Kabar mengenai siapa yang akan menduduki kursi panas pelatih AC Milan musim depan masih menjadi teka-teki, namun sorotan utama tetap tertuju pada sosok Oliver Glasner.
Kandidat terkuat pengganti pelatih di San Siro ini baru saja dicegat oleh jurnalis dari dua surat kabar Austria, Kronen dan Oberösterreichischen Nachrichten, tepat setelah dirinya selesai bermain tenis di Mehrnbach, sebuah desa kecil di Austria Atas.
Ketika ditanya secara gamblang mengenai rumor kuat yang terus mengaitkannya dengan kesepakatan bernilai jutaan euro bersama Rossoneri, pria asal Austria ini memberikan jawaban yang cukup diplomatis namun penuh teka-teki.
Alih-alih membantah, mantan juru taktik Crystal Palace ini justru menegaskan bahwa ia menetapkan standar yang sangat tinggi bagi klub mana pun yang ingin memakai jasanya pramusim ini.
Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Berikut adalah respons langsung dari Oliver Glasner menanggapi derasnya pemberitaan media mengenai masa depannya:
“Sangat menyenangkan bahwa sejak saya mengumumkan akhir kontrak saya dengan Crystal Palace, media telah mengaitkan saya dengan hampir semua klub. Saya tidak pernah mengomentari rumor-rumor ini dan saya tidak ingin melakukannya sekarang. Ketika saatnya tiba, saya akan mengumumkannya. Dan untuk benar-benar siap bagi klub baru, semuanya harus sempurna. Anda harus memiliki perasaan yang baik: jika itu tidak ada, maka tidak akan ada kesepakatan,” ungkap Oliver Glasner.
Syarat Mutlak Kesempurnaan dan Prediksi Piala Dunia 2026

Pernyataan Glasner tersebut seolah menjadi sinyal keras bagi Gerry Cardinale dan jajaran manajemen RedBird bahwa mereka harus menyajikan proposal proyek olahraga yang benar-benar matang tanpa celah.
Sembari menimbang tawaran yang masuk, Glasner tampaknya sangat menikmati momen rehatnya dari dunia sepak bola kompetitif. Berikut adalah beberapa fokus utama sang pelatih selama masa liburannya:
- Waktu Berkualitas Bersama Keluarga: Menghabiskan sebagian besar waktunya di kampung halaman untuk bersantai dan sarapan pagi rutin bersama sang putri.
- Fokus Menikmati Turnamen Internasional: Glasner antusias menyambut Piala Dunia, dengan fokus utama mendukung perjalanan tim nasional Austria.
- Analisis Peta Kekuatan Sepak Bola: Mengamati secara jeli tim-tim unggulan turnamen tanpa harus memikirkan beban taktis level klub.
- Agenda Pribadi yang Tertunda: Mengurus berbagai keperluan personal yang terbengkalai selama ia sibuk melatih di Liga Inggris.
Dalam kesempatan yang sama, pelatih berusia 51 tahun ini juga membagikan pandangan serta prediksinya mengenai persaingan sengit di ajang Piala Dunia yang sebentar lagi bergulir:
“Tentu saja saya akan menonton pertandingan, terutama pertandingan Austria. Saya selalu bangun pagi jam 6, untuk sarapan bersama putri saya, tapi pertandingan jam 4 pagi agak terlalu pagi bagi saya… Secara keseluruhan, 104 pertandingan sepertinya terlalu banyak. Saya melihat peluang bagus bagi Austria untuk mencapai babak 32 besar sebagai runner-up grup. Saya pikir Prancis harusnya menang, tapi saya tidak yakin. Saya juga melihat Spanyol bermain bagus dan kemudian iklim akan berdampak: kecuali Jerman pada 2014, tidak ada tim Eropa yang pernah berhasil memenangkan Piala Dunia di Amerika Selatan. Jadi, saya tambahkan Argentina,” jelasnya merinci peta kekuatan turnamen.
Agenda Santai Sembari Menunggu Panggilan Resmi Casa Milan

Bagi publik Milanisti, penantian pengumuman pelatih baru ini memang terasa sangat mendebarkan. Namun lucunya, sang tokoh utama justru sedang sibuk mengatur jadwal bermain golf bersama teman lama.
Mengenai rencana kegiatannya dalam beberapa hari ke depan, Glasner dengan santai membeberkan jadwal pribadinya yang sama sekali tidak menyinggung urusan terbang ke Milano:
“Saya telah menghabiskan beberapa minggu terakhir untuk liburan bersama keluarga saya. Sekarang saya memiliki banyak hal yang harus diselesaikan, termasuk janji temu dengan akuntan pajak saya dan makan siang bersama teman-teman yang sudah dijadwalkan sejak tiga tahun lalu. Seorang mantan teman sekolah saya menyelenggarakan turnamen golf dan saya akan berpartisipasi,” tutup Glasner dengan nada santai.
Sikap tenang yang ditunjukkan Glasner menegaskan bahwa negosiasi dengan AC Milan kini sepenuhnya bergantung pada kemampuan RedBird untuk meyakinkan sang pelatih.
Jika turnamen golf yang diikutinya selesai sebelum pertengahan Juli, tentu ada harapan besar ia akan langsung terbang mengemban tugas memimpin sesi latihan perdana Rossoneri di Milanello.





