Berita

Santiago Gimenez Tebar Ancaman di Piala Dunia: Pede Jadi Top Skor Bersama Timnas Meksiko

×

Santiago Gimenez Tebar Ancaman di Piala Dunia: Pede Jadi Top Skor Bersama Timnas Meksiko

Sebarkan artikel ini
Santiago Gimenez
Santiago Gimenez

Penyerang muda AC Milan, Santiago Gimenez, menunjukkan rasa percaya diri yang sangat tinggi menjelang bergulirnya turnamen sepak bola terbesar di planet bumi, Piala Dunia 2026.

Meskipun baru saja melewati musim kompetisi yang sangat berat di level klub akibat tidak mampu mencetak satu gol pun di liga pasca-operasi pergelangan kaki, bomber berkebangsaan Meksiko ini menolak untuk menyerah pada keadaan.

Dalam sebuah sesi wawancara eksklusif bersama Billboard Italia yang dipandu oleh rapper ternama sekaligus fans berat Milan, Ernia, pemain yang akrab disapa Santi ini blak-blakan mengenai ambisinya di turnamen akbar tersebut.

Ajang Piala Dunia ini dinilai akan menjadi panggung krusial bagi mantan juru gedor Feyenoord tersebut untuk membuktikan kualitasnya di hadapan calon pelatih baru Milan atau demi memikat minat klub papan atas Eropa lainnya.

Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!

Kisah di Balik Nama “El Bebote” dan Hubungan Emosional Bersama Milanisti

Di luar urusan taktis lapangan, Gimenez membagikan kisah unik mengenai nama panggilan ikonik “El Bebote” yang melekat pada dirinya sejak memulai karier profesional di dunia si kulit bundar.

  • Asal-usul Nama Bayi Raksasa: Panggilan ini diberikan oleh keluarga karena ukuran tubuhnya yang besar saat bayi. Nama ini menjadi viral setelah jurnalis TV meneriakkannya saat Santi mencetak gol debut.
  • Cinta Sejak Kecil untuk Il Diavolo: Santi mengaku sudah menjadi pendukung AC Milan sejak masa kanak-kanak karena sering menonton pertandingan mereka di layar kaca.
  • San Siro Layaknya Sebuah Keluarga: Meski performanya musim ini dihujani kritik tajam akibat cedera, Santi merasa sangat terharu karena suporter Milan terus memberikan dukungan moral tanpa henti.
  • Kaka Sebagai Kiblat Inspirasi: Legenda legendaris asal Brasil, Kaka, dipilih sebagai sosok pemain yang paling menginspirasi karier sepak bolanya di Milan.
Santiago Gimenez
Photo: acmilan.com

Saat ditanya mengenai asal-usul nama panggilan uniknya tersebut, Gimenez memberikan jawaban yang cukup menggelitik:

“Kisah di balik nama panggilan saya sangat lucu. Keluarga saya memberikannya kepada saya karena saya dulu adalah bayi yang sangat besar. Bebote sebenarnya diterjemahkan sebagai ‘Bayi Besar’. Seorang teman ayah saya, seorang jurnalis televisi, berteriak, ‘Gol untuk El Bebote!’ ketika saya mencetak gol pertama saya di divisi pertama. Sejak saat itu, semua orang, bukan hanya keluarga saya, mulai memanggil saya dengan sebutan itu,” ujar Santiago Gimenez.

Santi juga tidak segan-segan memuji atmosfer luar biasa yang selalu dihadirkan oleh para Milanisti setianya di dalam stadion San Siro:

“Saya pikir ini adalah salah satu stadion paling penting dalam sejarah sepak bola. Namun, apa yang membuatnya benar-benar istimewa adalah para penontonnya. Fans Milan mendukung tim dari menit pertama hingga menit kesembilan puluh, bahkan sebelum dan sesudah pertandingan. Saya sudah menjadi fans Milan sejak saya masih kecil, dan bisa bermain di stadion yang hanya bisa saya lihat di televisi itu sangat berarti bagi saya. Para penggemar telah menyambut saya dengan begitu banyak kasih sayang, dan meskipun saya tidak tampil sebaik yang saya inginkan, mereka terus mendorong saya dan memiliki keyakinan pada saya. Seperti sebuah keluarga,” tambahnya.

Pengakuan Paspor Italia Hingga Mentalitas Perang Melawan Rekan Setim

Christian Pulisic Amerika Serikat, Santiago Gimenez Meksiko, Rafael Leao Portugal, Mike Maignan Prancis
Christian Pulisic Amerika Serikat, Santiago Gimenez Meksiko, Rafael Leao Portugal, Mike Maignan Prancis

Menariknya, striker berusia 25 tahun ini juga membuat pengakuan mengejutkan bahwa dirinya sebenarnya memiliki dokumen kewarganegaraan berupa paspor Italia, yang membuatnya merasa sangat sedih melihat absennya Gli Azzurri di ajang dunia.

Terkait potensi bentrokan fisik melawan para penggawa Rossoneri lainnya di fase grup nanti, Gimenez menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak akan berkompromi atau memikirkan status pertemanan di level klub:

“Saya selalu berpikir bahwa saat seseorang mengenakan seragam yang berbeda dari seragam saya, mereka berhenti menjadi rekan setim saya. Mereka menjadi lawan, seorang ‘musuh’. Ini adalah perang. Sebagai seorang pesepak bola, saya mengalaminya sebagai hal yang sepenuhnya normal,” tegas sang striker.

Terakhir, mengenai banyaknya kritik tajam yang mengarah kepada dirinya di media sosial akibat absen mencetak gol di paruh musim lalu, “El Bebote” memilih untuk menutup kuping rapat-rapat:

“Mereka yang berbicara dan mengatakan hal-negatif sering kali tidak melihat kerja keras yang Anda lakukan dalam latihan dan seberapa besar komitmen Anda, jadi saya mencoba mengabaikan komentar-komentar tersebut. Saya mendengarkan Tuhan, keluarga saya, dan teman-teman saya, yang pada akhirnya, adalah orang-orang yang, lebih dari siapa pun, ingin saya menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri,” pungkasnya menutup sesi wawancara.

đź”´ Daftar Pendukung Setia Beritamilan.com Bulan Ini âš«

Terima kasih atas dukungan tulus Anda

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumberdaya finansial yang sangat terbatas, bantu kami untuk mempertahankan situs ini via DANA:

0816598786

(Sertakan nama/inisial di catatan transfer untuk update ranking)

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. I Komang Sidartha Kusuma Rp 10.000
FORZA MILAN SEMPRE!