Nama Hendrik Almstadt mungkin terdengar asing bagi sebagian besar pendukung AC Milan, namun faktanya, eksekutif asal Jerman tersebut telah berkecimpung di Casa Milan selama lebih dari setengah dekade.
Berbagai laporan dalam 24 jam terakhir mengonfirmasi bahwa Almstadt akan menjadi figur utama yang diuntungkan dari perombakan manajemen di bawah arahan Gerry Cardinale.
Ia diproyeksikan untuk naik pangkat dari peran di balik layar menjadi negosiator transfer utama klub dengan jabatan resmi Director of Player Trading.
Promosi internal ini tak pelak memunculkan pertanyaan di kalangan pengamat dan penggemar mengenai kelayakan sang eksekutif serta kontribusi nyata apa yang telah ia berikan selama berada di bayang-bayang manajemen Rossoneri.
Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Masa Lalu Almstadt: Dari Harvard, Arsenal, Hingga Aston Villa

Nama Almstadt mulai sering terdengar di lingkaran internal AC Milan pada tahun 2020. Sebagai mantan tangan kanan CEO Ivan Gazidis, ia direkrut ke San Siro pada Januari 2019.
Latar belakangnya cukup mentereng; Almstadt adalah lulusan Magister Administrasi Bisnis dari Harvard Business School. Sebelum terjun ke dunia sepak bola, ia berkarier sebagai analis di Goldman Sachs dan berbagai firma investasi ekuitas.
Pekerjaan pertamanya di ranah sepak bola adalah di Arsenal, di mana ia bertugas di divisi Operasi Sepak Bola di bawah arahan Gazidis. Tugasnya meliputi analisis teknis mulai dari tim utama hingga sektor usia muda.
Almstadt merupakan otak di balik restrukturisasi akademi Arsenal yang sukses mengorbitkan talenta-talenta berbakat seperti Ismael Bennacer dan Bukayo Saka.
Pada tahun 2015, ia menjajal tantangan sebagai Direktur Olahraga Aston Villa. Sayangnya, karier tersebut hanya bertahan selama enam bulan akibat perselisihan dengan manajer Tim Sherwood dan rentetan hasil buruk yang menyeret klub ke zona degradasi.
Kritik Boban dan Evolusi Peran di AC Milan

Saat ditarik Gazidis ke AC Milan, tugas awal Almstadt lebih berfokus pada analisis anggaran dan penentuan alokasi dana mercato. Sayangnya, pendekatannya kerap berbenturan dengan mantan direktur klub, Zvonimir Boban dan Paolo Maldini.
“Sejak awal… Saya berkata pada diri sendiri: ‘Jadi kita harus bertarung melawan pemilik kita sendiri demi kebaikan Milan.’ Dan Paolo [Maldini] berkata kepada saya: ‘Kurang lebih begitu’,” ungkap Zvonimir Boban dalam sebuah wawancara setahun lalu.
“Mereka memiliki seorang bernama Hendrik [Almstadt] di sana, yang entah apa yang ia mengerti tentang sepak bola, yang harus menyetujui apa yang kami lakukan layaknya seorang pengontrol teknis,” kecam legenda Kroasia tersebut.
Kendati sempat menjadi sasaran kritik, Almstadt perlahan mulai membuktikan kemampuannya. Ia dan Geoffrey Moncada dilaporkan memiliki peran besar dalam kesuksesan transfer Ante Rebic dan Theo Hernandez yang menjadi pilar penting raihan Scudetto 2021-2022.
Arsitek Jaringan Pemantau Bakat Berbasis Data

Kini, Almstadt akan menjadi sekutu terdekat pelatih baru Ruben Amorim. Keduanya akan berkolaborasi untuk memetakan kebutuhan teknis spesifik skuad AC Milan.
Almstadt tidak akan bekerja sendirian. Ia akan didukung oleh Bobby Gardiner yang dipromosikan sebagai Director of Football Intelligence, serta Donato Lomonte yang mengawasi analisis data dan jaringan delapan pencari bakat global dengan fokus geografis di Inggris, Prancis, Argentina, Belanda, Belgia, dan Italia.
Pendekatan Almstadt yang menggabungkan ilmu data dengan pemahaman sepak bola tradisional terlihat jelas dari paparannya di konferensi MIT Sloan School of Management beberapa waktu lalu.
“Siapa yang melihat datanya? Itu pertanyaan kuncinya… Anda butuh keduanya. Baik seorang analis sepak bola yang mengerti permainan, maupun seseorang dengan pemikiran statistik dan matematis,” tegas Almstadt terkait filosofi transfernya.
Setelah rumor yang mengaitkan klub dengan direktur berbasis data seperti Ralf Rangnick dan Markus Krösche, manajemen akhirnya memutuskan untuk memercayakan operasi pasar kepada pakar angka yang sudah ada di dalam rumah mereka sendiri.





