Kebijakan transfer yang diambil oleh jajaran petinggi AC Milan dalam berburu nahkoda baru untuk musim depan kembali memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola Italia.
Pakar transfer terkemuka dari Sky Sport, Gianluca Di Marzio, melayangkan draf kritik tajam terkait keputusan klub yang dinilai terlalu memaksakan diri untuk mendatangkan pelatih dari luar negeri.
Melalui siniar formal bertajuk Caffè Di Marzio yang bekerja sama dengan pihak TMW, dirinya membedah dinamika pencarian manajer baru yang sedang berlangsung di Casa Milan.
Di Marzio secara blak-blakan mengungkapkan bahwa instruksi utama yang dijalankan oleh manajemen saat ini merupakan perintah langsung dari sang pemilik klub.
“Input dari pihak pemilik, dalam hal ini Cardinale, yang disarankan oleh Zlatan Ibrahimovic, adalah untuk bertaruh pada sosok non-Italia,” bongkar Gianluca Di Marzio mengenai draf kebijakan internal klub.
“Sebenarnya tidak hanya untuk pilihan di bangku cadangan, tetapi juga sebagai direktur olahraga dan sebagai administrator delegasi,” tambahnya lagi.
Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Meskipun menghormati draf strategi pemrograman yang disusun oleh RedBird, Di Marzio mengaku sangat sulit memahami alasan di balik keputusan untuk meminggirkan talenta lokal Italia.
“Terlepas dari kenyataan bahwa semua strategi pemrograman sebuah klub adalah hal yang patut dihormati, namun ketidakinginan untuk mengambil orang Italia ini jujur saja kurang saya pahami,” cetus ahli transfer tersebut memberikan draf penilaian sepihak.
Poin Kunci Kritik Tajam Gianluca Di Marzio

Berikut adalah beberapa rangkuman argumen serta draf pandangan kritis yang disampaikan oleh Gianluca Di Marzio terkait bursa kepemimpinan Rossoneri:
- Instruksi Mutlak Non-Italia: Pemilik RedBird Gerry Cardinale atas draf saran Zlatan Ibrahimovic mewajibkan pengisian pos pelatih, DS, hingga CEO baru diisi oleh figur asing.
- Kualitas Pelatih Lokal Melimpah: Di tengah draf krisis bakat teknis pemain sepak bola Italia saat ini, sektor kepelatihan justru menjadi aset terbaik yang sukses diekspor ke luar negeri.
- Kontradiksi Profil Idaman: Isu internal mengenai draf pendekatan pelatih bergaya taktis ala Cesc Fabregas dinilai bertolak belakang dengan karakter Oliver Glasner dan Arne Slot.
Kejayaan Tradisi Italia dan Anomali Karakter Calon Pelatih
Di Marzio meyakini bahwa di tengah minimnya bakat pemain lokal saat ini, barisan pelatih asal Negeri Pizza justru sedang mengalami tren kesuksesan yang luar biasa di kancah internasional.
“Di luar figur administrator dan direktur, yang tentu saja bisa ditemukan di luar negeri, tetapi jika ada satu hal baik yang kita miliki saat ini di Italia mengingat kurangnya bakat dari sudut pandang teknis, hal itu justru adalah para pelatih,” urai Di Marzio menganalisis potensi domestik.
“Hal ini dibuktikan oleh kesuksesan Italia baru-baru ini, misalnya Farioli di Porto, serta kehadiran dua pelatih visioner di Premier League seperti De Zerbi di Tottenham dan Maresca yang sangat mungkin di Manchester City,” paparnya memberikan contoh nyata di lapangan.

Melihat fakta sejarah serta kehebatan taktis para manajer lokal tersebut, ia mempertanyakan urgensi dari draf perburuan pelatih luar negeri yang dilakukan Cardinale.
“Ini untuk mengatakan bahwa tradisi pelatih Italia adalah tradisi yang menang, sebuah tradisi yang selalu membawa sepak bola kita mengekspor kualitas bangku cadangan kita ke luar negeri. Mengapa jadi Milan harus ngotot menemukan pelatih asing?” tanya Di Marzio penuh keheranan.
Ia juga menyoroti adanya draf ketidakcocokan antara profil manajer idaman yang sempat dibocorkan pihak klub dengan realitas kandidat yang ada di bursa transfer saat ini.
“Seorang pelatih dengan pendekatan ala Fabregas, sempat mereka bocorkan dari Casa Milan dalam beberapa hari terakhir,” ulas jurnalis Sky Sport tersebut membongkar rahasia internal.
“Namun, dua nama yang menjadi fokus Milan hari ini, yaitu Glasner dan Slot, memiliki segalanya kecuali draf pendekatan ala Fabregas,” pungkas Di Marzio menutup draf analisis kritisnya.





