Berita

Mimpi Buruk di San Siro: AC Milan Kalah 1-2 dari Cagliari dan Gagal ke Liga Champions!

×

Mimpi Buruk di San Siro: AC Milan Kalah 1-2 dari Cagliari dan Gagal ke Liga Champions!

Sebarkan artikel ini
Luka Modric
Luka Modric

Mimpi terburuk AC Milan akhirnya benar-benar menjadi kenyataan di San Siro setelah mereka menelan kekalahan pahit 1-2 dari Cagliari.

Kekalahan memalukan pada Senin dini hari tersebut secara tragis merenggut tiket kualifikasi Liga Champions dari genggaman skuad Iblis Merah.

Hasil minor ini membuat Rossoneri terjun bebas dari peringkat ketiga menjadi posisi keenam di klasemen akhir Serie A.

Pasukan Massimiliano Allegri kini harus menelan pil pahit dan puas hanya dengan mengamankan satu tempat di kompetisi kasta kedua, Liga Europa.

Awal Sempurna yang Berakhir Bencana

Malam penentuan ini sebenarnya tidak bisa dimulai dengan cara yang lebih baik lagi bagi publik tuan rumah.

Laga sempat tertunda dan baru dimulai pada pukul 01:52 WIB karena adanya kerusuhan suporter yang menyebabkan penundaan pada pertandingan Torino melawan Juventus.

Meski kick-off terlambat, Milan langsung tancap gas dan sukses membuka keunggulan saat laga baru berjalan dua menit.

Sebuah umpan ciamik dari Santiago Gimenez berhasil dikendalikan dan dikonversi dengan sempurna oleh Alexis Saelemaekers menjadi gol pembuka.

Sayangnya, euforia keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Cagliari perlahan mulai mengatur ulang barisan mereka.

Kelengahan barisan pertahanan Milan pasca-tendangan sudut harus dibayar mahal ketika Gennaro Borrelli sukses melepaskan tembakan jarak dekat untuk menyamakan kedudukan.

Di tengah kekecewaan mendalam ini, mari tetap setia mendukung kebangkitan Iblis Merah musim depan dengan memakai Kaos AC Milan keren melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!

Babak Kedua yang Penuh Frustrasi

Mendapat cemoohan dari para pendukungnya sendiri saat turun minum, Allegri langsung bereaksi dengan memasukkan Christian Pulisic untuk menggantikan Gimenez.

Alih-alih bangkit meraih keunggulan, petaka justru menghampiri Iblis Merah pada menit ke-57 yang membuat mereka terlempar dari posisi empat besar.

Berawal dari tendangan bebas akibat pelanggaran murah Strahinja Pavlovic, kiper Mike Maignan sempat melakukan penyelamatan hebat sebelum bola muntah disambar dengan sundulan oleh Rodriguez.

Merespons ketertinggalan tersebut, Allegri melakukan pergantian tiga pemain sekaligus dengan memasukkan Niclas Fullkrug, Zachary Athekame, dan Luka Modric ke lapangan.

Rafael Leao bahkan ikut diturunkan untuk menggantikan Youssouf Fofana pada sisa 22 menit pertandingan dengan harapan mampu memecah kebuntuan serangan.

Milan harus sangat berterima kasih kepada Maignan yang berkali-kali melakukan penyelamatan gemilang di bawah mistar untuk menjaga asa tim tetap hidup hingga menit akhir.

Namun, rentetan peluang emas yang terbuang percuma, termasuk kegagalan tembakan akrobatik Adrien Rabiot, memastikan bahwa ini sama sekali bukanlah malamnya Milan.

Peluit panjang akhir pertandingan terdengar bagaikan vonis mati yang mengakhiri sebuah musim dengan penuh penyesalan mendalam.

Kehilangan tiket Liga Champions bukan sekadar soal kegagalan teknis di atas lapangan, melainkan sebuah kemunduran besar yang menuntut evaluasi menyeluruh.

Kini, manajemen klub harus bersiap mengambil serangkaian keputusan besar nan berat untuk menyikapi bencana katastropik di penghujung musim ini.

🔴 Daftar Pendukung Setia Beritamilan.com Bulan Ini ⚫

Terima kasih atas dukungan tulus Anda

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumberdaya finansial yang sangat terbatas, bantu kami untuk mempertahankan situs ini via DANA:

0816598786

(Sertakan nama/inisial di catatan transfer untuk update ranking)

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. Anonim Bank Sumut Rp 100.000
2. Athena Rp 100.000
3. Chris Yudha Rp 47.111
4. Ac Milan Siamo Noi Rp 28.266
5. I Komang Sidartha Kusuma Rp 28.000

FORZA MILAN SEMPRE!