Kekalahan telak dari Udinese pada pertandingan Sabtu malam pukul 23:00 WIB kemarin menyisakan fakta statistik yang sangat memprihatinkan bagi AC Milan.
Iblis Merah dipaksa menyerah dengan skor nol tiga di hadapan pendukung sendiri melalui gol bunuh diri Bartesaghi serta aksi dari Ekkelenkamp dan Atta.
Meskipun skuad asuhan Massimiliano Allegri terus melancarkan serangan, termasuk peluang dari Saelemaekers yang membentur mistar gawang, papan skor tetap tidak berubah bagi tuan rumah.
Hasil ini menjadi kekalahan kedua beruntun bagi Rossoneri setelah sebelumnya juga takluk di tangan Napoli tanpa mampu mencetak satu gol pun.
Puasa Gol yang Terulang Setelah Empat Tahun
Kekalahan nol tiga ini tidak hanya menyakitkan secara skor, tetapi juga membangkitkan kembali memori statistik yang sudah terlupakan selama lebih dari empat tahun.
Berikut adalah terjemahan utuh mengenai catatan sejarah kemandulan lini depan Milan yang kini kembali menghantui publik San Siro.
“Pertandingan Milan melawan Udinese pada Sabtu 11 April 2026 membawa kembali klub ke dalam statistik yang telah hilang selama lebih dari empat tahun: puasa gol Milan dalam dua pertandingan Serie A berturut-turut.”
“Faktanya, hal ini tidak pernah terjadi lagi sejak 10 April 2022, saat Milan ditahan imbang tanpa gol oleh Bologna dan Torino.”
Di tengah kegelisahan akibat tumpulnya lini serang Iblis Merah saat ini, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui ๐ Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Perbandingan Era Pioli dan Allegri

Data yang terkumpul menunjukkan bahwa Milan membutuhkan waktu selama 1462 hari untuk kembali merasakan pahitnya gagal mencetak gol dalam dua laga beruntun.
Berikut adalah rincian pertandingan masa lalu yang menjadi perbandingan dengan situasi sulit yang dihadapi skuad Allegri saat ini:
- Senin, 4 April 2022: AC Milan ditahan imbang 0-0 oleh Bologna di San Siro.
- Minggu, 10 April 2022: Rossoneri kembali bermain imbang tanpa gol saat bertandang ke markas Torino.
- Kondisi Masa Lalu: Saat itu tim asuhan Stefano Pioli tetap mampu mengamankan poin dan akhirnya keluar sebagai juara liga di akhir musim.
- Kondisi Saat Ini: Kemandulan lini depan kali ini justru disertai dengan kekalahan telak yang merusak posisi tim di tabel klasemen.
“Setelah 1462 hari, data tersebut kembali relevan namun dengan makna yang berbeda: bukan lagi sekadar jeda tanpa gol yang terkendali, melainkan absennya daya serang yang disertai kekalahan telak.”
Analisis Redaksi
Melihat kembali data statistik ini memberikan gambaran betapa seriusnya krisis yang sedang dialami oleh lini depan kita saat ini.
Pada era Pioli tahun 2022, kegagalan mencetak gol dibayar dengan pertahanan baja yang membuat tim tetap meraih poin meski hanya hasil imbang.
Namun di bawah asuhan Allegri saat ini, kemandulan tersebut justru diikuti dengan keruntuhan barisan pertahanan yang mengakibatkan kekalahan memalukan.
Mister Allegri harus segera menemukan cara untuk mengakhiri puasa gol ini sebelum ambisi lolos ke Liga Champions benar-benar terkubur dalam-dalam.
Ketajaman para penyerang harus segera dipulihkan karena Milan tidak bisa terus-menerus mengandalkan sejarah masa lalu untuk meraih kemenangan di masa depan.





