Scudetto setelah menelan kekalahan di dua edisi Derby della Madonnina pada musim yang sama.
- Bukti Tak Terbantahkan: Thuram tertangkap kamera dengan jelas memamerkan spanduk provokatif tersebut di hadapan ribuan penggemar tanpa rasa bersalah.
- Jalur Damai: Alih-alih membela diri di sidang, pihak klub dan pemain memilih jalur tawar-menawar bersalah untuk menghindari sanksi yang berpotensi jauh lebih berat.
Hukuman Finansial sebagai Pelajaran
Akibat tindakan provokatif tersebut, Thuram dan pihak klub Inter awalnya sempat ditangguhkan ke komite disiplin untuk menjalani proses investigasi lebih lanjut.
Namun, karena mereka pada akhirnya mengakui kesalahan dan menerima tawaran dari pengadilan olahraga, hukuman yang dijatuhkan hanya terbatas pada denda finansial senilai 5.000 Euro untuk masing-masing pihak.
Meski nominal dendanya terbilang kecil bagi pesepak bola profesional, sanksi ini jelas menjadi noda memalukan bagi perayaan gelar juara rival sekota tersebut.
Bagi publik San Siro, hukuman ini menjadi bukti nyata bahwa tindakan tidak sportif dan provokasi murahan dari sang tetangga pada akhirnya tetap akan mendapat ganjaran dari otoritas liga.





