Krisis ketajaman di lini depan AC Milan tampaknya menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar yang harus segera diselesaikan oleh staf pelatih.
Sorotan tajam kini mengarah pada Santiago Gimenez yang kembali harus memulai pertandingan dari bangku cadangan pada hari Minggu lalu.
Sebuah peringatan hari jadi yang sangat kelam kini sudah berada di depan mata sang pemain, di mana ia belum mencetak satu pun gol selama hampir setahun kalender penuh di kejuaraan liga.
Setelah bulan-bulan awal adaptasinya dari Januari hingga Mei 2025 lalu berjalan cukup lancar, banyak pihak yang sangat yakin bahwa musim ini bisa menjadi momen ledakan bagi sang penyerang dalam balutan seragam Rossoneri.
Namun sayangnya harapan tersebut sama sekali tidak terbukti, dan sejauh ini ia justru sedang menjalani sebuah musim yang sangat negatif.
Dihantui Badai Cedera dan Performa Buruk
Masalah fisik tampaknya menjadi salah satu faktor utama yang menghambat perkembangan mantan penyerang andalan Feyenoord tersebut.
- Masalah Pergelangan Kaki: Cedera yang menyiksanya selama berbulan-bulan telah memaksanya menjalani operasi dan menepikannya ke ruang perawatan selama hampir lima bulan lamanya.
- Performa Tidak Meyakinkan: Baik sebelum maupun sesudah mengalami cedera parah tersebut, sang pemain asal Meksiko tidak pernah benar-benar tampil meyakinkan di atas lapangan.
- Catatan Puasa Gol: Di kompetisi Serie A ia belum mencetak gol sejak 9 Mei 2025 saat melawan Bologna di mana ia mencetak dua gol pada saat itu.
- Satu-satunya Hiburan: Sejak saat itu, ia hanya mampu menyarangkan satu gol yang sangat menyedihkan di ajang Coppa Italia saat melawan Lecce.
Sambil menanti kembalinya insting pembunuh dari barisan penyerang kita, pastikan Anda tetap tampil gaya dan tunjukkan identitas sejati dengan Kaos AC Milan keren ini melalui ๐ Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Memicu Kemarahan Massimiliano Allegri
Dan sejak ia kembali merumput pada akhir bulan Maret lalu, keadaannya berjalan sama buruknya, atau bahkan mungkin jauh lebih buruk dari sebelumnya.
Pada pertandingan hari Minggu di Verona, Gimenez dimasukkan ke lapangan pada menit ke-63 untuk menambah daya gedor tim.
Akan tetapi, ia justru terlihat sangat malas berlari dan sama sekali tidak melakukan apa yang diinstruksikan oleh Massimiliano Allegri di pinggir lapangan.
Pelatih asal Livorno tersebut sangat marah hingga pada satu titik ia hampir menariknya keluar kembali untuk digantikan oleh penyerang lain, Fullkrug.
Pada akhirnya sang pelatih memang tetap membiarkannya berada di lapangan hingga peluit panjang berbunyi.
Tetapi sikap tersebut merupakan sinyal keras bahwa sang pelatih sama sekali tidak senang dengan apa yang sedang dilakukan oleh penyerang asal Meksiko tersebut.
Analisis Redaksi

Kondisi psikologis dan ketajaman seorang penyerang tengah memang menjadi elemen yang sangat krusial dalam skema permainan pragmatis racikan Massimiliano Allegri.
Puasa gol yang hampir menyentuh angka satu tahun penuh di kompetisi domestik adalah sebuah catatan yang sangat memprihatinkan bagi seorang pemain yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi.
Cedera panjang akibat masalah pergelangan kaki jelas sangat memengaruhi ketajaman dan daya ledaknya di sepertiga akhir pertahanan lawan.
Namun bahasa tubuh yang terlihat malas saat diberi kepercayaan tampil sebagai pemain pengganti adalah sebuah kesalahan fatal yang sangat tidak disukai oleh staf kepelatihan manapun.
Jika Gimenez tidak segera memperbaiki etos kerjanya di sesi latihan dan membuktikan kelayakannya di sisa laga musim ini, bukan tidak mungkin manajemen akan segera memasukkannya ke dalam daftar jual pada bursa transfer musim panas mendatang.





