Penyelenggara kompetisi secara resmi telah merilis bagan undian ajang Coppa Italia untuk musim 2026/27, menyajikan sebuah skenario perjalanan yang sangat mendebarkan bagi kubu Rossoneri.
Rilis bagan ini langsung memunculkan prospek pertarungan sengit bertajuk Derby della Madonnina antara AC Milan dan rival sekotanya, Inter Milan, di babak semifinal.
Turnamen piala domestik kebanggaan Italia ini menggunakan sistem unggulan (seeding) layaknya sebuah kompetisi tenis, di mana alur serta bagan pertandingan telah ditentukan secara pasti sedari awal.
Mari dukung terus langkah manajemen dengan menggunakan Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee secara langsung.
Keuntungan Unggulan dan Format Baru

Sebagai salah satu dari delapan tim teratas di klasemen akhir Serie A musim lalu, AC Milan otomatis mendapatkan hak istimewa sebagai tim unggulan utama bersama Inter, Napoli, Roma, Como, Juventus, Atalanta, dan Bologna.
Kompetisi tahun ini menghadirkan total 44 tim peserta, yang terdiri dari seluruh tim Serie A dan Serie B, ditambah empat tim promosi dari kasta Lega Pro.
Bagi pasukan Ruben Amorim dan tujuh tim unggulan lainnya, turnamen baru akan dimulai pada babak 16 besar. Menariknya, terdapat beberapa regulasi format krusial yang patut diperhatikan pada edisi kali ini:
- Hak Istimewa Kandang: Seluruh tim yang berstatus sebagai unggulan teratas otomatis akan bermain sebagai tuan rumah pada laga perdana mereka di babak 16 besar.
- Sistem Gugur Langsung: Pertandingan hanya digelar dalam satu putaran (one-off), dengan pengecualian khusus untuk babak semifinal yang menggunakan sistem kandang-tandang (two legs).
- Tanpa Perpanjangan Waktu: Jika pertandingan berakhir imbang dalam 90 menit waktu normal, penentuan pemenang akan langsung dilanjutkan ke babak adu penalti tanpa melalui extra time.
Skenario Menuju Derby della Madonnina

Melihat susunan bagan yang telah dirilis, AC Milan diprediksi akan menemui jalan yang cukup berliku. Di atas kertas, jika semua unggulan mampu melaju mulus, Rossoneri berpotensi menghadapi kejutan dari tim kuda hitam, Como, pada babak perempat final.
Sementara itu, pada blok bagan yang sama, sang juara bertahan Inter Milan—yang musim lalu sukses menumbangkan Lazio 2-0 di partai final—berpotensi besar ditantang oleh Bologna di fase delapan besar.
Apabila Il Diavolo Rosso dan Nerazzurri sama-sama berhasil menyingkirkan lawan-lawannya di perempat final, sebuah duel epik adu gengsi satu kota akan tersaji secara dramatis di babak empat besar. Di sisi bagan yang lain, raksasa ibu kota Roma bisa saja bersua Juventus, sementara Napoli diprediksi akan saling sikut dengan Atalanta.
Potensi terciptanya laga derby di semifinal tentu menjadi motivasi ekstra bagi skuad asuhan Ruben Amorim. Menyingkirkan rival abadi demi mengamankan satu tiket ke partai puncak adalah skenario impian bagi setiap Milanisti di seluruh penjuru dunia.
Kini, manajemen dan tim pelatih harus meramu taktik serta strategi rotasi yang matang agar ambisi merengkuh trofi domestik tidak mengorbankan konsistensi di kompetisi liga. Turnamen ini tidak memberikan ruang toleransi sedikit pun; satu kesalahan kecil di waktu normal bisa langsung berakibat fatal pada adu penalti yang kejam dan mengakhiri mimpi juara Casa Milan.





