Kita semua pasti masih sangat mengingat kehebatan sepak bola yang ditunjukkan oleh Tijjani Reijnders dalam balutan seragam Rossoneri pada tahun lalu.
Ia mungkin menjadi satu-satunya catatan positif yang bisa dibanggakan di sepanjang musim yang bisa dibilang sangat gagal tersebut.
Sayangnya, akibat kegagalan tim untuk lolos ke Liga Champions dan tawaran selangit yang datang dari Manchester City, AC Milan pada akhirnya terpaksa memutuskan untuk menjual sang pemain ke tim asuhan Pep Guardiola.
Tawaran tersebut bernilai raksasa yakni sebesar 57 juta euro sebagai biaya tetap, ditambah 10 juta euro bonus yang mudah diraih, serta 3 juta euro bonus tambahan yang sulit dicapai.
Rasa penyesalan yang ditinggalkan sangatlah besar, sama besarnya dengan keyakinan kita bahwa pemain sekaliber dirinya pasti akan mampu membuat perbedaan di liga yang jauh lebih kompetitif seperti Liga Premier Inggris.
Tetapi sesampainya kita di tanggal 23 April ini, kita bisa menyimpulkan dengan tegas bahwa skenario indah tersebut sama sekali tidak terbukti di tahun ini.
Awal yang Manis Namun Berujung Miris
Petualangan Tijjani di tanah Inggris sebenarnya dimulai dengan sangat luar biasa dan melampaui ekspektasi yang ada.
Ia langsung menorehkan gol serta umpan berbuah gol pada laga debut resminya dalam kemenangan tandang 4-0 atas tim Wolverhampton.
Premis awalnya memang terlihat sangat bagus, namun seiring berjalannya waktu, menit bermain dan jumlah gol yang dicetaknya perlahan-lahan mulai menyusut secara drastis.
Faktanya, pemain asal Belanda tersebut tidak pernah benar-benar berhasil memahat namanya secara permanen di dalam susunan sebelas pemain utama Guardiola.
Dalam 9 pertandingan terakhirnya saja, ia harus rela duduk di bangku cadangan selama durasi penuh pada 6 pertandingan.
Ia hanya mencatatkan 3 penampilan dari sembilan laga tersebut, yang ironisnya tidak pernah ia mainkan secara utuh selama 90 menit di atas lapangan.
Sambil mensyukuri keputusan cerdas manajemen menjual Reijnders dengan harga mahal, pastikan Anda tetap tampil gaya dan tunjukkan identitas sejati dengan Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Rincian Statistik Reijnders di Manchester City
Berikut adalah rincian angka dari musim kompetisi yang sedang dijalani oleh mantan gelandang andalan Milan tersebut sejauh ini:
- LIGA PREMIER INGGRIS: Bermain dalam 25 pertandingan, mencatatkan 1499 menit bermain dengan rata-rata 60 menit per pertandingan, serta menorehkan 5 gol dan 2 assist (rata-rata 1 gol setiap 300 menit).
- LIGA CHAMPIONS EROPA: Bermain dalam 10 pertandingan, mencatatkan 579 menit bermain dengan rata-rata 57,9 menit per pertandingan, serta menorehkan 0 gol dan 3 assist (rata-rata 1 assist setiap 193 menit).
- PIALA FA: Bermain dalam 4 pertandingan, mencatatkan 289 menit bermain dengan rata-rata 72,5 menit per pertandingan, serta menorehkan 1 gol dan 1 assist.
- PIALA CARABAO: Bermain dalam 4 pertandingan, mencatatkan 221 menit bermain dengan rata-rata 55,25 menit per pertandingan, serta menorehkan 1 gol dan 1 assist.
Analisis Redaksi
Melihat rentetan statistik yang cukup memprihatinkan tersebut, para pendukung Iblis Merah tampaknya bisa bernapas sedikit lebih lega dan menghentikan ratapan atas kepergian sang pemain.
Keputusan manajemen RedBird untuk menerima tawaran super mewah dari Manchester City kini terbukti sebagai sebuah langkah bisnis yang sangat cerdas dan rasional.
Gaya permainan ritmis ala Pep Guardiola nyatanya sangat menuntut adaptasi taktis tingkat tinggi yang sayangnya belum mampu dipenuhi secara konsisten oleh seorang Tijjani Reijnders.
Menghuni bangku cadangan di usia emas tentu bukanlah impian yang ia bayangkan saat memutuskan untuk meninggalkan San Siro yang telah membesarkan namanya.
Uang hasil penjualan raksasa tersebut pada akhirnya menjadi suntikan dana segar yang jauh lebih berharga bagi keseimbangan neraca keuangan klub kita dibandingkan harus mempertahankan satu orang bintang yang memaksakan diri untuk pergi.




