Revolusi manajemen AC Milan yang digagas oleh pemilik klub, Gerry Cardinale, tampaknya terus menghadapi jalan buntu dan rintangan berat.
Laporan terbaru dari harian Il Giornale pagi ini menyebutkan bahwa Milan kini terjebak dalam situasi kacau akibat momentum Piala Dunia 2026 yang kian dekat.
Setelah mendapatkan penolakan dari Andoni Iraola dan Xavi, manajemen Rossoneri kini memunculkan dua nama besar baru, yaitu Mauricio Pochettino dan Ralf Rangnick.
Pochettino dibidik untuk mengisi kekosongan kursi pelatih kepala, sementara Rangnick diproyeksikan menjadi direktur teknis yang baru untuk memimpin area olahraga.
Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Poin Kunci Rintangan Transfer AC Milan

Berikut adalah beberapa catatan krusial yang membuat pergerakan manajemen Iblis Merah menjadi sangat terhambat di bursa transfer musim panas ini:
- Fokus di Piala Dunia: Baik Mauricio Pochettino maupun Ralf Rangnick tidak bisa merapat dalam waktu dekat karena harus mendampingi tim nasional masing-masing.
- Komitmen Internasional: Pochettino saat ini masih menjabat sebagai pelatih timnas Amerika Serikat, sedangkan Rangnick berstatus sebagai juru taktik timnas Austria.
- Agenda yang Mepet: Gelaran akbar Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan akan resmi bergulir dalam hitungan minggu, tepatnya pada tanggal 11 Juni mendatang.
Chaos Jadwal dan Pesan Haru Mike Maignan
Namun, ambisi besar manajemen RedBird tersebut langsung membentur dinding tebal karena faktor komitmen internasional kedua sosok tersebut.
Situasi pelik ini jelas membuat pergerakan transfer dan perombakan struktur internal di Casa Milan menjadi sangat lambat dan membingungkan.
Di tengah ketidakpastian proyek olahraga tersebut, kapten tim Mike Maignan mencoba meredam gejolak emosi para suporter lewat pesan menyentuh di media sosial.
Penjaga gawang utama asal Prancis itu mengunggah sebuah pernyataan resmi di Instagram untuk merefleksikan kegagalan tim menembus zona Liga Champions.
Maignan secara ksatria mengakui bahwa target-target penting klub pada musim ini sama sekali tidak berhasil tercapai dengan baik.

“Satu tahun lagi di mana, sayangnya, target-target utama kami tidak berhasil tercapai,” ungkap Maignan dalam unggahan emosionalnya.
“Terima kasih kepada para suporter Milan atas dukungan luar biasa yang kalian berikan di sepanjang tahun ini.”
“Sukacita dan kesedihan adalah bagian dari kehidupan bagi para atlet dan juga para pendukung setia sebuah klub.”
“Cepat atau lambat, AC Milan dipastikan akan bangkit kembali dari keterpurukan ini,” pungkas sang kapten menegaskan janji setianya.
Pernyataan optimis dari Maignan tersebut setidaknya memberikan sedikit ketenangan bagi fans di tengah isu macetnya perburuan pelatih baru.





