Berita

Krisis Internal Menghancurkan AC Milan: Ibrahimovic Nodai Legasinya Sendiri Demi Kekuasaan?

×

Krisis Internal Menghancurkan AC Milan: Ibrahimovic Nodai Legasinya Sendiri Demi Kekuasaan?

Sebarkan artikel ini
Zlatan Ibrahimovic, Massimiliano Allegri,
Zlatan Ibrahimovic, Massimiliano Allegri,

Kemenangan manis atas Genoa nyatanya hanya menjadi obat penawar sementara bagi AC Milan. Selama sepekan terakhir, publik disuguhkan pada realita pahit bahwa mungkin hanya para pemain di atas lapangan yang benar-benar memikirkan kebaikan klub.

Narasi “demi kebaikan Milan” terdengar sangat ironis ketika dihadapkan pada pengungkapan mengejutkan mengenai dinamika internal manajemen: mulai dari posisi Igli Tare yang di ambang pintu keluar, protes keras terhadap CEO Giorgio Furlani, hingga perpecahan yang tidak bisa diperbaiki lagi antara Zlatan Ibrahimovic dan Massimiliano Allegri.

Jurnalis Pietro Mazzara melalui kolom editorialnya di MilanNews membedah situasi rumit ini, menyoroti pilihan berat yang harus diambil oleh Gerry Cardinale, serta sindiran tajam dari kubu rival.

Allegri atau Ibra: Siapa yang Akan Ditendang?

Pertanyaan terbesarnya adalah: bagaimana Allegri bisa terus menjadi pelatih Milan dengan sosok “pengganggu” sebesar Ibra yang belum terbiasa dengan batasan perannya?

“Jawabannya tampak logis dan dapat ditebak, yakni di antara keduanya โ€” dalam hal pengambilan keputusan โ€” figur yang lebih lemah adalah Allegri, karena Ibrahimovic adalah penasihat RedBird.”

“Bagaimana Cardinale bisa tetap tidak peka dan acuh tak acuh terhadap sabotase diri yang dilakukan Ibra dengan memanggil beberapa pemain, dan mengungkapkan kepada mereka keinginan Allegri yang tidak menginginkan mereka di skuad untuk musim depan?”

“Ini disebut ‘pelanggaran rahasia perusahaan’ dan telah menyebabkan kerusakan yang signifikan karena semuanya terjadi setelah pertemuan internal klub dan di tengah musim yang sedang berjalan…”

Mazzara menegaskan bahwa pada akhirnya hanya akan ada satu orang yang bertahan. Ibra saat ini dinilai sedang menghancurkan aura legenda yang telah ia bangun susah payah selama dua periode menjadi pemain di Milan.

Perbedaan Mencolok RedBird dan Elliott

Allegri, Cardinale, Tim
Allegri, Cardinale, Tim

Kritik juga mengarah pada kebijakan finansial Gerry Cardinale yang jauh berbeda dengan pendahulunya.

“Di bawah manajemen RedBird, klub ini menghidupi dirinya sendiri. Arus kas yang dihasilkan dalam empat tahun ini adalah hasil dari strategi manajemen… karena tidak ada uang yang mengucur dari brankas RedBird ke Milan.”

“Elliott, sebaliknya, ketika mengambil alih Milan pada 2018, menyuntikkan lebih dari 500 juta euro… Perbedaan yang substansial meskipun keduanya adalah dana investasi (fund).”

Gol Gawang Kosong Marotta

Sebagai puncak dari segala rasa malu, Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, memberikan balasan menohok atas komentar Gerry Cardinale sebelumnya mengenai kekalahan di final.

“Marotta menggarisbawahi trofi domestik yang dimenangkan oleh Inter dan, secara ironis, berharap Cardinale dapat menyamainya. Sebuah gol ke gawang kosong yang seharusnya bisa dan wajib dihindari.”

“Untuk memperbaikinya, kita harus membangun Milan yang tangguh dan bebas dari sabotase… Jika tidak, mereka akan terus berpesta sementara kita melihat diri kita kehilangan pijakan di buku sejarah dan di generasi penggemar baru, yang kini lebih condong ke Inter daripada Milan. Dan tidak, para turis tidak akan cukup untuk mengisi kekosongan ini…”

Jangan biarkan konflik internal melunturkan cinta kita pada klub! Tetap dukung Iblis Merah dengan elegan melalui Kaos AC Milan keren ini ๐Ÿ‘‰ Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!

Analisis Redaksi

Gerry Cardinale, Tim AC Milan

Artikel dari Pietro Mazzara ini benar-benar menelanjangi betapa hancurnya struktur organisasi AC Milan di bawah rezim RedBird saat ini.

Tuduhan bahwa Zlatan Ibrahimovic melakukan “sabotase” dengan membocorkan rahasia transfer pelatih kepada para pemain di tengah musim yang sedang berjalan adalah sebuah skandal besar. Jika ini benar, maka Ibra telah bertindak sangat tidak profesional dan melampaui batas kewenangannya sebagai seorang penasihat.

Gerry Cardinale kini dihadapkan pada buah simalakama. Mempertahankan Allegri berarti ia harus berani mendisiplinkan Ibra, sosok yang ia bawa sendiri ke dalam manajemen. Memilih Ibra berarti ia membiarkan budaya ketidakdisiplinan dan sabotase merajalela di tingkat eksekutif.

Selain itu, sindiran Marotta adalah tamparan keras yang membuktikan bahwa tanpa investasi dana segar seperti era Elliott, Milan hanya akan menjadi badut di hadapan tetangganya sendiri. Mengandalkan turis untuk mengisi stadion tidak akan pernah bisa membeli sejarah dan mentalitas juara!

๐Ÿ”ด Daftar Pendukung Setia Beritamilan.com Bulan Ini โšซ

Terima kasih atas dukungan tulus Anda

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumberdaya finansial yang sangat terbatas, bantu kami untuk mempertahankan situs ini via DANA:

0816598786

(Sertakan nama/inisial di catatan transfer untuk update ranking)

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. Anonim Bank Sumut Rp 100.000
2. Athena Rp 100.000
3. Chris Yudha Rp 47.111
4. Ac Milan Siamo Noi Rp 28.266
5. I Komang Sidartha Kusuma Rp 28.000
FORZA MILAN SEMPRE!